Assalamu`alaikum wr wb.Bumi adalah tempat tinggal kita sebagai manusia dan Akhirat adalah kehidupan kita setelah kematian di Dunia
Home
November 28, 2007
Harapan
adakah sebutir harapan.........
adakah sebuah harapan................
adahal sepengal harapan.......................
semuanya ada..... hanya 1 harapan...........
ketempat yang indah yg hanya dijanjikan OlehNYA..........
June 26, 2007
Kutemukan Belahan Jiwaku
Oleh Elik Susanti
Jodoh, rejeki dan kematian adalah rahasia mutlak milik Allah SWT, Sang Maha Agung dan Bijaksana, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahuinya kecuali Sang Pemilik diri kita. Hal tersebut telah terpatri erat dalam pikiranku sejak dulu. Ini yang mendorongku untuk terus berikhtiar, istiqomah dan selalu ber-khusnudzan kepada Allah Azza wa Jalla tentang kapan saatnya tiba menemukan belahan jiwaku.
Dalam proses pencarian diusiaku yang keduapuluhenam, beberapa teman dekat mulai dijajaki, ta'aruf pun dilakukan. Dalam proses ta'aruf, salah seorang sempat melontarkan ide tentang pernikahan dan rencana khitbah. Namun herannya, hati ini kok emoh dan tetap tidak tergerak untuk memberikan jawaban pasti. Hey, what's going on with me? Bukankah aku sedang dikejar usia yang terus merambat menua? Bukankah aku sedang dalam proses pencarian belahan jiwa? Apalagi sebagai anak terakhir dari lima bersaudara, yang semuanya sudah berumahtangga, tentunya semua keluargaku sudah sangat mendambakan aku segera menyempurnakan separuh dienku, apalagi ibuku.
Sungguh teramat berat menjalani hidup dengan status lajang. Belum lagi lingkungan kerja dan di desa tempat keluargaku tinggal saat ini di mana kabar – seringnya gosip atau gunjingan – cepat menyebar, benar-benar merupakan cobaan besar yang harus dihadapi. Tetapi, semuanya aku jalani dengan penuh keikhlasan. “Ya, mungkin saya masih harus bekerja lebih banyak waktu buat masyarakat”, hanya itu yang bisa aku katakan setiap ada yang menanyakan kenapa belum menikah. “Ya, mungkin Allah masih belum mempercayakan seorang suami kepada saya dan saya masih harus belajar mengurangi ego sebelum saya menjadi seorang isteri”, kataku di lain waktu. “Ya, mungkin Allah memberi waktu saya lebih banyak mencurahkan waktu buat orang tua”, balasku ringan.
Mereka mengatakan bahwa aku adalah type 'pemilih' yang lebih suka jodoh yang tampan, kaya raya dan baik hati, dan lainnya yang serba super dan wah. Tapi, aku gelengkan kepalaku ke arah mereka karena kriteria seorang calon suami bagiku adalah si dia seorang muslim sejati yang mempunyai visi yang sama untuk membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, bahagia dunia akhirat, satu untuk selamanya, yang mempunyai tujuan menikah tidak hanya untuk meneruskan keturunan saja, tapi untuk beribadah dan menambah keimanan kita dan bukan sebaliknya, dan itu akan terwujud jika Allah mengkaruniakan pasangan yang tepat untuk kita.
Dan aku percaya bahwa tidak akan ada yang tertukar dari pemberian Allah, Allah akan memberikan yang terbaik dan indah pada waktunya. Tapi lucunya, kalau diminta untuk mengejewantahkan ke dalam diri seseorang, jujur saja aku tidak tahu.
Again, jodoh memang benar - benar sebuah rahasia yang mutlak milik Allah SWT. Proses pertemuanku dengan sang suami pun bak cerita dongeng. Jangankan sahabat atau rekan kantor, pun jika kami kembali me-rewind proses pertemuan kami, wuih... Unbelievable! But it happened!
Subhanallah...
Suamiku adalah sosok yang biasa dan sederhana, namun justru kesederhanaan dan keterbiasaannya itulah yang memikat hati ini. Dan, alhamdulillah hampir mendekati kriteria seorang suami yang aku dambakan. Di beberapa malam kebersamaan kami, suami sering menanyakan kepadaku tentang satu hal, "Apakah kamu bahagia menikah dengan aku?"
Aku pun menjawab dengan jeda waktu sedikit lama, "Ya, aku bahagia. " Masya Allah, seandainya suamiku tahu, besarnya rasa bahagia yang ada di dada ini lebih dari yang dia tahu. Besarnya rasa syukur ini memiliki dia cukup menggetarkan segenap hati sampai aku perlu jeda waktu untuk menjawab pertanyaannya. Hanya, aku masih belum mampu mengungkapkan secara verbal. Allah yang Maha Mengetahui segala getaran cinta yang ada di hati bunda, Allah yang Maha Mengetahui segala rasa sayang yang ada di jiwa bunda. Karena, atas nama Allah bunda mencintai ayah.
Pertama kali aku kenal dengan suamiku adalah waktu itu siang hari saat bulan suci ramadhan hampir berakhir, aku sedang mengikuti ceramah Aa’ Gym kesukaanku di TV, tiba – tiba aku dikagetkan oleh dering suara telepon ”Assalamualaikum, bisa bicara dengan elik?” kata si empunya suara dari seberang sana. ”Waalaikumsalam, Iya, saya sendiri” jawabku. Taufan adalah pemilik suara di telepon itu, dia tahu identitasku dari sebuah cyber Islami yang mana aku adalah salah satu anggotanya. Akhirnya kami terlibat dalam sebuah pembicaraan.
Sebelumnya kami berdua belum mengenal satu sama lain. Hanya kesabaran, perhatian dan pengertiannya sempat mampir di dalam pikiranku. Setelah itu kami kerap berhubungan lewat telepon sekedar untuk mengobrol dan saling mengenal satu sama lain. Perkenalan kami diawali saat itu, sebelum akhirnya kami memutuskan untuk ta’aruf. Di sinilah aku merasakan kuasa Allah yang sangat besar, ternyata kami banyak menemukan kecocokan dan sepertinya dia seseorang yang bisa diajak menggapai surga dunia dan akhirat.
Namun beberapa hari kemudian, entah kenapa wajahnya yang kulihat lewat foto yang dia kirim ke emailku mulai hadir di pikiranku kembali. Ternyata hal yang sama pun terjadi di pihak sana. Kami pun sepakat untuk melakukan istikharah. Subhanallaah, tidak ada kebimbangan sama sekali dalam hati kami berdua untuk menyegerakan hubungan ini ke dalam pernikahan. Namun saat ini aku harus bersabar menunggu sampai dia pulang dari negeri sakura, karena saat itu dia sedang ada di negeri itu untuk bekerja, kembali kesabaranku diuji.
Penantianku selama 7 bulan ternyata membuahkan hasil, setelah Taufan kembali dari negeri sakura, dia dan keluarganya mengkhitbahku. Mungkin ini buah kesabaran yang Allah berikan kepada kami. Kami rasakan 'tangan' Allah benar-benar turun menolong memudahkan segala urusan. Sujud syukur kami berdua, karena semua acara berjalan begitu lancar, dari mulai dukungan seluruh keluarga, urusan penghulu dan pengurusan surat-surat ke KUA.
Maha Suci Allah, hal tersebut semakin menguatkan hati kami, bahwa pernikahan ini adalah rencana terbaik dari Allah SWT dan Dia-lah Pemersatu bagi perjanjian suci kami ini. Dalam isak tangis kebahagiaan kami atas segala kemudahan yang diberikan-Nya, tak pernah putus kami bersyukur akan nikmat-Nya. Insya Allah, pernikahan kami merupakan hijrahnya kami menuju kehidupan yang lebih baik dengan mengharap ridha Allah, karena perkenalan itu berawal saat bulan suci ramadhan, saat Allah membukakan pintu maaf dan mengabulkan semua doa umatNya yang memohon kepadaNya.
Akhirnya setelah sekian lama aku mengembara mencari pasangan hidup ternyata jodohku adalah orang tak pernah kuduga selama ini. Inilah rahasia Allah SWT yang tidak pernah dapat kita ketahui kecuali dengan ber-khusnudzan kepadaNya. Percayalah, bahwa Allah SWT adalah sebaik-sebaik Pembuat keputusan. Serahkanlah segala urusan hanya kepada Allah semata, percayalah selalu akan janji Allah di dalam firman-Nya, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. " (QS. Ar-Ruum: 21).
Jangankan manusia, hewan dan buah-buahan pun diciptakan Allah berpasangan. Ber-khusnudzan selalu kepada-Nya bahwa, entah esok, lusa, satu bulan, satu tahun atau bahkan mungkin sepuluh tahun nanti, dengan izin Allah, jodoh kita pasti akan datang. Pasangan jiwa yang terbaik yang dijanjikan dan dipersatukan-Nya dalam perjanjian suci yang disebut pernikahan.
Di saat umurku yang makin bertambah dan saat peluang menikah semakin memudar seperti anggapan sebagian orang, di tengah tatapan sinis sekelilingku, aku mampu memupuk keyakinan bahwa suatu saat, cepat atau lambat, Allah akan memberikan apa yang kuminta. Bahwa suatu ketika balasan itu pasti datang. Hari ini aku melihat bukti nyata hasil kesabaranku. Rangkaian panjang do’a-do’aku yang tak pernah putus terkabul sudah.
Sikap bersahabatku kepada setiap orang yang selalu mempermasalahkan statusku sungguh telah berbalas dengan sebaik-baik balasan, mempertemukanku dengan seseorang yang teguh dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-nya, yang meskipun lebih muda dariku, tapi lebih memandang jiwa daripada rupa. Hari ini aku menyakini bahwa bersabar memang pekerjaan yang sulit, tetapi bukan hal yang tidak mungkin dilakukan dan sungguh kita pasti akan memetik buah kesabaran kita, sebagaimana dikatakan, “Sungguh akan dipenuhi bagi orang-orang yang sabar pahala tanpa hitungan” (QS Az Zumar 10).
Bersabar bukan hanya sekedar kerelaan menunggu atas tertundanya suatu keinginan, bukan hanya sekedar kemampuan menerima setiap masalah dengan lapang dada. Lebih dari itu, bagi seorang muslim bersabar adalah manifestasi kepercayaan akan keberadaan Rabb-nya, bentuk nyata prasangka baiknya kepada Sang Khalik yang Maha Mengetahui, Maha Mengasihi dan Maha Penolong. Bersabar juga adalah wujud keyakinan yang muncul dari lubuk hati akan segala nikmat dan karunia yang diberikan Allah dan bentuk kemampuan untuk mempergunakannya dengan optimal.
Seorang muslim yang bersabar akan selalu memandang jauh ke depan dengan penuh optimisme. Bersabar berarti mampu memandang dengan sisi yang berbeda setiap kendala. Ketika merasakan betapa sulitnya menggapai suatu usaha, aku yakin bahwa setiap tetesan peluh kita menyimpan makna. Ketika merasakan sesaknya himpitan masalah, kita akan melihat pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kesulitan-kesulitan yang menerpa kita dan menjadikannya sebagai tonggak meraih harapan-harapan dalam hidup kita. Jika kita merasa belum mendapatkan keinginan kita, maka kita akan semakin rajin menempa diri, memperbaiki diri, mengkoreksi diri mencari sebab mengapa do’a do’a kita belum juga dikabulkan.
Semoga tulisan ini dapat mewakili perasaan dan harapan ade, yang mungkin sulit untuk ade ungkapkan dalam kata – kata. Semoga doa kita dikabulkan-Nya. Amin. I hope this is our Endless Love
Sesungguhnya tak pernah sang kekasih mencari tanpa dicari oleh kekasihnya Apabila kilat cinta t'lah menyambar hati ini Ketahuilah bahwa ada cinta dalam hati yang lain.
Apabila cinta Allah bertambah besar di dalam hatimu pastilah Allah menaruh cinta atasmu. Tak ada bunyi tepuk tangan hanya dengan satu tangan.
Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan ketetapan yang membuat kita cinta satu dengan yang lain Sampai akhir hingga dunia akan terpelihara oleh kesatuan kita
God know what we need not what we want.
http://eramuslim.com/atk/oim/7608145416-kutemukan-belahan-jiwaku.htm
March 09, 2007
Apaan sih April Mop?
>tanggal 1 April, adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu
>teman, orang tua, saudara, atau sejenisnya, dan sang target tidak boleh
>marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April
>Mop.
>
>Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga
>akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah
>sungguhan.
>
>Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya
>April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang
>makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil pula, ke depan
>juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya,
>masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya
>terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau
>sebaliknya.
>
>Tahukah anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan
>kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi
>besar yang sangat menyedihkan dan memilukan???
>
>April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah
>Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H. Sejak
>dibebaskan Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq bin Ziyad,Spanyol
>berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur.
>
>Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan
>pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan
>dengan mudah dibebaskan.
>Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya
>jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi
>kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa
>pegunungan.Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam
>yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian
>dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama
>Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak
>saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an.
>Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas,
>dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu
>berlangsung hampir enam abad lamanya.
>
>Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa
>kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu
>gagal.
>Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam
>Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni
>dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan
>pemikiran dan budaya.
>
>Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara
>gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum
>mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an.
>Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan
>perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini
>membuahkan hasil.
>
>Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib . Penyerangan oleh
>pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri
>kemanusiaan.
>Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil,
>wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol
>jatuh.
>
>Granadaadalah daerah terakhir yang ditaklukkan . Penduduk-penduduk Islam
>di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah
>untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka.
>Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang
>bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa
>banyak muslim Granadayang masih bersembunyi di rumah-rumah.
>Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim
>Granadabisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar
>keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
>
>Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari
>orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang
>sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal
>yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan
>Granadadan berlayar meninggalkan Spanyol.
>
>Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granadakeluar dari rumah-rumah
>mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan
>menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan
>Salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka.
>
>Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat
>tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya.
>Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka
>membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih
>bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan,
>hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang
>dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu
>dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa
>karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari
>para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para
>tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
>
>Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib
>segaramembantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan.Jerit tangis
>dan takbir membahana.Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh
>dengan kejam.Darah menggenang di mana-mana.Laut yang biru telah berubah
>menjadi merah kehitam-hitaman.
>Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian
>diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop
>(The April's Fool Day).
>Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong
>kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari
>kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib
>lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan
>cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih
>sekedar hiburan atau keisengan belaka.
>
>Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat
>menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan
>dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat
>tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini.
>Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya
>tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya
>di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
>
>Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua
>merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya
>melatarbelakangi
>perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April itu???
>
>Semoga membuka mata hati kita & Allah SWT akan menjadi saksi bagi
>kita semua.
>
>
>
>Wassalam,
September 19, 2006
Merenung Dipelaminan
Dengan ridhonya InsyaAlloh hari ini ane berangkat kebandung, untuk mengikuti acara workshop Di STTTelkom.
siang tadi paman dibandung sudah telphone jadi tidak. dv bilang jadi. klo gitu ditunggu di suryani or cileuntah.(buah batu). sebelum berangkat dv sempatkan ngeblog.. yahhh memang masa-masa singel saya lakukan aktifitas itu dengan sendiri dan ego melakukan aktifitas sendiri.
kkQ dichat memberikan sebuah kalimat yang benar-benar kepada adikbya untuk dipandang kedepan dan dipikirkan, ada kalimat puasin deh selagi singel... karena masa-masa itu tidak akan terulang kembali. iyah memang benar dengan kalimat itu.. tetapi dengan kita memuaskan diri, kita pun jangan terlena dengan hal itu. ingatkan diri untuk belajar mempersiapkan diri menjadi istri sholehah. bukan wanita sholehah disini berbeda arti karena wanita sholehah belum menjadi istri sholehah. karena belum menjadi seorang ibu :).
kita simak dulu tulisan dengan judul : MERENUNG DI PELAMINAN
Ketika semua orang sibuk dalam peranya masing-masing, duduklah sang pengantin dalam pelaminan. Diam seorang diri menjalani masa barunya. Berputar-putarlah matanya menatap sekeliling.
Betapa banyak yang terlibat hari ini untuk membantu dan merayakan harinya yang luar biasa. Atas faktor apakah sekian banyakorang rela datang, berbuat dan bersusah payah pada sesuatu yang disebut walimah?
Agama memandang penting pernikahan. Demikian pula masyarakat, keluarga dan kerabatnya. Dan tentu sebagai pengantin andapun memandang penting peristiwa tersebut.
Jika orang lain merubah total pandanganya terhadap anda : dari seorang pemuda menjadi seorang suami dan kepala keluarga, dari seorang gadis menjadi seorang istri atau ibu rumah tangga.
Masyarakat menerima terbentuknya sebuah keluarga baru menjadi bagian dari masyarakat. Dan keluarga anda melepaskan anak asuhnya mandiri menjadi bagian dari umat. Maka anda - sang pengantin- harus melakukan revolusi besar!
Hari ini adalah hari dimana anda tidak lagi sepenuhnya menjadi milik anda sendiri yang bebas berbuat sekehendak hati. Ada sederet tugas dan tanggung jawab, kalau dibahasakan juga hak dan kewajiban dalam peran baru. Ada sebuah kesiapan untuk memulai sesuatu yang baru dengan pasangan.
Anda wahai pengantin laki-laki, tiba-tiba menjadi pundak anda terbebankan amanah maha berat yang belum pernah anda miliki sebelumnya. Perhatikan firman ALLOH sebagai berikut:
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".
Selama ini anda tidak dibebani untuk menjaga orang lain secara khusus, begitu anda selsai melaksanakan akad nikah dan walimah pada anda terbebani amanah untuk menjaga isteri dan nantinya anak-anak anda dari api neraka. Betapa berat tugas ini.
Siapapun yang merenungkan pasti akan merasa berat. Menjaga diri sendiri saja dari api neraka untuk saat ini sudah sedemikian berat, Apalagi ketika harus menjaga orang lain dan anak-anaknya dari api neraka. MasyaAllah, berat nian tugas ini.
Anda wahai pengantin perempuan, tiba-tiba telah tiba terenggut masa lajang anda dan masa kebebsan yang selama ini anda miliki. Betapa semsa sekolah dan kuliah anda dengan leluasa melaksanakan kegiatan. Kini, memiliki suami yang ditunjuk Allah sebagai qawam bagi keluarga baru anda. Nanti anda akan hamil, melahirkan generasi dan menyusui hingga sempurna. Anda tidak memiliki otoritas penuh bagi diri anda sendiri, karena adanya orang lain yang tiba-tiba saja sudah menjadi pemimpin anda.
Demikianlah anda akan segera menapaki kehiupan beerumah tangga dengan berbagai suka dan dukanya. Bersiaplah untuk mengahadapi hari-hari baru yang belum pernah anda tapaki sebelumnya.
Dengan tawakkal kepada Allah, mudah-mudahan urusan anda dimudahkan oleh Allah dan senantiasa mendapatkan bimbingan Nya menuju kehidupan yang penuh keridhaan serta barakah. Allohumaaminn
September 13, 2006
Peristiwa Priok
Pulang kerja kemarin sore. ane melihat siaran Tv chanel SCTV, saat itu liputan 6 sore dan hari ini pun ane membaca koran radar cirebon. dengan judul "Kenang Peristiwa Priok, Air Mata Kembali Tumpah"
Jakarta- Air mata kembali tumpah diTPU Budi Dharma, Semper, Cilincing, Jakarta Utara, kemarin. Saat itu puluhan korban dan keluarganya mengenang peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984.
Dalam peristiwa itu puluhan masa ditembaki aparat dari kesatuan Arhanud Tanjung Priok." Semua ini gara-gara kami menolak asas Pancasila" kata Ratono tepat diatas pusara tanpa nama yang diyakini sebagai korban Tanjuk Priok. Makam Tersebut pernah digali Oleh Komisi Penyelidik dan Pemeriksaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Tanjung Priok (KP3T) pada 2000." Tapi pemerintah tak serius." lanjut lelaki yang sempat divonis 8 tahun penjara itu.
Semula itu bermula dari sikap warga tanjung priok mengkritis kebijakan pemerintah Orde Baru yang menerapkan asas tunggal Pancasila,pelarangaan jilbab disekolah dan program keluarga berencana.
Astagfirullah... Pelanggaan jilbab disitu yang membuat hati ane serasa diiris.
Teringat Cerita Kk dan kk ipar ane sewaktu ane bertanya... sejarah itu.. akhirnya kk pun bercerita. dahulu tahun segitu tidak boleh ada acara pengajian2. bila ada kerumunan pengajian langsung di selidiki.dan diberhentikan bahkan puluhan nyawa orang ditanjung priok pun menjadi korban.. Astagfirullah..
ane terdiam dan menyimak cerita kk2 ane. memang saat Thn 84 itu ane masih berumur 2 tahun. jadi ane belum ingat kejadian dinegara indonesia ini.
Teringat liqo jg. Mr mengucapkan Syukur Alhamdulillah skrg2 ini banyak yang berjilbab dan tidak dipersulit dalam sekolah maupun yang lainya. tidak seperti zaman dulu.
Ya Alloh Engkaulah yang dapat Menciptakan Pancasila kepada UmatMU.. makhluk yang membunuh sesama makhluk demi pancasila subhanalloh.... tindakan itu dilakukan tidak berprikemanusiaan? dapatkah dilakukan secara prikemanusiaan.krn Rosullullah mengajarkan kita dengan berdakwah terang2an dan lemah lembut.
Dibangku sekolah apakah ini masuk kesalah satu sejarah Pemerintahan or Sejarah Agama?
dimana pemetaan cerita ini? Entahlah ane pun masih mencari. karena kehidupan ini. yang kita tahu hanya 1/2 potong episode. seperti gambar di taskbar halaman depan blog ane.:) hanya 1/2 potong jalan :)
sekian dan terima kasih
wassalamu`alaikum wr wb
Allah Tidak Butuh Membuat Sebuah Rancangan Untuk Mencipta
Mesti dipahami bahwa Allah, Penguasa langit dan Bumi, tidak butuh membuat rancangan untuk mencipta. Allah jauh dari seluruh ketidaksempurnaan semacam itu.
Kesempurnaan dalam ciptaan Allah mungkin dapat diungkapkan dalam istilah seperti "sebuah kesempurnaan yang seakan telah dirancang," tapi sampai di situ saja.
Cukup bagi Allah berkata "Jadilah!" agar benda atau peristiwa apa pun terjadi sebagaimana Dia kehendaki.
Dalam ayat-ayat hal tersebut dinyatakan bahwa:
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" maka jadilah sesuatu itu. (QS. Yaasiin, 36:82)
(Allah) Pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" maka jadilah sesuatu itu. (QS. 2:117)
Pernyataan-Pernyataan "Perancangan Cerdas" Dapat Membahayakan Orang-Orang
Yang Memiliki Kecenderungan Tulus kepada Agama
Saat ini, di abad ke-21, seluruh dunia secara cepat tengah meninggalkan pandangan material dan ateis.
Hari demi hari, semakin dipahami bahwa teori evolusi tidaklah ilmiah, tidak masuk akal, dan tidak absah; dan ada sebuah kecenderungan ke arah keimanan yang tulus kepada Allah.
Salah satu dari contoh-contoh paling jelas adalah Anthony Flew, ilmuwan terkenal yang membaktikan seluruh hidupnya untuk mendukung ateisme. Dalam sebuah wawancara beberapa bulan yang lalu. Flew mengumumkan bahwa dia telah meninggalkan ateisme dan sekarang percaya kepada Allah.
Dengan cara serupa, banyak ilmuwan, seniman, dan politikus juga telah menyatakan ketertarikan dan keingintahuan mereka tentang Al Qur'an.
Dengan demikian, tentunya istilah seperti "perancangan cerdas," yang jauh dari ketulusan dan kesadaran tentang Islam, dapat memiliki pengaruh yang tidak baik terhadap orang-orang berkecenderungan tulus untuk beriman. Pernyataan tertutup dan tidak jelas semacam ini dapat mengarahkan mereka yang berkecenderungan agamis untuk terperosok ke dalam keraguan dan ketidaktetapan dalam berpendirian, kebingungan dan kekacauan jiwa.
"Perancangan Cerdas" Adalah Sebuah Tipu Daya Setan Lainnya
Dalam menolak sebuah pernyataan keliru seperti evolusi, seseorang haruslah sangat berhati-hati untuk tidak masuk perangkap setan lainnya. Salah satu tujuan utama setan adalah mencegah pengakuan terhadap Allah dengan cara apa pun yang mungkin, dan menjadikan manusia acuh dari mengingat-Nya.
Ada orang-orang yang belum mampu ditipu oleh setan melalui pemikiran evolusi. Tapi jika dia dapat mengalihkan mereka ke arah yang lain, seperti "perancangan cerdas" dia akan mencapai tujuannya lagi, dalam memalingkan manusia dari mengingat Allah.
Cara bagaimana setan berhasil tampil dengan mengatasnamakan kebenaran dan menyebabkan manusia menyimpang dengan cara menghalangi kebenaran diungkap dalam Al Qur'an:
(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (QS. Al A'raaf, 7:16-17)
Sepatutnya diketahui bahwa meruntuhkan teori evolusi dan menyingkap pola pikir "kebetulan" sebagai tidak absah, keduanya menunjukkan keberadaan Allah, Pencipta segala sesuatu, dan bukan "perancangan cerdas."
Untuk mengatakan, "Jika evolusi tidak ada, maka terdapat perancangan cerdas" tidaklah lebih dari mengambil berhala palsu lainnya untuk menggantikan evolusi.
Yang Patut Bagi Seorang Muslim Adalah Mengikuti Jalan Para Nabi dan Rasul
Sebagaimana Yang Tertulis di dalam Al Qur'an
Muslim tidak diwajibkan mengikuti ilmuwan ini atau gerakan ilmiah itu, melainkan para nabi dan rasul yang disebut Al Qur'an sebagai suri teladan, dan mengikuti contoh orang-orang yang diberkahi ini.
Ketika menyampaikan risalah mereka, para nabi di sepanjang zaman menggunakan cara berbicara yang sangat terang, jelas, dan mudah dipahami. Semuanya menyampaikan pesan mereka dengan benar-benar jelas tentang keberadaan dan keesaan Allah, bahwa tiada Tuhan kecuali Allah, dan bahwa Dia menciptakan segala sesuatu; dan mereka menyeru manusia agar menyembah Allah saja. Ketika mendakwahkan pesan tersebut, tak seorang pun dari mereka yang berhenti menyebut berulang kali nama Allah secara berani dan terbuka.
Sejumlah ayat yang menjelaskan sifat-sifat para nabi ini adalah sebagaimana berikut:
Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, (karena) tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?" (QS. Al Mu'minuun, 23:23)
Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Al Ankabuut, 29:16)
[Yusuf berkata:] Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu atau Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa? Apa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat, baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Yusuf, 12:39-40)
Ketika saudara mereka Lut berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa? Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. Asy Syu'araa', 26:161-163)
Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syu'aib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia ..." (QS. Al A'raaf, 7:85)
[Isa berkata:] Sungguh, Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus." (QS. Az Zukhruf, 43:64)
Sebagaimana telah kita ketahui, tak seorang nabi pun yang disebut dalam Al Qur'an menyampaikan isyarat tentang pengertian seperti "perancang cerdas". Masing-masing dari mereka secara jelas menyatakan perintah Allah dengan menyebut nama-Nya Yang Agung.
http://www.harunyahya.com/indo/artikel/091.htm
KEPADA SAUDARIKU …
Buat segenap remaja putri yang mengimani Alloh… buat siapa saja yang hari ini menjadi ukhti… kemudian esok bakal menjadi istri dan selanjutnya menjadi ummi.
Wahai wanita yang mengimani Alloh sebagai Rabb-nya, Islam sebagai dien-nya dan Muhammad sebagai nabi serta rasulnya. Mudah-mudahan engkau pernah membaca seruan nan luhur dari Alloh: “Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan suara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah kamu tetap berada di dalam rumahamu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Alloh dan Rasul-Nya… (Al Ahzab: 32-33)
Itulah seruan Alloh kepada siapa saja yang memahami firman-Nya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan wanita yang mukmin apabila Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barang saiap yang mendurhakai Alloh dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dalam kesesatan yang nyata. (Al Ahzab: 36)
Wahai ukhti… bacalah dan jangan terperdaya. Engkau hidup di zaman dimana kehinaan telah menguasai keutamaan. Karena itu berhati-hatilah terhadap mode-mode busana menyolok para wanita telanjang, mode-mode yang menjadi salah satu penyebab kejahatan dan kerusakan.
Wahai ukhti… janganlah engkau terperdaya oleh para dajjal, turis-turis yang menyerukan tabarruj dan buka-bukaan. Mereka adalah musuh-musuhmu wahai putri Islam-khususnya- dan musuh para kaum muslimin pada umumnya.
Wahai ukhti… sebenarnya Alloh telah menurunkan ayat-ayatNya yang telah jelas, supaya dengan melaksanakan tuntunan-tuntunan syari’at yang ada di dalamnya, engkau menjadi terpelihara dan tersucikan dari kotoran-kotoran jahiliyah yang hari ini, musuh-musuh Islam, para penyeru kebebasan, berusaha keras untuk sekali lagi mengembalikan kaum wanita ke abad jahiliyah dengan bersembunyidi bawah cover Peradaban, Modernisasi dan Kebebasan.
Namun sebenarnya orang-orang gila itu lupa dan tidak pernah memperhatikan bahwa wanita muslimah tidak mungkin akan dapat menerima pembebasan dirinya lepas dari pengabdiannya kepada rabb-Nya untuk kemudian jatuh menjadi mangsa bagi budak-budak tentara iblis.
Wahai putri Islam…para penyeru tabarruj dan buka-bukaan amat berambisi untuk melepaskan hijabmu, mereka berlomba-lomba ingin mengeluarkanmu dari rumah-rumahmu dengan dalih emansipasi.
Sayang seribu kali sayang, ternyata banyak wanita yang telah keluar rumah dengan pakaian yang menampakan ketelanjangannya (berpakaian tapi telanjang). Mereka berjalan berlenggak-lenggok, sanggul kepalanya seperti punuk onta, menggugah kelelakian kaum lelaki dan membangkitkan letupan-letupan nafsu seksual yang mestinya terpendam.
Wahai putri fitrah… janganlah engkau tertipu dengan semboyan peradaban yang sebenarnya hanya akan menjajakan wanita sebagai barang dagangan yang ditawarkan kepada siapa saja yang menghendakinya. Jangan pula engkau tertipu dengan tipu daya yang tak tahu malu. Alloh berfirman: “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh, tidaklah mereka mengikuti melainkan hanya persangkaan belaka dan tidaklah mereka melainkan hanya berdusta. (Al An’am: 116)
Pada busana sebatas lutut engkau bergegas? Demi Alloh, sungai manakah yang kan engkau seberangi ?
Seolah pakaian masih panjang di pagi hari
Namun kian tersingsing saat demi saat
Engkau sangka kamu laki-laki itu tanpa rasa ?
Sebab engkau mungkin tak lagi punya rasa ?
Tidak malukah engkau terhadap pandangan-pandangan mata itu ?
Aduhai ukhti… ! bacalah dan jangan terperdaya! Malukah engkau untuk bertaqwa dan berbusana iman ? Sementara engkau tiada malu untuk bertabarruj dan buka-bukaan ?
Wahai ukhti…, adakah akan merugikanmu penghinaan kaum juhala (orang-orang yang bodoh) itu selama kita berada di atas al haq sedang mereka di atas al bathil ?
Tidakkah engkau dengar firman Alloh: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulunya di dunia menertawakan orang-orang yang beriman. Dan bila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka mereka saling mengedip-edipkan matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali dengan gembira. Dan jika mereka melihat orang-orang mukmin mereka berkata: ‘Sungguh mereka itu benar-benar orang yang sesat’, padahal orang-orang yang berdosa itu tiada dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang–orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka duduk di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Al Muthafifin: 29-36)
Wahai ukhti… siapa yang kelak tertawa di akhirat niscaya dia akan banyak tertawa.
Atau engkau pernah berfikir bahwa hijabmu itu akan menghalanginya untuk mendapatkan seorang suami?
Hai ukhti… Demi Alloh! Pikiran itu hanyalah waswasah (bisikan) syetan.
Tidakkah engaku tahu bahwa Alloh telah menetapkan bagi wanita pasangannya masing-masing? Maka karena itu dengarkan firman-Nya: “Perempuan-perempuan buruk (jahat) untuk pasangan laki-laki yang buruk (jahat). Laki-laki yang buruk untuk pasangan perempuan-perempuan yang buruk pula. Dan perempuan-perempuan yang baik untuk pasangan laki-laki yang baik untuk pasangan perempuan-prempauan yang baik.” (An Nur: 26)
Oleh sebab itu mestinya engkau jangan ridha kecuali jika menjadi pedamping seorang suami yang baik, yang berpegang teguh pada ajaran diennya dan selalu merasa diawasi oleh Rabbnya.
Suami seperti inilah yang engkau bakal merasa aman bagi jaminan hidup masa depanmu. Lihatlah! Di sana banyak sekali putri-putri sebangsamu yang terjebak dalam tipu daya kehidupan Romantisme dan Cinta menyesatkan. Ternayata banyak di antara mereka kemudian gagal dalam menempuh jalan hidupnya…. Begitu tragis.
Alloh berfirman: “…barang siapa yang bertqwa kepada Alloh niscya Alloh butakan baginya jalan keluar dan niscaya Dia akan memberinya rizki dari jalan (arah) yang tiada disangka-sangkanya.” (At Thalaq: 2-3)
Tapi bagaimanakah engkau sanggup berbusana seperti ini di tengah musim panas dan teriknya sengatan matahari ?
Wahai putri fitrah… sesungguhnya di dalam iman terdapat rasa manis bagi jiwadan rasa tentram bagi dada. Kalau engkau tahu bahwa neraka jahannam itu lebih panas niscaya segala rasa panas dunia akan, menjadi ringan bagimu.
Ketahuilah, sungguh seringan-ringannya orang yang disiksa di neraka pada hari kiamat aialah seseorang yang di bawah telapak kakinya diletakkan sepotong ‘bara’ dari api neraka, tetapi dari sepotong bara di bawah kakinya itu kan mendidih otaknya…
Waspadalah akan godaan-godaan syetan. Dengan demikain apakah gerangan yang menyebabkanmu berpaling dari seruan Alloh? Dunia dan perhiasannyakah …?
Bacalah firman-Nya: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permaianan, perhiasan dan bermegah-megahan anatar kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak seperti hujan yang tanam-tanamannya itu mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu melihat warnanya menjadi kuning kemudian manjadi hancur. Dan akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunaan dari Alloh serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenagan yang menipu.” (Al Hadid: 20)
Atau adakah engaku kini sedang bergembira ria dengan para pemuda dan dengan dunia kecantikan, seraya engaku katakana: “Nantilah saya akan berhijab kalau umurku sudah tua” ?
Ketahuilah –semoga Alloh menunjuki kita semua- bahwa apa yang engku gembirakan itu adalah nikmat Alloh sebab; “Apa-apa yang ada padamu dari suatu nikmat maka ia adalah datangnya dari Alloh.” (an Nahl: 53)
Mestinya engkau wajib bersyukur kepada Alloh dengan cara mentaati-Nya.
betapa banyak remaja yang hari-harimnya penuh tawa…
padahal kain-kain kafan t’lah siap untuknya
sedang ia tak mengira betapa banyak temanten putri dihias ‘tuk sang suami tiba-tiba nyawa melayang di malam taqdir
Wahai ukhti… kembalilah segera kepada nilai-nilai dan prinsip Islam, niscaya harga diri dan kehormatanmu akan terjaga di hadapan siapa saja. Angkatlah kemuliaanmu wahai ukhti dengan cara menutup aurat dan berhijab. Semoga Alloh memberi taufik kepada kita semua untuk bisa melakukan apa yang dicintai dan diridahi-Nya. Akhirnya akau memohon pada Alloh agar Ia menjadikan amalan kita ikhlas karena wajah-Nya. (Syeikh Faris Al Jabushi)
September 09, 2006
Berharap Jika
jika aku melangkah....semoga itu bukan karena "Keberanian"
jika aku melangkah....semoga itu bukan karena "Kesombongan"
jika aku melangkah....semoga itu bukan karena "Kerendahdirian"
jika aku melangkah....semoga itu bukan karena "Mengharap pandangan orang"
jika aku melangkah....semoga itu bukan karena "Merasa kasihan"
jika aku melangkah....semoga itu karena "Kerinduan"
jika aku melangkah....semoga itu karena "Cinta"
jika aku melangkah....semoga itu karena "Hakikat"
jika aku melangkah....semoga itu karena "ALLAH"
"Ya ALLAH, let me love You and give my best only for You"
Cinta Itu...
Puisi dari Rani
Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu mencintai seseorang,
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan
meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,
tapi kamu tetap mencintainya,
Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun
ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka,
menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama,
tertawa kala berpisah,
Aku pernah .........
Aku pernah tersenyum meski kuterluka !
karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku,
Aku pernah menangis kala bahagia,
karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,
Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan......
Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan
Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.
Aku tetap bisa mencintainya,
meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.
Semua orang pasti pernah merasakan cinta..
baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan
akhirnya pasangan hidupnya.
Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah..
karena cinta itu sangat indah.
Semoga kalian selalu berbahagia.
Buat temanku yg sedang terluka karena cinta...
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar,
satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit,
tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya,
bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain
akan datang dan menghampirimu.
Buat temanku yang tidak percaya akan cinta... buka hatimu ...
jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia
maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia.
Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah..
karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab..
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu.
~ No one ~
September 08, 2006
Syukur
Dalam ilmu balaghah, untuk menggambarkan makna “membatasi” atau pengkhususan dikenal dengan istilah “Taqdiimu maa ahaqqohu at-ta’khiiru” (mendahulukan yang seharusnya diakhirkan).
Syukur
http://liriknasyid.com
[02:00:707][00:25:438]Atas rahmat hari ini
[02:05:412][00:30:204]Terlabuh sudah
[02:07:755][00:32:405]Cinta suci sejati dari hati
[02:14:690][00:39:479]Janji tlah terucap akad tlah tercipta
[02:19:295][00:44:004]Tuk bersama jalani hari
[02:23:951][00:48:574]Ya Allah Rabbi bimbinglah kami
[02:28:744][00:53:378]Dalam menempuh hidup ini
[02:33:457][00:57:998]Marilah dinda kita melangkah
[02:37:908][01:02:474]Bersama saling membina
[02:42:639][01:07:233]Doakanlahku di setiap langkahku
[02:47:207][01:11:925]Doamu penyejuk kalbu
[03:31:883][02:51:662][01:16:237]Oh dinda menjadilah bunga
[03:36:744][02:56:268][01:20:840]Di indahnya taman cinta
[03:41:461][03:00:803][01:25:535]Ya Allah bimbinglah kami
[03:46:165][03:05:636][01:30:103]Di dalam perjalanan ini
[03:51:726][03:11:171][01:35:766]
Created by Abu Naufal
Pengirim : Abu Naufal
*menghayal dulu ahhh:P.. boleh kan, iya kan, benar kan (film OB)? :D yang pernah ane dpt tausiyah katanya seh gak boleh seorang akhwat menghayalkan salah satu teman ikhwan yang dikenal untuk menjadi suaminya ^_^...
so ane jadi bingung disini. klo dipikiran dan khayalan ane cuman menginginkan seseorang ikhwan yang menyanyikan itu disaat dia berniat ingin mengkhitbah ane gimana ya?:D... hahahah
kocak juga. but hayal sosok dari fisik seh jujur *blank mode on (alias buram gitu) coz gak ada yang bisa ane bayangin seh.. namanya jg bayang yah kyk bayang2 deh...=))
inilah coletahan ane....biar tulisan artikelnya banyak =)).
wassalamu`alalikum wr wb
July 19, 2006
Panas 1 pekan lebih 3 Hari
Jadi saya berfikir kembalikan kehidupan dan pikiran kita kepada Alloh SWT.
June 29, 2006
Merenung Sejenak

Assalamu`alaikum wr wb.
Bismillahirohmanirohim.
April 18, 2006
Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu DiAmerika
Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu DiAmerika
Rabu, 22 Februari 06
Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikanbangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani . Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semogaAllah SWT memberinya hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuahperkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuahgereja yang terdapat di kampung tersebut.
Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupunmemenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salahsatu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaanmereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untukmemberikan penghor-matan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hatkepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap iakeluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan ituberkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming daritempatnya.
Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjaminkeselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar.Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat diwajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaanpemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapapertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dansekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debattersebut.Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dananda harus menja-wabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!
Sang pendeta pun mulai bertanya,
1.Sebutkan satu yang tiada duanya,
2.dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidakmempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawaisinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Diatidak menyu-kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpaayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yangdiadzab dengan api dan siapakah yangterpelihara dari api? 20.Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah ygdiadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara daribatu? 21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggapbesar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiapranting mempunyai 30 daun, setiap daunmempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawahsinaran matahari?
" Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
• Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
• Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. AllahSWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siangsebagai dua tan-da (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).
• Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yangdilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkansampan, membunuh seorang anak kecil dan ketikame-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.
• Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zaburdan al-Qur'an. • Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
• Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tikaAllah SWT menciptakan makhluk.
• Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuhlapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakantujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidakmelihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatuyang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
• Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikatpemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,"Danmalaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
• Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yangdiberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yangbercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah,kutu dan belalang dan *
• Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialahke-baikan. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yangberbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat."(Al-An'am: 160).
• Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlahsaudara-saudara Yusuf .
• Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizatNabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan(ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, laluKami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.'Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air."(Al-Baqarah: 60).
• Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlahsaudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
• Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyairuh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Danwaktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing."(At-Takwir: 18).
• Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelanNabi Yunus AS.
• Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surgaadalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika merekaberkata kepada ayahnya,"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergiberlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekatbarang-barang kami, lalu dia dimakan serigala."Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepadamereka," tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayahmereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampunbagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang MahaPengampun lagi Maha Penyayang."
• Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukaiadalah suara keledai. Allah SWT berfirman,"Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suarakele-dai." (Luqman: 19).
• Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibuadalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dankambing Nabi Ibrahim.
• Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yangdiadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yangterpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWTberfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkanIbrahim." (Al-Anbiya': 69).
• Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta NabiShalih, yang diadzab dengan batu adalah tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu adalahAsh-habul Kahfi (penghuni gua).
• Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkarabesar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firmanAllah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itusangatlah besar." (Yusuf: 28).
• Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap rantingmempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 dibawah teduhan dan dua di bawah sinaran mataharimaknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan,daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang limawaktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di sianghari. Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngarjawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepadapendeta agar menjawab satu pertanyaan saja.
Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?
" mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadikelu,hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya punberubah. Ia berusaha menyem-bunyikan kekhawatirannya, namunhasilnya nihil.Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknyaagar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusahamengelak.Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!
" Pendeta tersebut berkata, "Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab,
"Kami akan jamin keselamatan anda."Sang pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa annaMuhammadar Rasulullah."Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir digereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan danmenjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorangpemuda muslim yang bertakwa
.*** Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)* Kisah nyata ini diambil dari Mausu'ah al-Qishashal-Waqi'ah melalui internet, http://www.gesah.net/ Wassalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh
April 04, 2006
Kucari engkau wahai Kekasih Sejati
Sedih rasanya hidup dalam kesendirian
Tiada tempat untuk mengadukan kesedihan
Teman memang banyak, kenalan pun dimana-mana
Namun tiada artinya bila tak menjadi penawar dahaga
Dahaga kehausan akan kasih sayang
Dahaga kehausan akan ketentraman
Dahaga kehausan akan cinta
Dahaga kehausan akan ibadah dan pahala tak terkira
Mata menjadi samar karena remangnya cahaya
Nafsu dapat menghancurkan karena lemahnya penjaga
Diri menjadi rapuh karena tiada teman bicara
Hati semakin keruh karena tiada yang mengkilaukannya
Titian ini kulalui dengan penuh hati-hati
Namun masih saja aku terjerat debu-debu berduri
Panjangnya jalan mungkin akan bisa terlintasi
Bila ada kawan sehati yang menemani
Rasul dalam kekalutan diselimuti khadijah dengan kelembutan
Namun diriku dalam keresahan hanya diselimuti kegelisahan
Rasul menjejaki dakwah dengan ditemani khadijah
Namun diriku mengarungi dakwah ditemani gundah
Ku cari Kekasih di dunia
Sebagai penyejuk mata
Sebagai penawar hati
Sebagai teman seperjuangan dalam dakwah ini
Wahai Allah yang Maha Lembut
Bantulah aku menggapai surga
Wahai Murabbi dan Murabbiyah
Jadilah perantara mencarikan aku surga
Wahai Ikhwan yang ku harap dan ku nanti
Ku harapkan keikhlasanmu dengan hati
Ku ingin engkau rela menerima apa adanya diri
Temanilah dan bantulah diriku menggenapkan separuh dien ini...
Yathie (hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien)
March 16, 2006
20 Muwashofat Sang Pejuang
Bismillahirohmanirohim.
20 Muwashofat Sang Pejuang
Setidaknya, ada 20 kriteria yang harus dimilikipejuang, yang disarikandari Al Qur'an dan hadits, yaitu :
1. Aqidahnya bersih (saliimul 'aqiidah)
2. Akhlaknya solid (Matiinul khuluqi)
3. Ibadahnya benar (Shohiihul I'baadah)
4. Tubuhnya sehat dan kuat (Qowiyyul jismi)
5. Pikirannya intelek (Mutsaqqoful fikri)
6. Jiwanya bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi)
7. Mampu berusaha mencari nafkah (Qaadiirun 'alalkasbi)
8. Efisien dalam memanfaatkan waktu (Hariisun 'alalwaqti)
9. Bermanfaat bagi orang lain (Naafi'un lighoirihi)
10. Selalu menghindari perkara yang samar-samar(Ba'iidun 'anisy syubuhat)
11. Senantiasa menjaga dan memelihara lisan (Hifdzullisaan)
12. Selalu istiqomah dalam kebenaran (istiqoomatunfilhaqqi)
13. Senantiasa menundukkan pandangan dan memeliharakehormatan (Gaddhulbashor wahifdul hurumat)
14. Lemah lembut dan suka memaafkan (Latiifun wahubbul'afwi)
15. Benar, jujur dan tegas (Al Haq,Al-amanah-wasyja'ah)
16. Selalu yakin dalam tindakan (Mutayaqqinunfil'amal)
17. Rendah hati (Tawadhu')
18. Berpikir positif dan membangun (Al-fikruwal-bina')
19. Senantiasa siap menolong (Mutanaashirunlighoirihi)
20. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir(Asysyidda'u 'alal kuffar)...
Sudahkah kita melaksanakan salah satu dari option itu ikhwan, Mari koreksi dan muhasabah diri.
Ya Rabb Kami hanya Ingin Engkau ridho kepada Kami. Amin Ya Robal Allamin.
Wassalamualaikum wr wb
March 11, 2006
Khilafah dan Benturan Peradaban
Khilafah dan Benturan Peradaban
Diskursus mengenai Khilafah akhir-akhir ini semakin menyeruak ke permukaan. Di satu pihak mengklaim bahwa Khilafah (Negara Islam) adalah sesuatu yang sangat tidak realistis, absurd dan hanya merupakan romantisme sejarah. Kelompok ini berpendapat bahwa ideologisasi Islam dan realitas Khilafah tidak ada dalam Al-Qur’an. NU misalnya, sebagai salah satu ormas Islam terbesar di negeri ini lewat Gus Dur mayakinkan publik bahwa NU tak pernah bercita-cita untuk mendirikan negara Islam.
Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) tidak pernah mencita-citakan, apalagi bermimpi mendirikan negara Islam di Indonesia. Sejak Muktamar NU di Banjarmasin 1935 yang memutuskan tidak ingin mendirikan negara Islam sampai Muktamar NU di Situbondo 1984 yang menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas bernegara, merupakan bukti bahwa NU tidak pernah menginginkan berdirinya negara Islam di bumi Indonesia. Lebih lanjut ia mengatakan, "Saya sendiri dalam menjalankan pemerintahan juga berpegang pada keputusan para ulama, yaitu kita tidak wajib mendirikan negara Islam, melainkan wajib menegakkan keimanan Islam dan akhlak Islam di dalam diri orang-orang yang percaya. Dengan kata lain,tidak ada kewajiban mendirikan negara Islam. Kalau ini tidak diterima orang, bagi saya orang itu belum paham," kata Presiden Gus Dur (Kompas,27 Maret 2000).
Keterbatasan pemahaman Islam sebagai sebuah ideologi telah menyebabkan kebingungan di kalangan umat Islam ketika membahas mengenai konsep Khilafah itu sendiri. Bahkan lebih parah lagi ada beberapa pihak yang berusaha mereduksi ajaran Islam itu hanya sebatas ibadah ritual semata. Pemahaman seperti ini telah mengkerdilkan makna dari negara Islam dan kesempurnaan Syariat Islam yang telah diturunkan Allah SWT sebagai solusi problematika umat. Kekhawatiran akan berdirinya Khilafah seringkali juga dipicu oleh fakta bahwa selama ini isu agama sering dituding sebagai sumber konflik sosial. “Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mereduksi atau kalau mungkin mengeliminasi faktor agama ini sebagai sumber konflik sosial. Yakni dengan menghilangkan isu negara Islam dan Islamisasi di Indonesia. Hal ini penting sebab ini menyangkut perasaan umat non-Muslim. Mereka harus diberikan pengertian bahwa mendirikan negara Islam bukanlah menjadi kewajiban dan cita-cita umat Islam Indonesia (Faisar Ananda Arfa, alumni S2 McGill University, kini sedang menyelesaikan Program S3 di IAIN Jakarat—dalam tulisannya di Kompas, 15 Maret 1999). Pendapat yang senada disampaikan oleh Ali Abdul Raziq, seorang profesor ilmu kesusasteraan Al Azhar Kairo, mengeluarkan buku yang sangat kontroversial berjudul "Al Islam wa `Ushul Al Hukm" (terjemahan Indonesia berjudul “Khilafah dan Pemerintahan Islam"), mengatakan bahwa Islam tidak mewajibkan kepada umat untuk mengangkat imam atau pemimpin tertinggi yeng menjadi pengatur kepentingan mereka. Tidak ada sesuatu dalil apapun dari Al-Qur'an atau Sunnah, begitu juga tidak ada ijma' yang mengatakan seperti itu. Melaksanakan syi'ar keagamaan, hukum-hukum syari'at dan kemaslahatan masyarakat, tambahnya, tidak tergantung pada ada atau tidaknya imamah atau khilafah, tetapi tergantung kepada wujudnya suatu pemerintahan apapun model konstitusinya maupun sistemnya. Karena Islam tidak menentukan bentuk ini ataupun itu didalam urusan pemerintahan (Kodrat 2001)
Sementara itu di pihak lain berpendapat bahwa Khilafah adalah sesuatu yang sahih, dan wajib untuk ditegakkan sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, para shahabat dan khilafah-khilafah sesudahnya. Mereka mengklaim bahwa Khilafah adalah panacea bagi penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi umat Islam saat ini. Khilafah adalah sebuah keniscayaan dan bukan sekedar romantisme historis semata. Khilafah adalah institusi yang sah dan satu-satunya untuk menjamin pelaksanaan Syariat Islam secara menyeluruh. Catatan kecil ini mencoba untuk memaparkan beberapa hal mengenai Khilafah, apa, bagaimana hukumnya serta mengapa terjadi perbedaan pandangan di kalangan umat Islam serta bagaimana posisi Negara Islam ini dalam benturan peradaban (clash of civilization).
Apa itu Khilafah?
Secara ringkas, Imam Taqiyuddin An Nabhani mendefinisikan Daulah Khilafah sebagai kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariat Islam dan mengemban risalah islam ke seluruh penjuru dunia. (An Nabhani, Nizhamul hukmi fil islam, hal. 17).
Dari definisi ini jelas bahwa hanya ada satu Daulah Khilafah bagi seluruh kaum muslimin. Adian Husaini menyebutkan bahwa Kekhilafahan (Khilafah) adalah kepemimpinan dunia Islam di bawah seorang Khalifah. Mengutip catatan Dr. Muhammad Sayyid Al Wakil, Husaini juga menyebutkan bahwa Khilafah Islamiyah adalah simbol persatuan masyarakat Islam. Dalam kondisi terlemah pun Khilafah islamiyyah jauh lebih baik bagi kaum muslim daripada berpecah belah dan mengantarkan keruntuhannya.
Apa hukumnya menegakkan Khilafah?
Kajian terhadap hukumnya menegakkan Khilafah harus didasarkan pada dalil-dalil syara’. Para ulama fikih mendefinisikan, dalil syara’ adalah sesuatu yang dijadikan sebagai hujjah (argumen), bahwa yang dibahas dari sana adalah hukum syara’.
1. Al-Qur’an
Di dalam Al-Qur’an memang tidak terdapat istilah Daulah yang berarti negara. Tapi jangan salah paham sehingga menyimpulkan bahwa Islam tidak mempunyai konsep kenegaraan yang unggul. Ketiadaan suatu istilah tidak semestinya bermakna ketiadaan suatu konsep. Contohnya konsep terpenting dalam Islam adalah wujud Allah, tetapi istilah wujud tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Tetapi bukan berarti ketiadaan istilah wujud Allah, kemudian menyebabkan setiap orang tidak bisa memahami eksistensi Allah sebagai Sang Pencipta. Keberadaan Allah bisa kita cerap dari keberadaan makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Demikian juga dengan konsep Daulah (negara). Tetapi dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang menunjukkan wajibnya umat memiliki pemerintahan/negara (ulil amri) dan wajibnya menerapkan hukum dengan hukum-hukum yang diturunkan Allah SWT.
“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul-Nya dan ulil amri di antara kalian.” (Qs. An-Nisaa` [4]: 59).
Ayat di atas mewajibkan kepada kita untuk mentaati Ulil Amri, yatu seorang Al Hakim (penguasa). Pemahaman terbalik terhadap ayat ini juga menjelaskan perintah untuk mengadakan atau mengangkat Ulil Amri, sebab mustahil Allah memerintahkan kita untuk mentaati pihak yang eksistensinya tidak ada. Allah juga tidak mungkin mewajibkan kita untuk mentaati sesuatu yang keberadaannya berhukum mandub (sunah). Sehingga jelas bahwa mewujudkan Ulil Amri adalah suatu perkara yang wajib. Sebab adanya ulil amri menyebabkan terlaksananya kewajiban menegakkan hukum syara’, sedangkan mengabaikan terwujudnya ulil amri menyebabkan terabaikannya hukum syara’. Jadi mewujudkan ulil amri itu adalah wajib, karena kalau tidak diwujudkan akan menyebabkan terlanggarnya perkara yang haram, yaitu mengabaikan hukum syara’ (tadhyii’ al hukm asy syar’iy).
Di samping itu, Allah juga memrintahkan kepada Rasulullah SAW untuk mengatur urusan kaum muslimin berdasarkan hukum-hukum yang diturunkan Allah SWT.
“Maka putuskanlah perkara di antara di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka (dengan) meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.” (Qs. Al-Maa’idah [5]: 48).
“Dan putuskanlah perkara di antara di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari apa yang telah diturunkan Allah kepadamu”
(Qs. Al-Maa’idah [5]: 49).
Dalam kaidah ushul fikih dinyatakan bahwa perintah (khitab) Allah kepada Rasulullah juga merupakan perintah kepada seluruh kaum muslimin, selama tidak ada dalil yang menkhusukan perintah ini hanya kepada Rasulullah SAW (Khitabur rasuli khithabun li ummatihi malam yarid dalil yukhashishuhu bihi). Dalam hal ini tidak ada dalil yang mengkhususkan perintah di atas hanya kepada Rasulullah SAW, sehingga ayat di atas berlaku secar umum, yaitu berlaku kepada seluruh umat Islam. Dan perintah untuk mentaati hukum-hukum Allah tidak bermakna lain kecuali menegakkan hukum dan pemerintahan Islam. Sebab hanya dengan pemerintahan itulah terdapat jaminan bahwa hukum-hukum yang diturunkan Allah SWT dapat ditegakkan secara sempurna. Dengan demikian, jelaslah bahwa sesungguhnya konsep negara/pemerintahan Islam telah disyariatkan dalam Al-Quran, atau dengan kata lain ayat-ayat di atas menunjukkan wajibnya keberadaan sebuah negara sebagai formalisasi penerapan hukum-hukum Islam, yaitu Khilafah Islamiyyah.
2. as-Sunnah
as-Sunnah yaitu apa yang bersumber dari Rasulullah SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir (persetujuan, diamnya) atau sifat. As-Sunnah sama seperti al-Qur’an, hanya saja Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan kepada Nabi berupa lafazh dan maknanya, sedangkan as-Sunnah hanya maknanya saja yang disampaikan kepada Nabi sementara lafazhnya disusun oleh Nabi SAW, maka as-Sunnah seperti halnya Al-Qur’an sehingga orang mengingkarinya adalah kufur. Adapun hubungan Al-Qur’an dan as-Sunnah adalah bahwa as-Sunnah memerincikan apa yang mujmal (global) dari Al-Qur’an, mengkhususkan yang bentuknya umum, membatasi yan cakupannya terlalu luas (mutlaq) dan melahirkan hukum-hukum lain yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an.
Abdullah bin Umar meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah mengatakan, ‘Barangsiapa melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menemui Allah di Hari Kiamat dengan tanpa alasan. Dan barangsiapa mati sedangkan di lehernya tak ada bai’ah (kepada Khalifah) maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” [HR. Muslim].
Nabi SAW mewajibkan adanya bai’at pada leher setiap muslim dan mensifati orang yang mati dalam keadaan tidak berbai’at seperti matinya orang-orang jahiliyyah. Padahal bai’at hanya dapat diberikan kepada Khalifah, bukan kepada yang lain. Jadi hadits ini menunjukkan kewajiban mengangkat seorang Khalifah, yang dengannya dapat terwujud bai’at di leher setiap muslim. Sebab bai’at baru ada di leher kaum muslimin kalau ada Khalifah/Imam yang memimpin Khilafah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Bahwasanya Imam itu bagaikan perisa (tameng), dari belakangnya umat berperang dan dengannya umat berlindung.” [HR. Muslim]
“Dahulu para nabi yang mengurus Bani Israil. Bila wafat seorang nabi diutuslah nabi berikutnya, tetapi tidak ada lagi nabi setelahku. Akan ada para Khalifah dan jumlahnya akan banyak.” Para shahabat bertanya,’Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi menjawab,’Penuhilah bai’at yang pertama dan yang pertama itu saja. Penuhilah hak-hak mereka. Allah akan meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang menjadi kewajiban mereka.” [HR. Muslim].
Kedua hadits di atas merupakan pemberitahuan (ikhbar) dari Rasulullah SAW bahwa seorang Khalifah adalah laksana perisai, dan bahwa akan ada penguasa-penguasa yang memerintah kaum muslimin. Pernyataan Rasulullah SAW bahwa seorang Imam itu laksana perisai menunjukkan pemberitahuan tentang adanya faidah-faidah keberadaan seorang Imam, dan ini merupakan suatu tuntutan (thalab). Sebab, setiap pemberitahuan yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya, apabila mengandung celaan (adz dzamm) maka yang dimaksud adalah tuntutan untuk meninggalkan (thalab at tarki), atau merupakan larangan (an nahy); dan apabila mengandung pujian (al mad-hu) maka yang dimaksud adalah tuntutan untuk melakukan perbuatan (thalab al fi’li). Dan kalau pelaksanaan perbuatan yang dituntut itu menyebabkan tegaknya hukum syara’ atau jika ditinggalkan mengakibatkan terabaikannya hukum syara’, maka tuntutan untuk melaksanakan perbuatan itu berarti bersifat pasti (fardlu). Jadi hadits pertama dan kedua ini menunjukkan wajibnya Khilafah, sebab tanpa Khilafah banyak hukum syara’ akan terabaikan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Bila seseorang melihat sesuatu yang tidak disukai dari amirnya (pemimpinnya), maka bersabarlah. Sebab barangsiapa memisahkan diri dari penguasa (pemerintahan Islam)
walau sejengkal saja lalu ia mati, maka matinya adalah mati jahiliyah.” [HR. Muslim].
Hadits ketiga menjelaskan keharaman kaum muslimin keluar (memberontak, membangkang) dari penguasa (as sulthan). Berarti keberadaan Khilafah adalah wajib, sebab kalau tidak wajib tidak mungkin Nabi SAW sampai begitu tegas menyatakan bahwa orang yang memisahkan diri dari Khilafah akan mati jahiliyah. Jelas ini menegaskan bahwa mendirikan pemerintahan bagi kaum muslimin statusnya adalah wajib.
Rasulullah SAW bersabda pula :
“Barangsiapa membai’at seorang Imam (Khalifah), lalu memberikan genggaman tangannya dan menyerahkan buah hatinya, hendaklah ia mentaatinya semaksimal mungkin. Dan jika datang orang lain hendak mencabut kekuasaannya, penggallah leher orang itu.”
[HR. muslim].
Dalam hadits ini Rasululah SAW telah memerintahkan kaum muslimin untuk mentaati para Khalifah dan memerangi orang-orang yang merebut kekuasaan mereka. Perintah Rasulullah ini berarti perintah untuk mengangkat seorang Khalifah dan memelihara kekhilafahannya dengan cara memerangi orang-orang yang merebut kekuasaannya. Semua ini merupakan penjelasan tentang wajibnya keberadaan penguasa kaum muslimin, yaitu Imam atau Khalifah. Sebab kalau tidak wajib, niscaya tidak mungkin Nabi SAW memberikan perintah yang begitu tegas untuk memelihara eksistensinya, yaitu perintah untuk memerangi orang yang akan merebut kekuasaan Khalifah.
Dengan demikian jelaslah, dalil-dalil As Sunnah ini telah menunjukkan wajibnya Khalifah bagi kaum muslimin.
3. Ijma Shahabat
Sebagai sumber hukum Islam ketiga, Ijma’ Shahabat menunjukkan bahwa mengangkat seorang Khalifah sebagai pemimpin pengganti Rasulullah SAW hukumnya wajib. Mereka telah sepakat mengangkat Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, ridlwanullah ‘alaihim.
Ijma’ Shahabat yang menekankan pentingnya pengangkatan Khalifah, nampak jelas dalam kejadian bahwa mereka menunda kewajiban menguburkan jenazah Rasulullah SAW dan mendahulukan pengangkatan seorang Khalifah pengganti beliau. Padahal menguburkan mayat secepatnya adalah suatu keharusan dan diharamkan atas orang-orang yang wajib menyiapkan pemakaman jenazah untuk melakukan kesibukan lain sebelum jenazah dikebumikan. Namun, para shahabat yang wajib menyiapkan pemakaman jenazah Rasulullah SAW ternyata sebagian di antaranya justru lebih mendahulukan upaya-upaya untuk mengangkat Khalifah daripada menguburkan jenazah Rasulullah. Sedangkan sebagian shahabat lain mendiamkan kesibukan mengangkat Khalifah tersebut, dan ikut pula bersama-sama menunda kewajiban menguburkan jenazah Nabi SAW sampai dua malam, padahal mereka mampu mengingkari hal ini dan mampu mengebumikan jenazah Nabi secepatnya. Fakta ini menunjukkan adanya kesepakatan (ijma’) mereka untuk segera melaksanakan kewajiban mengangkat Khalifah daripada menguburkan jenazah. Hal itu tak mungkin terjadi kecuali jika status hukum mengangkat seorang Khalifah adalah lebih wajib daripada menguburkan jenazah.
Demikian pula bahwa seluruh shahabat selama hidup mereka telah bersepakat mengenai kewajiban mengangkat Khalifah. Walaupun sering muncul perbedaan pendapat mengenai siapa yang tepat untuk dipilih dan diangkat menjadi Khalifah, namun mereka tidak pernah berselisih pendapat sedikit pun mengenai wajibnya mengangkat seorang Khalifah, baik ketika wafatnya Rasulullah SAW maupun ketika pergantian masing-masing Khalifah yang empat. Oleh karena itu Ijma’ Shahabat merupakan dalil yang jelas dan kuat mengenai kewajiban mengangkat Khalifah.
4. Kaidah Syar’iyah
Ditinjau dari analisis kaidah ushul fikih, mengangkat Khalifah juga wajib, hal ini didasarkan pada suatu kaidah ushul fikih yaitu: Maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib (Jika sebuah kewajiban tidak sempurna kecuali dengan adanya sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya)
Melaksanakan hukum-hukum Islam secara menyeluruh adalah suatu kewajiban. Sementara hal tersebut tidak bisa dilakukan secara sempurna yang tanpa adanya kekuasaan yang menjamin penegakan hukum-hukum Islam maka eksistensi negara (Khilifah) hukumnya adalah wajib. Formalisasi syariat Islam ini mutlak adanya, sebab institusi Khilafah inilah yang berkewajiban untuk memastikan bahwa syariat Islam telah dilaksanakan secara menyeluruh kepada seluruh kaum muslimin, juga berkewajiban untuk mengemban risalah Islam ke seluruh dunia serta menjaga eksistensi, jiwa dan harta seluruh kaum muslimin.
Pengakuan Ide
Bahwa Islam mengatur masalah kenegaraan sebenarnya sudah banyak dibahas oleh para fuqaha (ahli ilmu fiqih), jadi bukanlah hal yang asing. Demikian pula dikalangan para pengamat Islam dari Barat (orientalis) banyak diantara mereka mengakui bahwa Islam dan negara adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan.
Abdul Muta'al Muhammad al Jabari mengumpulkan pendapat para orientalis Nasrani dalam bukunya Nizhamul Hukm fi Al-Islam bi aqlaami Falaasifatin Nashara mengungkapkan antara lain (Kodrat 2001):
Lorafa Gialery:
Islam itu adalah agama dan negara. Dan sekalipun Barat yang kini maju dengan memisahkan agama dari negara, tetapi Islam tetap tidak memisahkan agama dari negara.
Gustav Grembown:
Penobatan Khalifah kaum muslimin disepakati dengan ijma'. Hal ini telah diperinci oleh para fuqaha.
Bernad Lewis:
Sebelum Khilafah runtuh, para Sultan (Khalifah) adalah penguasa tanpa saingan yang hampir seluruh kaum muslimin bergabung dengannya.
M. Dhyauddin Rayyis juga mengumpulkan beberapa pendapat para orientalis dalam bukunya An Nadlariyat As-Siyasah al Islamiyah antara lain:
Thomas Arnold:
Nabi seorang kepala agama dan kepala negara.
R. Gibb:
Sejak saat itu sudahlah menjadi jelas, bahwa Islam bukanlah semata-mata keyakinan agama individual, tetapi sudah mewajibkan pembentukan suatu masyarakat yang mandiri, yang memiliki bentuk pemerintahan yang mandiri serta memiliki konstitusi dan sistem pemerintahan yang khusus.
Sementara itu dari kalangan fuqaha Islam terdahulu, masalah ini bisa dilihat dari berbagai buku yang mereka buat. Buku tersebut antara lain :
Imam Al-Ghazali:
"Oleh karena itu, dikatakan bahwa agama dan kekuasaan adalah bagai saudara kembar. Dikatakan pula bahwa agama adalah fondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi akan runtuh, sedang segala sesuatu yang tidak berpenjaga akan hilang lenyap".
(Lihat Imam Al-Ghazali, al-Iqtishad fi al-I'tiqad, halaman 199).
Muhammad bin Al-Mubarrak :
"Al-Qur'an mengandung hukum-hukum yang mustahil dapat diterapkan tanpa adanya pemerintahan dan negara (Islam) yang mengambil dan menerapkan hukum-hukum itu. Maka sesungguhnya mendirikan negara dan menjalankan tugas pemerintahan dan kekuasaan adalah bagian substansial dari ajaran Islam. Islam tidak akan tegak sempurna tanpa negara dan bahkan keislaman kaum muslimin pun tidak akan sempurna tanpa negara".
(Lihat Muhammad bin Al-Mubarrak, al-Hukmu wa ad-Daulah, halaman 11).
Syaikh Abdurrahman al-Jaziri :
"Para Imam (yaitu Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan Ahmad)-Rahimahullah - telah sepakat bahwa Imamah (Khilafah) adalah fardlu, dan bahwa kaum muslimin wajib mempunyai seorang imam (khalifah) yang akan menegakkan syi'ar-syi'ar agama, dan menolong orang-orang yang dizhalimi".
(Lihat Syaikh Abdurrahman al-Jaziri, al-Fiqh `Ala al-Madzahib al- Arba'ah, Juz V halaman 614).
Imam Ibnu Hazm:
"Seluruh golongan Ahlus Sunnah, Murji'ah, Syi'ah dan Khawarij, telah sepakat mengenai kewajiban Imamah dan bahwa ummat wajib menta'ati Imam yang adil yang menegakkan hukum-hukum Allah, dan memimpin mereka dengan hukum-hukum syari'at yang dibawa Rasulullah SAW". (Lihat Ibnu Hazm, al-Fashlu fil Milal wa al-ahwa an-Nihal, juz 4, hal 87).
Imam al-Qurthubi:
"Tidak ada perbedaan pendapat mengenai wajibnya perkara itu (yakni kewajiban Khilafah) baik diantara ummat maupun diantara para imam, kecuali pendapat al-Asham -yang tuli (Arab: `asham"-tuli) terhadap syari'at- dan siapa saja yang mengambil dan mengikuti pendapatnya".(Lihat Imam al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, juz 1, hal. 264).
Ibnu Khaldun:
"Sesungguhnya pengangkatan Imam adalah wajib, hal ini telah diketahui secara syar'i berdasarkan ijma' shahabat dan tabi'in dan para shahabat Rasulullah Saw ketika beliau wafat mereka bergegas membai'at Abu Bakar r.a. dan menerima pandangannya dalam setiap urusan mereka dan yang demikian ini terjadi setiap masa. Tidak pernah dibiarkan kekacauan di tengah-tengah manusia pada setiap masa dan penetapan hal tersebut berdasarkan ijma' menunjukkan wajibnya pengangkatan Imam". (Lihat Ibnu Khaldun, Muqoddimah,halaman 127).
Imam al Mawardi:
"Pengangkatan Imam yang ditegakkan di tengah-tengah umat adalah wajib berdasarkan ijma' (Lihat Imam Al-Mawardi, Ahkamus-Sulthoniyah, halaman 5).
Ibnu Taimiyah :
"Wajib mengangkat Penguasa (Imarah) secara agama hal ini akan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sesungguhnya mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam pemerintahan adalah dengan taat kepada Allah SWT dan taat kepada Rasulullah Saw."
(Lihat Ibnu Taimiyah, as-Siyasah as-Syar'iyah, halaman 161).
"Wajib diketahui manusia bahwa adanya wilayatul amr (perintah) bagi manusia adalah kewajiban yang paling agung dalam agama. Bahkan tidak tegak agama dan juga persoalan dunia tanpanya (pemerintahan)."
(Lihat Ibnu Taimiyah, Majmu'ul Fatawa, halaman 390).
Perbedaan Pola Pikir
Isu kebangkitan Islam politik serta formalisasi Syariat Islam dalam kerangka Khilafah Islamiyyah ternyata disikapi beragam bahkan di antara kaum muslimin sendiri. Bila ditilik lebih jauh perbedaan itu sesungguhnya terjadi karena perbedaan kerangka berpikir (frame of thinking), yaitu perbedaan dalam memandang hubungan antara agama dan negara dalam kaitannya dengan penerapan hukum-hukum agama (Islam) oleh negara.
Pertama, terjebak pada pola pikir sekulerisme yang memisahkan antara agama dan kehidupan (fashlu ad-din ani al-hayat). Menurut Muhammad Quthb (Ancaman Sekulerisme, 1986) sekulerisme adalah membangun struktur kehidupan di atas landasan selain agama Islam. sehingga agama dianggap sebatas nilai-nilai etika (moral), bersifat individual, sebatas memuat nilai-nilai yang dianggap universal. Agama tidak boleh mengatur secara praktis (berupa hukum dan undang-undang) dalam masalah politik, ekonomi dan kenegaraan. Asumsi sekulerisme ini dipicu oleh seruan Bible yang mengatakan, "Gives unto God what is God's, and gives unto caesar what is caesar's" (Berikanlah apa yang dimiliki tuhan kepada tuhan, dan kaisar kepada kaisar). Azhary dalam Husaini (2004) mendefinisikan sekulerisme sebagai ”paham yang ingin memisahkan/menetralisir semua bidang kehidupan seperti politik dan kenegaraan, ekonomi, hukum, sosial budaya dan ilmu pengetahuan teknologi dari pengaruh agama atau hal-hal yang gaib.
Kedua, menilai Islam dengan metode berpikir sosiologis-pragmatis. Secara luas sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia di dalam masyarakat. Dalam metode berpikir sosiologi, seperti halnya ilmu sosial lainnya, menggunakan alur berpikir induktif. Dalam kerangka berpikir induktif, teori-teori kebenaran dibangun berdasarkan fakta-fakta, sehingga terdapat semacam generalisasi berdasarkan fakta yang ada. Dengan demikian standar kebenaran itu pun menjadi bias, bersifat relatif dan berubah-ubah menurut ruang dan waktu, karena fakta-fakta itu sendiri berbeda-beda pada waktu dan tempat yang berbeda. Sebagai contoh, kesimpulan yang menyatakan bahwa orang Nasrani lebih maju dan lebih beradab daripada orang Muslim dengan membandingkan kemajuan iptek dan kehidupan masyarakat di Inggris, Amerika, Perancis dan beberapa negara Eropa bila dibandingkan dengan mayoritas kaum muslimin yang berada dalam kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan.
Kesimpulan ini pasti akan berubah jika kita melihat bahwa banyak sekali tindak kriminal, perzinahan dan berbagai pelanggaran sosial yang terjadi di negara-negara Barat tersebut. Gaya hidup mereka yang permisive, hedonis, materialistik dan amoralistik bila dibandingkan dengan keluhuran akhlak kaum muslimin, maka kesimpulannya pun akan berbunyi orang Muslim jauh lebih beradab dibandingkan orang Nasrani. Jalaluddin Rahmat dalam bukunya Rekayasa Sosial mengistilahkannya dengan Fallacy of Dramatic Instanceatau dikenal pula dengan over-generalization, yaitu penggunaan satu dua kasus untuk mendukung argumen yang bersifat general/umum.
Alur berpikir ini diperparah dengan sikap hidup mereka yang pragmatis. ”Pragmatisme” adalah suatu paham filsafat yang dipopulerkan oleh Charles S. Pierce (1905). Paham ini menetapkan aspek-aspek praktis sebagai parameter benar salahnya suatu pemikiran atau konsep. Chambers Everyday Dictionary merumuskan pragmatisme sebagai ”a philosophy or phylosophical method that makes practical consequences the test of truth”, yakni suatu filsafat atau metode filsafat yang menetapkan hasil-hasil praktis sebagai standar kebenaran. Sedangkan ”pragmatis” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990) bermakna ”bersifat praktis dan berguna bagi umum; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan)”. Lebih jauh lagi, Adian Husaini (2004) menjelaskan bahwa ada korelasi positif antara ”sekuler” dan ”pragmatis”, yaitu sama-sama memiliki kecenderungan untuk mengabaikan faktor-faktor keagamaan atau ideologis dan lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat ”praktis” dan ”memberikan manfaat” yang nyata, meskipun hal itu bertentangan dengan ajaran-ajaran ideologi atau keagamaan. Sikap beragama dan pola pikir yang pragmatis artinya sikap dan pola pikir itu dilakukan bukanlah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dalil-dalil keagamaan, tetapi hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan keuntungan dan manfaat praktis.
Adapun dalam Islam sumber kebenaran bukanlah fakta-fakta. Sumber kebenaran adalah Al-Qur'an dan Hadits termasuk yang ditunjukkan oleh keduanya yaitu ijma' sahabat dan qiyas. Fakta-fakta hanyalah sebatas obyek pembahasan yang dicari hukumnya dan harus diubah berdasarkan hukum itu. Dengan demikian dalam metode berfikir Islam, hukum Islam itu tidak berubah karena waktu dan tempat. Tetapi hukum Islamlah yang mengubah fakta yang tidak sesuai dengan hukum Islam (sumber: Muhammad Ismail dalam Bunga Rampai Pemikiran Islam (Al Fikru al Islamy) halaman 90). Sebagai contoh, pada saat kita menemukan pada kondisi masyarakat Banyuwangi dimana para isteri mencari nafkah, sedangkan suami mengurus anak di rumah, terus kemudian akan diadakan pembagian hak waris. Apakah dikarenakan suami tinggal di rumah (tidak bekerja), dan isteri bekerja lantas hukum Islam mengenai waris diubah, yaitu: dengan perbandingan dua bagi wanita, dan satu bagi pria?. Tentulah tidak, bahkan sebaliknya, faktalah yang harus diubah agar mengikuti hukum Islam, artinya pria haruslah mencari nafkah, disebabkan syara' telah mewajibkan pihak suami untuk mencari ma'isah, bukan wanita. Seandainya hukum Islam itu mengikuti fakta, maka seharusnya ada revisi-revisi ayat Al-Qur'an, yang disesuaikan dengan jaman. Na'udzubillah tsuma na'udzubillah.
Demikian juga ketika sekulerisme dan pragmatisme menjadi acuan dalam penentuan standar kebenaran. Hal ini jelas bertentangan dengan Firman Allah SWT yang mengharuskan kaum muslimin untuk berhukum hanya kepada Al-Qur’an dan as-Sunnah. Dalam banyak ayat Allah SWT memerintahkan kepada umat muslim untuk memutuskan segala sesuatunya, benar atau salahnya, hanya berdasarkan pada apa-apa yang diturunkan Allah SWT melalui Rasul-Nya.
"Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang-orang kafir" (TQS. Al Maidah:44)
"Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang-orang Zhalim" (TQS. Al Maidah:45)
"Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang-orang fasik" (TQS. Al Maidah: 47)
"Maka putuskanlah perkara diantara manusia dengan apa yang diturunkan oleh Allah, dan janganlah engkau menuruti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu"
(TQS Al Maidah: 48)
”Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (TQS.An-Nisaa: 65)
"Apakah kamu beriman kepada sebagian isi al kitab (Al-Qur'an) dan menolak sebagian isi al kitab (Al-Qur'an) yang lain, tidaklah balasan bagi orang yang melakukan demikian melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat"
(TQS Al-Baqarah: 85)
Rekayasa Barat
Paham sekulerisme dilihat dari asal pertumbuhan muncul di Barat. Saat itu di Eropa sedang mengalami masa kegelapan (The Dark Age). Melihat situasi ini, beberapa pemikir kemudian menggugat keberadaan agama yang mereka tuduh menjadi pangkal penyebab kemunduran ini. Lebih jauh mereka melihat bahwa agama (Kristen) telah digunakan untuk melegalisasi penindasan negara (kerajaan) terhadap rakyat. Terjadi pertarungan pemikiran antara dua kubu ini. Akhirnya, diambil jalan tengah yang moderat yaitu reposisi peran agama dalam kehidupan. Agama tetap diakui, hanya peran agama kemudian dipersempit pada persoalan-persoalan individu (ritual) dan moral. Agama tidak boleh ikut campur dalam hal ikhwal politik, ekonomi, pendidikan, dan persoalan-persoalan publik lainnya. Kalaupun ingin berperan agama hanya sebatas memberikan nilai-nilai (value) yang universal seperti keadilan, persamaan, kerja keras. Atau sebatas moral (ethics) seperti kejujuran, keterbukaan dsb. Namun agama tidak boleh diformulasikan dalam bentuk aturan (laws).
Dalam kerangka itulah kemudian sekulerisme kemudian berusaha dipaksakan penerapannya di negeri-negeri Islam. Berawal dari masa kolonialisme, negara-negara Barat ingin menjadikan sekulerisme menjadi acuan di seluruh dunia terutama di negeri-negeri Islam. Walaupun era kolonialisme berakhir, Barat kemudian berusaha tetap menanamkan pengaruhnya dengan mendukung penguasa-penguasa yang pro-Barat dan mau menerapkan sekulerisme dalam pemerintahan mereka. Masih dalam kerangka penjajahan, mereka kemudian menawarkan berbagai bantuan luar negeri untuk mengatasi masalah ekonomi (hutang), politik dan pendidikan. Pada gilirannya nanti akan menyebabkan negara-negara yang baru merdeka tersebut tetap bergantung kepada Barat, yang sebenarnya merupakan penjajahan model baru dari Barat.
Kenapa Barat demikian semangat melakukan sekulerisasi dunia Islam? Hal ini setelah mereka mempelajari bahwa sumber kekuatan Islam ada pada pandangan ideologisnya (aqidah) yang tidak hanya sebagai dasar hubungan manusia dengan Tuhannya (ruhiyah) tetapi juga menjadi landasan hubungan manusia dengan sesama manusia (siyasiyah/politik).
Untuk melemahkan kekuatan Islam ini, mereka kemudian menanamkan ide-ide kapitalisme di dunia Islam. Disamping lewat aturan-aturan yang diterapkan ditengah-tengah masyarakat, juga lewat para intelektual-intelektual yang dididik dengan pemikiran sekuler di Barat. Hasilnya sekarang cukup signifikan, dengan dipisahkannya Islam dari politik dan persoalan publik lainnya, mereka bisa mengokohkan penjajahan mereka atas dunia Islam. Saat sekarang ini hampir seluruh negeri-negeri Islam para penguasanya tunduk ke Barat dan tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungan kepada Barat.
Bagi Barat disatukannya Islam dan urusan masyarakat (terutama politik) adalah ancaman utama bagi mereka. Mereka khawatir kebangkitan Islam politik akan mengembalikan persatuan dunia Islam di bawah naungan Khilafah Islam. Merka punya pengalaman yang demikian pahit ketika Khilafah Islam masih ada, terutama saat-saat Perang Salib. Mereka juga mengalami pengalaman pahit yang demikian mendalam bagaimana sulitnya menjajah negeri-negeri Islam, meskipun sudah berantakan, karena di dalam masyarakatnya masih ada semangat jihad melawan kekufuran dan penindasan.
Ketakutan terhadap bangkitnya Islam kaffah (yang mengatur segenap aspek kehidupan) ini tampak dari pernyataan tokoh-tokoh Barat. Perdana Menteri Inggris Goldstone pernah mengacungkan Al-Qur'an dalam sidang parlemen Inggris dan menyatakan: "Selama kitab ini masih ditangan kaum muslimin kita tidak akan bisa mengalahkan mereka dan kita tidak akan pernaha aman dari mereka". Huntington pernah membuat geger ketika dalam bukunya "The Clash of Civilization" menyatakan musuh peradaban Kapitalisme masa depan adalah Islam. Francis Fukuyama dalam bukunya "The End of History" juga mengisyaratkan hal yang senada dia menyebutkan :"Kapitalisme adalah ideologi yang terakhir bagi peradaban manusia dan sesungguhnya Islam meskipun lemah dan terpecah adalah sebagai ancaman agama baru ini (Kapitalisme)". (lihat DISKURSUS NEGARA ISLAM: Antara Das Sein dan Das Sollen halaman 18).
Dominasi peradaban Kapitalisme ini semakin kokoh setelah para intelektual yang dididik di Barat bahkan beberapa ulama juga menyuarakan hal yang sama. Muncullah slogan-slogan “Islam Yes Partai Islam No", "yang penting substansinya bukan kulitnya", "yang penting akhlaknya bukan asas Islamnya". Muncul pula istilah-istilah yang semakin membuat opini yang menyudutkan politik Islam, seperti Islam kultural vs Islam struktural, Islam kanan vs Islam kiri, Islam fundamentalis vs Islam moderat. Semua slogan-slogan ini pada intinya ingin menjauhkan umat Islam dari ajaran-ajaran Islam dibidang politik, ekonomi dan aspek kemasyarakatan lainnya.
Sebagian besar tokoh politik dan intelektual kemudian ikut-ikutan menuduh kalau Islam dikaitkan dengan politik adalah sebuah kemunduran, primordialisme, sekterian, politisasi agama dan tuduhan-tuduhan negatif lainnya. Berhasilnya sekulerisme di dunia Islam ini, salah satunya tampak dari lemahnya dukungan masyarakat (umat Islam) kepada partai politik Islam di belahan dunia Islam.
Keniscayaan Perang Peradaban
Meski banyak menimbulkan pro dan kontra, teori tentang perang peradaban yang dicetuskan oleh ilmuwan Amerika Samuel P. Huntington pada faktanya tidak bisa dipungkiri. Pasca perang dingin dengan melihat relaita yang ada, sesungguhnya sedang berlangsung perang peradaban antara Barat dan Islam. Bahkan boleh dikatakan, perang peradaban modern saat ini hanyalah lanjutan dari perang peradaban yang terjadi di masa lalu, khususnya era perang salib.
Semenjak berakhirnya bipolaritas Kapitalisme-Sosialisme, yang ditandai dengan runtuhnya Uni Soviet sebagai negara pengusung Sosialisme dan lepasnya wilayah-wilayah negara bekas Uni Soviet-, Francis Fukuyama, seorang pemikir Amerika keturunan Jepang, menyebut peristiwa itu sebagai babak Akhir Sejarah (The End of History). Menurutnya, benturan Kapitalisme-Sosialisme telah berakhir, dan dunia akan berpola mengikuti sistem Demokrasi Liberal dengan Amerika sebagai kaptennya. Era ini diproklamirkan George Bush sebagai The New World Order (tata Dunia Baru) dengan Amerika sebagai single player dan Negara-negara lainnya sebagai buffernya.
Namun, seiring dengan terpolarisasinya berbagai negara ke dalam jaringan sistem Kapitalisme global, muncul sebuah analisis futuristik dari Samuel P. Huntington tentang masa depan pola hubungan internasional yang menunjukkan kecenderungan antagonistik dan diwarnai konflik. Secara lebih tegas dia mengatakan, konflik itu semakin meningkat antara Islam dan masyarakat-masyarakat Asia di satu pihak dan Barat di pihak lain. Lebih jauh lagi, Huntington memprediksikan, tantangan paling serius bagi hegemoni Amerika pada masa mendatang adalah revivalisme Islam dan peradaban Cina (baca: Konfusianis).
Kini perseteruan antara Islam dan Barat semakin meruncing setelah terjadi Tragedi WTC 11 September 2001. Kasus ini telah berhasil dieksploitasi sedemikian rupa oleh AS dan sebagai jalan bagi pemberlakuan UU antiteroris di seluruh dunia. Terorisme yang dimaksudkan oleh Amerika adalah Islam dan tidak ada pengertian lain. Noam Chomsky menyebut permainan stigma Barat sebagai “newspeak” untuk membatasi pandangan dan realita sehingga ketika kata-kata teroris, fundamentalis, ekstremis, dan kelompok radikal diucapkan maka konotasinya tidak jauh dari negara-negara Timur Tengah yang notabene adalah negeri-negeri Islam.
Bahkan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyebut ideologi Islam sebagai ‘ideologi setan’. Dalam pidatonya pada Konferensi Kebijakan Nasional Partai Buruh Inggris, Blair menjelaskan ciri ideologi setan, yaitu: (1) Menolak legitimasi Israel; (2) Memiliki pemikiran bahwa syariat adalah dasar hukum Islam; (3) Kaum Muslimin harus menjadi satu kesatuan dalam naungan Khalifah; (4) Tidak mengadopsi nilai-nilai liberal dari Barat.
Peradaban (hadhârah) secara bahasa adalah al-hadhar (tempat tinggal di suatu wilayah yang beradab seperti kota), sebagai lawan/kebalikan dari kata al-badwu (derah pinggiran kota dan pedesaan/pedalaman. (Lazuardi Al Jawi, Hakikat Benturan Peradaban, 2005)
Di kalangan Barat, peradaban diistilahkan dengan civilization; di ambil dari kata civilis, yang berarti memiliki kewarganegaraan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam bahasa Prancis dan Inggris pada akhir Abad XVIII untuk menggambarkan proses progresif perkembangan manusia; sebuah gerakan yang menuntut perbaikan, keteraturan, serta penghapusan barbarisme dan kekejaman. Di balik pemunculan pemahaman ini terletak spirit pencerahan Eropa-yang kemudian dikenal dengan renaissance-dan rasa percaya diri terhadap karakter progresif era modern.(lihat huntington, Benturan Antar Peradaban, hlm 38).
Istilah ini kemudian dipindahkan ke dalam bahasa Arab dengan menggunakan dua ungkapan, yaitu hadhârah dan madaniyah. Namun demikian, penggunaan kedua istilah ini masih menimbulkan persoalan baru di kalangan penggunanya. Oleh karena itu, An-Nabhani kemudian menspesifikasikan penggunaan kedua istilah tersebut ke dalam bukunya Nizhâm al-Islâm. Menurut An-Nabhani, hadhârah adalah sekumpulan persepsi-yang dimanifestsikan dalam perilaku-tentang kehidupan. Adapun madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan.(An Nabhani, Peraturan hidup dalam islam. Hlm. 92)
Dr. Muhammad Husein Abdullah kemudian membagi madaniyah ke dalam dua kategori, yaitu:(1) Yang berhubungan dengan hadhârah, yaitu yang lahir dari suatu sudut pandang tertentu. Misal, pakaian tidak terlepas dari hadhârah, karena seorang Muslim akan membuat pakaian dengan model yang dapat menjaga aurat penghuninya, sementara orang sosialis atau kapitalis tidak akan memperhatikan hal-hal itu.
(2) Yang tidak berhubungan dengan hadhârah, yaitu hasil dari ilmu pengetahuan dan industri seperti alat-alat laboratorim dan furniture. Semua ini ‘netral’ dan bersifat universal.
Walhasil, peradaban (hadhârah) berkaitan dengan pandangan hidup (world view) atau yang oleh an-Nabhani diistilahkan dengan mabda’ (ideologi), yang didefinisikan sebagai: akidah yang lahir dari proses berpikir yang di atasnya dibangun sistem. Ditinjau dari definisi ini, mabda’ menunjukkan kelengkapan konsep yang mencakup akidah dan sistem. (lihat Hafidz Abdurrahman, Diskursus Islam Politik dan Spiritual, hlm. 17)
Dengan demikian, benturan peradaban hakikatnya adalah benturan yang terjadi antara sejumlah pemikiran dan atau ideologi yang berbeda atau bertolak belakang. Dalam konteks peradaban, Islam jelas berbeda dengan peradaban lain, baik Kapitalisme maupun Sosialisme. Fakta menunjukkan bahwa masing-masing ideologi memandang yang lain sebagai musuhnya. Inilah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, kecuali oleh para pendusta dan pembohong.
Beberapa Faktor Pemicu Benturan Peradaban Islam dan Barat
Banyak analisis yang menjelaskan sebab dan faktor yang memicu terjadinya benturan peradaban antara Islam dan Barat ini. Secara ringkas, dapat kita bagi menjadi 3 faktor utama sebagai berikut:1. Faktor agama.
Sejarah telah mencatat Baratlah yang memulai perang terhadap umat Islam yang kemudian lebih dikenal dengan Perang Salib atau Crusade. Perang Salib terjadi selama 1 abad (1096-1192 M), yang berlangsung selama tiga tahap: antara tahun 1096-1099 M; antara tahun 1147-1149 M; dan antara tahun 1189-1192 M. Pembantaian kaum Muslim oleh tentara salib di Spanyol (Andalusia) abad XV M, termasuk serangan secara pemikiran dan kebudayaan (tsaqâfah) seperti yang dilakukan oleh kaum zindiq serta para misionaris dan orientalis, adalah juga berlatar belakang agama.
Hingga kini, ‘semangat’ Perang Salib ini masih melekat dalam benak orang-orang Barat, yang kemudian menjelma menjadi ‘prasangka buruk’ (stigma) terhadap ajaran Islam dan umat Islam. Edward Said, dalam bukunya yang berjudul, Covering Islam, menulis bahwa kecenderungan memberikan label yang bersifat generalisasi mengenai Islam dan orang Islam, tanpa melihat kenyataan sebenarnya, menjadi salah satu kecenderungan kuat dalam media Barat. Dari waktu ke waktu, prasangka semacam itu selalu muncul dan muncul kembali ke permukaan.
Kata “christendom” dan “holy war” mulai banyak digunakan dalam berbagai tulisan di media massa Barat, seolah-olah ingin memperlihatkan bahwa sedang terjadi suatu “perang suci” antara Barat dan dunia lain di luarnya, terutama Dunia Islam. (Lazuardi Al Jawi, Hakikat Benturan Peradaban, 2005)
2. Faktor ekonomi.
Lenyapnya institusi Khilafah telah melebarkan jalan bagi negara imperialis Barat untuk menghisap berbagai kekayaan alam milik umat Islam. Sejak masa penjajahan militer era kolonial hingga saat ini, Barat telah melakukan eksploitasi ‘besar-besaran’ atas sumberdaya alam yang dimiliki umat Islam.
Sebaliknya, jika Khilafah Islam kembali berdiri dan berhasil menyatukan negeri-negeri Islam sekarang, berarti Khilafah Islam akan memegang kendali atas 60% deposit minyak seluruh dunia, boron (49%), fosfat (50%), strontium (27%), timah (22%), dan uranium yang tersebar di Dunia Islam (Zahid Ivan-Salam, dalam Jihad and the Foreign Policy of the Khilafah State).
Secara geopolitik, negeri-negeri Islam berada di kawasan jalur laut dunia yang strategis seperti Selat Gibraltar, Terusan Suez, Selat Dardanella dan Bosphorus yang menghubungkan jalur laut Hitam ke Mediterania, Selat Hormuz di Teluk, dan Selat Malaka di Asia Tenggara. Dengan menempati posisi strategis ini, kebutuhan dunia terutama Barat sangat besar akan wilayah kaum Muslim. Ditambah lagi dengan potensi penduduknya yang sangat besar, yakni lebih dari 1.5 miliar dari populasi penduduk dunia. Melihat potensi tersebut, wajar jika kehadiran Khilafah Islam sebagai pengemban ideologi Islam ini dianggap sebagai ‘tantangan’, atau lebih tepatnya lagi, menjadi ancaman bagi peradaban Barat saat ini.
Walhasil, benturan antara kepentingan umat Islam yang ingin mempertahankan hak miliknya dan kepentingan negara Barat kapatalis tidak terhindarkan lagi.
3. Faktor ideologi.
Desember 2004 lalu, National Intelelligence Council’s (NIC) merilis sebuah laporan yang berjudul, “Mapping the Global Future”. Dalam laporan ini diprediksi empat skenario dunia tahun 2020, salah satu di antaranya adalah akan berdirinya “[i]A New Chaliphate”, yaitu berdirinya kembali Khilafah Islam-sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan terhadap norma-norma dan nilai-nilai global Barat. Terlepas dari apa maksud dipublikasikannya analisis ini, paling tidak, kembalinya negara Khilafah Islam menurut kalangan analisis dan intelijen Barat termasuk hal yang harus diperhitungkan. (Lazuardi Al Jawi, Hakikat Benturan Peradaban, 2005)
Pertanyaannya, mengapa harus Khilafah? Jawabannya, karena potensi utama dari negara Khilafah adalah ideologi yang diembannya. Khilafah Islam adalah negara global yang dipimpin oleh seorang khalifah dengan asas ideologi Islam. Ideologi Islam ini pula yang pernah menyatukan umat Islam seluruh dunia mulai dari jazirah Arab, Afrika, Asia, sampai Eropa. Islam mampu melebur berbagai bangsa, warna kulit, suku, ras, dan latar belakang agama yang berbeda.(An-Nabhani, ad-dawlah al-Islamiyyah, hlm 161-166). Kelak, Khilafahlah yang ‘bertanggung jawab’ untuk mengemban dan menyebarkan ideologi Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.
Tentu saja Barat, dengan ideologi Kapitalismenya yang masih dominan saat ini, tidak akan berdiam diri. Berbagai upaya akan dilakukan Barat untuk menggagalkan skenario ketiga ini (kembalinya Khilafah). Secara pemikiran Barat akan membangun opini negatif tentang Khilafah Islam. Diopinikan bahwa kembali pada Khilafah adalah sebuah kemunduran, kembali ke zaman batu yang tidak berperadaban dan berprikemanusiaan. Sebaliknya, upaya penyebaran ide-ide Barat akan lebih digencarkan, seperti demokratisasi yang dilakukan di Timur Tengah saat ini.
Hubungan Peradaban dengan Negara
Peradaban sangat erat hubungannya dengan eksistensi negara. Peradaban dapat dianggap sebagai “isi”, sedangkan negara adalah “wadah”-nya. Dalam keadaan tanpa “wadah”, “isi” akan tercecer dan tercerai-berai tanpa kegunaan yang berarti.
Hubungan erat peradaban dengan eksistensi negara ini dapat dibuktikan dari fakta sejarah perjalanan umat manusia. Tidak satu pun peradaban dapat eksis secara sempurna, kecuali jika ia ditegakkan oleh satu atau beberapa negara yang mendukungnya.
Peradaban Barat sulit dibayangkan dapat menjadi hegemoni seperti sekarang ini kalau tidak ada negara-negara pendukungnya seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat seperti Inggris, Prancis, dan lain-lain. Demikian pula peradaban Islam pada masa lalu, tidak akan dapat tegak sempurna tanpa eksistensi Daulah Islamiyah yang eksis sekitar 13 abad lamanya, sejak hijrahnya Rasulullah Saw ke Madinah (622 M) hingga hancurnya Khilafah Utsmaniah di Turki (1924 M).
Metode Islam menghadapi Benturan Peradaban
Secara umum agenda untuk ‘menyambut’ benturan peradaban antara Islam dan Barat, dapat diringkas sebagai berikut (Zallum 1997 diacu dalam Lazuardi Al Jawi 2005):
1. Melakukan pembinaan di tengah-tengah umat.
Bagaimanapun, semua upaya penghancuran itu akan lebih mudah dihadapi kalau umat Islam kebal. Pembinaan (tatsqîf) di tengah umat adalah dalam rangka mewujudkan pola pikir yang islami, dan melatih ketahanan pola jiwa mereka dengan selalu berada dalam suasana taqarrub ilâ Allâh.
2. Melancarkan perang pemikiran dan mengungkap makar asing.
Penghancuran Islam sering tidak disadari oleh kaum Muslim. Karena itu, membongkar agenda tersembunyi dari penjajah (kasyf al-khuthath) harus selalu dilakukan. Mereka juga harus selalu mengkritisi pemikiran-pemikiran yang menyimpang dan menyesatkan yang diklaim oleh kalangan liberal sebagai pemikiran Islam. Jika pemikiran-pemikiran ini tidak ditunjukkan kekeliruan dan kesalahannya, maka umat Islam yang awam akan menyangka bahwa hal itu adalah bagian dari Islam.
3. Membangun kesadaran politik Islam dan memberikan gambaran Islam sebagai solusi.
Kesadaran politik Islam yang benar harus ditumbuhkan di tengah-tengah umat. Yang dimaksud adalah politik Islam yang akan membebaskan manusia dari ketertindasan dalam segala aspeknya menuju pada keridhaan Allah semata-mata. Untuk itu, para aktivitis dakwah harus mampu memberikan gambaran syariat Islam sebagai solusi atas segala masalah manusia.
4. Membangun tatanan politik Islam, yaitu Khilafah Islamiyah.
Dengan tumbuhnya kesadaran politik Islam di tengah-tengah masyarakat maka berarti telah tersedia ‘perangkat keras’ (yaitu dukungan dari umat Islam) dan ‘perangkat lunak’ (yaitu konsep dan solusi Islam), yang diperlukan selanjutnya adalah membangun tatanan politik Islam, yaitu negara Khilafah Islamiyah. Dengan tatanan ini, upaya untuk menghentikan penghancuran Islam akan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien lagi.
Keniscayaan Negara Khilafah dalam Menghadapi Benturan Peradaban
Hancurnya Khilafah Islamiyah pada tahun 1924 telah melenyapkan “wadah” bagi peradaban Islam. Dengan hancurnya Khilafah, peradaban Islam telah kehilangan kekuatan dan vitalitasnya. Dapat dikatakan, peradaban Islam nyaris musnah dari realitas kehidupan, karena Khilafah yang menopangnya telah tiada. Sebagai gantinya, peradaban Barat sekularlah yang kemudian mendominasi kaum Muslim saat ini.
Maka dari itu, eksistensi negara Khilafah adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi agar peradaban Islam dapat mengungguli peradaban Barat. Tentu, negara Khilafah yang akan terjun ke kancah benturan peradaban itu haruslah negara yang kuat, yang didukung oleh kekuatan ideologi, kekuatan ekonomi, dan kekuatan militer yang handal. Wallâhu a’lam.
Referensi:
Al-Qur’an
Al Hadits
Taqiyuddin An Nabhani. 2001. Peraturan Hidup dalam Islam.
Hafidz Abdurrahman. 2004. Diskursus Islam Politik dan Spiritual.
Samuel P. Huntington. 2001. Benturan Antar Peradaban.
Muhammada Lazuardi Al Jawi. 2005. Benturan Peradaban Islam VS Barat
Denny Kodrat. 2001. Diskursus Negara Islam: Antara Das Sein dan Das Sollen.
Muhammad Shiddiq Al-Jawi. 2004. Hubungan Agama dan Negara: Perspektif Islam
Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud. 2005. Kemerdekaan dalam Islam: Memahami Kasus Malaysia. Majalah Islamia Vol. II No. 3 Desember 2005
Adian Husaini. 2004. Pragmatisme dalam Politik Zionis Israel. Jakarta: Khairul Bayan
www.Hayatulislam.net. 2004. Apakah Khilafah itu?
Abd Moqsith Ghazali. 2005. Absurditas Khilafah Islamiyyah