Assalamu`alaikum wr wb.Bumi adalah tempat tinggal kita sebagai manusia dan Akhirat adalah kehidupan kita setelah kematian di Dunia
Home
February 28, 2006
Membagi Waktu ^_^
------------------------------------
Assalamu`alaikum wr wb
Bismillahirohmanirohim...
Alhamdulillah bisa mengetik kembali dalam keadaan sehat walafiyath ^_^
hanya untuk berbagi cerita dengan kawan sejawat neh:D
terkadang kita sulit untuk membagi waktu dengan padatnya aktifitas kita. tetapi InsyaAlloh dicoba untuk berusaha mengatur waktu dan intinya berdoa. agar kita dapat mengatur waktu yang telah Alloh SWT berikan kepada kita. Aminn
saya pun tidak sadar bila waktu berjalan cepat bahkan terlalu cepat.
hihiih klo diingat2 memang saya anaknya jarang menyadari :P sesuatu interaksi saat itu :D.
semoga cerita ini dapat mencerahkan sejawat sekalian.
dimulai dari aktifitas pagi seperti biasa di rumah. sebelum berangkat kuliah nyuci baju dulu ( tanggung jawab. salah satu hoby juga). jadikan kerjaan itu suatu mainan bagi kita:d agar dapat menimkatinya ( terkadang merasa lelah dalam menghadapi rutinitas yg melelahkan itu.. sampe2 berfikir duhhh andaikan orkay. neh pakaian ke loundri or buang beli yg baru, waduh2 sayang2 yah dibuang or dikeloundri in. mending tuh dana buat keperluan yg lebih bermanfaat ( berfikir sederhanalah) ^_^. inilah gambaran hati baik dan hati buruk )
selesai mencuci... langsung prepare buat kekampus sudah lengkapkah bahan2 presentasi dan foto2 copy materi kuliah hari itu. jam 9.10 menuju kekampus.
datang dikampus dosen tumben tepat gak molor. tapi teman2 saya yang molor :d
akhirnya masuk lab jam 10.an..
Presentasi diLab seru.. sampe2 menimbulkan perdebatan. Subhanalloh tidak menjadikan suatu permusuhan indahnya kebersamaan. walau ane akhwat sendiri cuek saja pd ajah lg.. kadang gak pd jg seh :P gak enak body krn akhwat sendiri. pdhal sudah beda loh skrg gak seperti dulu maseh pake celana panjang.. so terkadang kita hijrah ke arah lebih baik itu butuh waktu dan pengorbanan ^_^.
Selesai mata kuliah dasar2 pemograman struktur. ada tambahan lain yg bulan kemarin dosen gak masuk2 dikarenakan sakit. ternyata batal( cancel lagi).. anaknya dosen sakit.. dapat berita dari teman yg disms dosen tersebut. kemudian kita mengumpulkan dana buat menengok anaknya dosen tersebut. subhanalloh Thank U Alloh telah memberikan kebersamaan ini dan keindahan ukhuwah ini ^_^.
giliran ke pasar beli buah2 deh saya.. rame banget deh teman2 di pasar:D....baru kali ini kita jalan kepasar bareng. dulu sama teman SMA skrg teman2 kampus yg masing memiliki aktifitas kerja. ketemu pun hanya sepekan 1 kali.
tidak menyangka akan dapat berkunjung kejadwal seharian itu:D hanya saja sudah memperkirakan jam2nya saja. tapi terkadang kita asik or ada istilah molor nah disinilah molor tidaknya. sudah diatur semuanya oleh Alloh SWT.
dirumah sakit saya menelephone teman, acara bedah buku dan nasyid izzatul-islam sudah selesai apa belum. alhamdulillah belum. jam 14.00 saya sudah Gedung islamic center. secara kebetulan mobil teman melewati Gedung islamic. acara selesai jam 15.30an ashar berkumandang . selesai ashar saya meluncur dengan menggunakan anggkot GP. menunggu angkot yg menyegat lumayan lama juga yah :d (sabar2).
dianggkot Telp kk sepupu saya. sudah mulaikah Selamat Rumah barunya. dan saya belum mengetahui rumah barunya jadi saya kerumah yang lamanya saja dulu.
sesampainya dirumah kk sepupu. bertanya kesemua saudara acara selamatanya sudah belum yah? dijwb oleh salah satu sdr. belum mulai jeh. * gubrak dot com* jadi kapan acaranya? Abis Magrib. soo dtg2 langsung disuguhkan makanan dibaskom2 yang musti dimasuk2an buat berkat :D horeee akhirnya ada mainan alias kerjaan gitu loh gak ngangur dan begong ^_^ berkat yg sekitar 200 lebihan itu akhirnya selesai jg sebelum magrib, nah giliran makan2 neh semua sdr. wah rame tenan :D
dari cerita diatas. saya gak bakal sadar bila tidak mengingat di hari senin ini.
akhirnya silaturahmi dengan Teman2 Pengajian bisa, silaturahmi dengan sdr2 juga bisa. bertemu dengan sdr dari dosen jg bisa krn kita dtg kerumah sakit, kebetulan sedang berkumpul juga keluarga dari dosen kami.
subhanalloh silaturahmi dapat terjalin dalam 1 hari dikarenakan Ridho Alloh dan KehendakNya. Aminn Ya Robal Allamin.
Kesimpulan:
Janganlah Sungkan bila ada acara Kumpul2 disitu kita dapat menjalin Ukhuwah mempererat Persaudaraan.
Sekian dan Terima kasih
kepada sejawat sekalian.
afwanminkum bila ada kehilafan dalam cerita
wassalamualalikum wr wb
February 16, 2006
Menikah Bukan Unjuk Prestasi
Nah klo disambungkan dengan artikel yg berjudul hmm menikah/ kuliah..?
* gubrak dot com* buat dijadikan penenang hati deh artikel dibawah ini.
selamat membaca yah pemirsa..
Menikah Bukan Unjuk Prestasi
Seorang muslimah dengan berkaca-kaca bercerita kepada saya bahwa ia
ingin segera menikah. Masalah itu begitu berat membebani pikirannya
bahkan mempengaruhi ibadahnya. Ia menjadi tidak tenang, shalat tidak
khusyu', juga sulit tidur. Kondisi fisiknya tentu jadi ikut terpengaruh.
Saya sedih mendengar curhatnya. Saya juga mencoba memahami
perasaannya. Tapi wajarkah jika hal ini mengacaukan segalanya?
Ketika kuliah saya berharap bisa menikah maksimal usia 25 tahun. Namun
Allah swt baru memberikan jodoh saat usia saya 27 tahun. Meski 'hanya'
2 tahun menanti, masa itu nyatanya tidaklah dapat dikatakan sebentar
untuk menguji kesabaran jika tanpa ketegaran, rasa percaya diri, bebas
dari prasangka dan perasaan tertekan. Satu hal yang membuat saya
selalu merasa bersyukur saat itu adalah, Allah menolong saya tetap
memiliki obsesi dan berkarya.
Seiring waktu, saya makin meyakini Allah bisa menjodohkan hamba-Nya
kapan saja. Tapi, seringkali Dia mempunyai rencana lain yang mesti
kita ambil hikmahnya sebanyak-banyaknya. Saya menyadari menikah bukan
prestasi yang harus dibanggakan. Bahagia mungkin benar, karena ia
adalah anugrah istimewa. Tapi merasa bangga dan lebih baik dibanding
orang lain, jelas tidak tepat. Apalagi dianggap segala-galanya.
Saya gemas mendengar seorang ummahat berujar kepada muslimah yang
usianya jauh lebih tua namun belum berkeluarga, ''Wah, kalau gitu saya
dong yang harusnya dipanggil 'Mbak'. Anak saya kan sudah tiga.'' Saya
saja tidak nyaman dengan ucapannya, apalagi yang bersangkutan? Saya
tidak tahu, apakah ia sudah kehilangan kepekaan? Atau, memang begitu
sifat manusia yang kerap di 'uji' dengan berbagai kemudahan dari Allah?
Seandainya tidak terlambat menemukan ungkapan indah dalam surat
Al-Kahfi ayat 46: ''Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan
dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik di
sisi Tuhanmu, serta lebih baik untuk menjadi harapan.'' Tentu saat itu
saya akan menyadarkannya untuk bersikap lebih dewasa.
Manusia boleh berharap banyak tapi tidak selalu bisa memilih.
Seandainya bisa pasti ia akan memilih yang 'enak-enak' berdasarkan
nafsunya. Inilah bagian dari mengimani takdir. Dalam masalah jodoh,
perspektif iman harus senantiasa dikedepankan. Banyaknya muslimah yang
belum menikah pada usia matang harus disikapi secara arif. Selain
harus dicari solusinya, muslimah sebaiknya melakukan pembekalan diri.
Semuanya tergantung kepadanya, apakah ia akan memandang sebagai ujian
ataukah kelemahan? Jika ujian, maka mencari hikmah sebanyak-banyaknya
akan lebih berkesan dan membahagiakan daripada mencemaskannya. Jika
dianggap kelemahan, tidak akan ada yang didapat selain perasaan tertekan.
Sudah selayaknya pula seorang muslimah memandang makna pernikahan dari
berbagai sisi. Saya mendengar sekarang ini banyak mahasiswi muslimah
tingkat I yang minta dicarikan pasangan oleh 'pembina'nya, karena
saking seringnya ia mendengar keindahan pernikahan digelar lewat
berbagai seminar di kampus.
Bukan melarang untuk memikirkan dunia pernikahan pada usia relatif
muda, tetapi yang jadi masalah adalah ketika harapan itu tidak segera
terwujud. Kondisi ini jika tidak diimbangi kematangan jiwa dapat
melemahkan semangat beraktivitas dan beribadah.
Agaknya, lebih positif jika muslimah membekali diri dengan cara
menggali potensi diri dan prestasi, agar ia memiliki kematangan
berpikir dan bisa menghargai diri sendiri, daripada hanya membayangkan
sesuatu yang ia sendiri tidak tahu kapan dapat terwujud.
Menikah adalah sunah Rasul dan ibadah, ia pun merupakan ladang jihad
muslimah. Saya yakin prestasi dan kualitas seorang muslimah sebelum
menikah berbanding lurus dengan kualitasnya sesudah menikah. Artinya,
kualitas seseorang setelah berumah tangga baik secara ruhiyah,
fikriyah maupun amaliah sangat dipengaruhi bagaimana sosoknya sebelum
menikah. Fenomena futur setelah menikah sering terjadi, karena
kurangnya pemahaman dan wawasan tentang pernikahan sejak masih lajang.
Karena pernikahan dianggap presatsi tertinggi yang bisa diraih.
Jika Allah memang belum mengabulkan apa yang kita harapkan, hiburlah
diri dengan prasangka tinggi bahwa semakin Allah menunda insya Allah
semakin baik kualitas yang akan Allah berikan suatu saat nanti karena
Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kesabaran hamba-Nya. Bagi yang
sudah berkeluarga, selayaknya mensyukuri pernikahan dengan mengemban
amanah sebaik-baiknya. Kalaupun belum mampu memberikan solusi, menjaga
perasaan dan memiliki kepekaan kepada sesama adalah hal terbaik dalam
ikatan ukhuwah kita.
© Oktober, 2002 Ummigroup.co.id
===============================================================
Semua artikel pada milis ini bisa dilihat di http://prayoga.net/
situs-nya artikel dan cerpen (pra) pernikahan
================================================================
February 02, 2006
Kupinang Engkau Dengan Hamdalah
lagi2 artikel ini mengingatkan teman chat dan sekaligus teman akrab ane. dan ada kisah nyatanya ane melihat pengalaman hidup ini langsung dan real Subhanalloh... dan alhamdulillah udah pernah kopdar.. dengan teman char ane ^_^
ya Alloh... ane hanya dapat menangis melihat kejadian ini. ternyata ikhwan itu terkadang .... (hmm hanya dapat menghembuskan nafas.. dan mengucapkan Astagfirullah)
Mari Kita simak artikel dibawah ini.
dikutip dari: http://pernikahan.dudung.net/artikel_detail.php?id=11
Kupinang Engkau Dengan Hamdalah
Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah diciptakannya pasangan-pasanganmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung padanya. Dan Allah menjadikan di antara kalian perasaan tenteram dan kasih sayang. Pada yang demikian ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
Ketika tiba masa usia aqil baligh, maka perasaan ingin memperhatikan dan diperhatikan lawan jenis begitu bergejolak. Banyak perasaan aneh dan bayang-bayang suatu sosok berseliweran tak karuan. Kadang bayang-bayang itu menjauh tapi kadang terasa amat dekat. Kadang seorang pemuda bisa bersikap acuh pada bayang-bayang itu tapi kadang terjebak dan menjadi lumpuh. Perasaan sepi tiba-tiba menyergap ke seluruh ruang hati. Hati terasa sedih dan hidup terasa hampa. Seakan apa yang dilakukannya jadi sia-sia. Hidup tidak bergairah. Ada setitik harapan tapi berjuta titik kekhawatiran justru mendominasi.
Perasaan semakin tak menentu ketika harapan itu mulai mengarah kepada lawan jenis. Semua yang dilakukannya jadi serba salah. Sampai kapan hal ini berlangsung? Jawabnya ada pada pemuda itu sendiri. Kapan ia akan menghentikan semua ini. Sekarang, hari ini, esok, atau tahun- tahun besok. Semakin panjang upaya penyelesaian dilakukan yang jelas perasaan sakit dan tertekan semakin tak terperikan. Sebaliknya semakin cepat / pendek waktu penyelesaian diupayakan, kebahagiaan & kegairahan hidup segera dirasakan. Hidup menjadi lebih berarti & segala usahanya terasa lebih bermakna.
Penyelesaian apa yang dimaksud? Menikah! Ya menikah adalah alat solusi untuk menghentikan berbagai kehampaan yang terus mendera. Lantas kapan? Bilakah ia bisa dilaksanakan? Segera! Segera di sini jelas berbeda dengan tergesa- gesa. Untuk membedakan antara segera dengan tergesa- gesa, bisa dilihat dari dua cara :
Pertama, tanda-tanda hati. Orang yang mempunyai niat tulus, kata Imam Ja'far, adalah dia yang hatinya tenang, sebab hati yang tenang terbebas dari pemikiran mengenai hal-hal yang dilarang, berasal dari upaya membuat niat murni untuk Allah dalam segala perkara. Kalau menyegerakan menikah karena niat yang jernih, Insya Allah hati akan merasakan sakinah, yaitu ketenangan jiwa saat menghadapi masalah-masalah yang harus diselesaikan. Kita merasa yakin, meskipun harapan & kekhawatiran meliputi dada. Lain lagi dengan tergesa-gesa. Ketergesaan ditandai oleh perasaan tidak aman & hati yang diliputi kecemasan yang memburu.
Kedua, tanda-tanda perumpamaan. Ibarat orang bikin bubur kacang hijau, ada beberapa bahan yang diperlukan. Bahan paling pokok adalah gula & kacang hijau. Jika gula & kacang hijau dimasukkan air kemudian direbus, maka akan didapati kacang hijau tidak mengembang. Ini namanya tergesa-gesa. Kalau gula baru dimasukkan setelah kacang hijaunya mekar ini namanya menyegerakan. Tapi kalau lupa, tidak segera memasukkan gula setelah kacang hijaunya mekar cukup lama orang akan kehilangan banyak zat gizi yang penting.
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda : "Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya" (HR Thabrani)
Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan & pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah & diridhai Allah. Ketika niat sudah mantap & tekad sudah bulat, persiapkan hati untuk melangkah ke peminangan. Dianjurkan, memulai lamaran dengan hamdalah & pujian lainnya kepada Allah SWT. Serta Shalawat kepada Rasul-Nya. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : "Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)" HR Abu Daud, Ibnu Majah & Imam Ahmad.
Setelah peminangan disampaikan, biarlah pihak wanita & wanita yang bersangkutan untuk mempertimbangkan. Sebagian memberikan jawaban segera, sebelum kaki bergeser dari tempat berpijaknya, sebab menikah mendekatkan kepada keselamatan akhirat, sedang calon yang datang sudah diketahui akhlaqnya, sebagian memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa memberi kepastian apakah pinangan diterima atau ditolak, karena pernikahan bukan untuk sehari dua hari.
Apapun, serahkan kepada keluarga wanita untuk memutuskan. Mereka yang lebih tahu keputusan apa yang terbaik bagi anaknya. Anda harus husnudzan pada mereka. Bukankah ketika meminang wanita berarti anda mempercayai wanita yang diharapkan oleh anda beserta keluarganya.
Keputusan apapun yang mereka berikan, sepanjang didasarkan atas musyawarah yang lurus, akan baik dan Insya Allah memberi akibat yang baik bagi anda. Tidak kecewa orang yang istikharah & tidak merugi orang yang musyawarah. Maka apapun hasil musyawarah, sepanjang dilakukan dengan baik, akan membuahkan kebaikan. Sebuah keputusan tidak bisa disebut buruk atau negatif, jika memang didasarkan kepada musyawarah yang memenuhi syarat, hanya karena tidak memberi kesempatan kepada anda untuk menjadi anggota keluarga mereka. Jika niat anda memang untuk silaturrahim, bukankah masih tersedia banyak peluang untuk menyambung?
Anda telah meminangnya dengan hamdalah, anda telah dimampukan datang oleh Allah Yang Maha Besar. Dia-lah Yang Maha Lebih Besar. Semuanya kecil. Ada pelajaran yang sangat berharga dari Bilal bin Rabbah tentang meminang. Ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap kabilah Khaulan, Bilal mengemukakan : "Jika pinangan kami anda terima, kami ucapkan Alhamdulillah. Dan kalau anda menolak, maka kami ucapkan Allahu Akbar." Maka, kalau pinangan yang anda sampaikan ditolak, agungkan Allah, semoga anda tetap berbaik sangka kepada Allah & juga kepada keluarganya. Sebab bisa jadi, penolakan merupakan jalan pensucian jiwa dari kedzaliman diri sendiri, bisa jadi penolakan merupakan proses untuk mencapai kematangan, kemantapan & kejernihan niat. Sementara ada banyak hal yang dapat mengotori niat. Bisa jadi Allah hendak mengangkat derajat anda, kecuali anda justru malah merendahkan diri sendiri. Tapi hati perlu diperiksa, jangan-jangan perasaan itu muncul karena ujub.
Kekecewaan, mungkin saja timbul. Barangkali ada perasaan yang perih, barangkali juga ada yang merasa kehilangan rasa percaya diri saat itu. Ini merupakan reaksi psikis yang wajar, kecewa adalah perasaan yang manusiawi, tetapi ia harus diperlakukan dengan cara yang tepat agar ia tidak menggelincirkan ke jurang kenistaan yang sangat gelap. Kecewa memang pahit. Orang sering tidak tahan menanggung rasa kecewa, mereka berusaha membuang jauh-jauh sumber kekecewaan. Sekilas nampak tidak ada masalah, tetapi setiap saat berada dalam kondisi rawan. Perasaan itu mudah bangkit lagi dengan rasa sakit yang lebih perih. Dan yang demikian tidak dikehendaki Islam. Islam menghendaki kekecewaan itu menghilang perlahan-lahan secara wajar. Sehingga kita bisa mengambil jarak dari sumber kekecewaan dengan tidak kehilangan obyektivitas & kejernihan hati, kita menjadi lebih tegar, meskipun proses yang dibutuhkan untuk menghapus kekecewaan lebih lama.
Kalau anda merasa kecewa, periksalah niat anda. Dibalik yang dianggap baik, mungkin ada niat yang tidak lurus. Periksalah motif-motif yang melintas dalam batin. Selama peminangan hingga saat menunggu jawaban. Kemudian biarkan hati memproses secara wajar sampai menemukan kembali ketenangan secara mantap.
Tetapi kalau jawaban yang diberikan oleh keluarga wanita sesuai harapan, berbahagialah sejenak. Bersyukurlah. Insya Allah kesendirian yang dialami dengan menanggung rasa sepi sebentar lagi akan menghapus kepenatan selama di luar rumah. Insya Allah sebentar lagi.
Tunggulah beberapa saat. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk melakukan apa saja yang menjadi hak anda bersamanya. Akan tiba masanya anda merasakan kehangatan cintanya. Kehangatan cinta wanita yang telah mempercayakan kesetiaannya kepada anda. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk menemukan pangkuannya ketika anda risau.
Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui pernikahan Allah memberikan banyak keindahan & kemuliaan. Wanita boleh menawarkan Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat & ikhtiar untuk menikah. Nikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran kebutuhan biologis dengan lawan jenis. Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur, yang ia yakini kehormatan agamanya, dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. Dan Khadijah r.a atas teladan bagi wanita yang bermaksud untuk menawarkan diri.
Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlaq & kesungguhan untuk mensucikan diri. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah & untuk mendapatkan pahala-Nya, Allah pasti mencatatnya sebagai kemuliaan & mujahadah yang suci. Tidak peduli tawarannya diterima atau ditolak, terutama kalau ia tidak mempunyai wali. Insya Allah, jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat. Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan yang mendalam pasti akan meninggikan penghormatan seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah & tidak memiliki kehormatan, kecuali sekedar apa yang disangkanya sebagai kebaikan.
Imam Bukhari menceritakan cerita dari Anas r.a ada seorang wanita yang datang menawarkan diri kepada Rasulullah SAW dan berkata : "Ya Rasulullah! Apakah baginda membutuhkan daku?" Putri Anas yang hadir & mendengarkan perkataan wanita itu mencela sang wanita yang tidak punya harga diri & rasa malu, "Alangkah sedikitnya rasa malunya, sungguh memalukan, sungguh memalukan." Anas berkata kepada putrinya : "Dia lebih baik darimu, Dia senang kepada Rasulullah SAW lalu dia menawarkan dirinya untuk beliau!" (HR Bukhari)
________
M. Faudzil `Adhim
Hmm...Menikah /Kuliah Ya?(duh neh Artikel Gue Bgt Gitu loh :P)
Bismillahirohmanirohim
* nonjok dihati banget nehhh... bedanya ane akhwat di artikel bawah ini ikhwan.... sooooo hmmm jg deh seperti judulnya. posisi skrg ya antara bingung gitu deh....
sampe2 cuek dengan ikhwan dan bila ada ikhwan yg membicarakan nikah ane mulai kabur deh^_^... Alhamdulillah setelah melewati masa umur 23 tahun ane gak kabur2an lagi deh.. tapi ada rasa sedih seh .. saking cueknya ane ..... ada ikhwan yg bilang "abis dv ditembak gak mau seh" * degggg dihati berbicara dan pikiranpun berjalan mengingat kpn dan dimana wktnya yah* hueheue di selidiki ternyata belum nembak :P koq bahasanya nembak seh :d bingung deh ane, emang ane tampang ABG apa yah?:D bahasanya Nembak :P... atau ane yg imut= item mutlak...^_^. hmm entah telat entah bagaimana ane menyadarinya. jadi telat dehhh...... ikhwannya sudah mau khitbah tuhh.. jadii bye bye deh ....... dalam hati hanya dapat mendoakan dia agar menjadi keluarga SAMARA. dan bukan rezeki dan jodoh ane.. jadi ikhlaskan saja deh.. dan udah ada 2 ikhwan atau lebih yah ane lupa ;)) maklum banyak fans :P( tidak bermaksud takabur nanti kabur deh :D) toh kehidupan didunia gak kekal. yg kekal adalah diakherat.. so ane skrg lagi ngumpulin DANA+Tabungan buat di akherat ^_^ bukan buat nikah ajeee yeee inget loh.. tapi dipikir2 lagi orang yang ingin menuju pernikahan jg TOP. krn nanti ibadahnya tambah berlipat2 ganda :d .hmm rata2 orang yg singel kerja pasti kumpul2 buat nikah.. hmm memang seh... perlu juga kumpul2 agar tidak merepotkan keluarga.. itu bagus sikap yg mandiri tapi jgn sampe kita lupa diri deh.. alias gak mikir ibadah kita ke keluarga kita ( bpk ibu, kk dan saurdara2 lainya). rata2 orang nikah banyak kebingungan dan banyak pikiran jadi pikiran jernih terkadang bila menghadapi masalah antara keluarga sendiri dan keluarga sang calon, tanpa sadar kita sudah ada sedikit pikiran yg kacau :).. mari memanagement pikiran kita. ( dalam hati...kyk yg mau nikah ajeee.... hueheuhe pdhal lom rasain gimana rasanya mendekati pernikahan ;)) heuehueheu kocak jg neh pikiran dan hati , nanti jg menghadapi hal seperti itu. jadi ini buat ancang-ancang. emang kuda kali yeeee :P). intinya siap gak siap yah musti siap dehh klo emang Alloh SWT sudah berkehendak :)
ok selanjutnya kita simak artikel ini [gaya seperti MC radio Amatiran =)) ]
dikutip dari: http://pernikahan.dudung.net/artikel_detail.php?id=13
Hmm...Menikah atau Kuliah Ya?
Menikah di kala kuliah enak gak ya? Setelah capek, berkutat dengan buku-buku, 'killer'-nya dosen, tugas-tugas yang gak bosan menanti, tampang kita yang kucel banget, tapi saat di rumah bisa segar lagi lho. Kebayang, ada istri yang menanti, anak yang ribut cerita-cerita, lalu makan bareng, wah...uenak tenan!!!
Tapi ada juga yang sebaliknya, nah lho! Udah capek di kampus, pulang-pulang ke rumah, rumah laksana kapal pecah, anak-anak pada berantem, nangis, wah...kaya' ginian sepet nih. Belum lagi saat tibanya masa ujian semester, wuaah, hiks...hiks...jadi ingin nangis. Perasaan, kok nikah malah jadi sengsara ya.
Jadi idealnya gimana dong? Nyelesaikan kuliah dulu, baru menikah, atau sambil kuliah juga menikah. Ada lho yang berhasil, dalam artian 'berani menikah' dan prestasi tetap dapat diraih. Tapi ya...itu, ada pula yang sebaliknya. Gedubrak! Jadi bingung deh! Masalahnya cinta tak kenal waktu lho, ia hadir begitu saja, gak peduli dengan status kita sebagai mahasiswa.
Ada pula contoh kasus lain, aktifis dakwah kampus, karena 'dipanas-panasin' ama sesama aktifis, berani menikah, prestasi kuliah pun bagus, namun futur di jalan dakwah. Lainnya, belum berani menikah dengan alasan menikah akan mengganggu kuliah dan aktifitas dakwah. Hmm...bingung ya. Duh...cinta...cinta, kok gak tau sih kalau saya masih kuliah! Nikoniko (smiles)
Ikhwah fillah yang disayang Allah Subhanahu wa Ta'ala...
Masalah-masalah diatas bukan hanya terjadi pada antum saja lho, banyak banget kasus seperti ini. Karena itu dalam Islam kita kenal istilah Fiqih Muwazanah, atau fiqih untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Atau kerennya sih, kaedah fiqih ini bisa untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Misalnya nih, mana dulu yang penting sih antara menikah saat masih kuliah atau setelah selesai kuliah baru menikah. Atau lagi, berdakwah melalui cara menikah atau lebih mudah berdakwah dengan tidak menikah terlebih dahulu.
Buat 'kalangan atas', kaidah fiqih ini sering digunakan juga di kalangan aktifis dakwah yang hendak menikah lagi (ta'addud atau poligami). Pertimbangan mereka sih memang udah beda, mereka mikirnya dengan alasan dakwah perlu menambah seseorang atau lebih gak ya, di samping seorang istri yang udah jadi pendampingnya. Nyambung gak? Kalau gak nyambung di-EGP-in aja, karena ini 'pembicaraan kalangan atas', lha 1 aja belum ada, udah bicara ta'addud. he...he...
Wah...akhwat bisa sensitif nih! Kalem...kalem...Tausyiah ini baru membahas tentang menikah sambil kuliah kok, belum ta'addud-ta'addud-an. Ntar kalau masing-masing udah punya 1, baru deh. Glek!
Terkait dengan masalah di atas, kita lihat yuk, bagaimana Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah (juz 2 hal. 12-15, Darul Fikri, tahun 1412 H/1992 M) menjelaskan tentang menikah ini.
Dari buku tersebut, kita bisa membuat khulashah (rangkuman) dari pandangan ulama diatas, yaitu:
1. MENIKAH HUKUMNYA WAJIB
Artinya, jika dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala ridho, dan pelakunya mendapatkan pahala, dan jika tidak dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala murka dan yang meninggalkannya mendapatkan dosa. Nah, kapan menikah menjadi perbuatan wajib? Yaitu, apabila memenuhi hal-hal berikut ini:
- Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
- Terancam atau khawatir terjerumus dalam perzinahan.
2. MENIKAH HUKUMNYA SUNNAT
Bisa sunnat juga lho, artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Menikah menjadi perbuatan sunnat, jika kondisinya adalah sebagai berikut:
- Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
- Tidak ada kekhawatiran dalam dirinya (atau merasa aman) dari perzinahan.
3. MENIKAH HUKUMNYA HARAM
Wuah...menikah kok hukumnya haram ya? Iya, yaitu jika kondisinya adalah:
- Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.
Kalau emang kondisinya kaya' gini, maka yang mestinya dilakukan adalah hendaklah dia memperbanyak berpuasa dan menyiapkan diri untuk memiliki dua kemampuan di atas, serta menjaga kesucian dirinya.
4. MENIKAH HUKUMNYA MAKRUH
Menikah juga ada yang makruh ya? Yup! Yaitu apabila kondisinya adalah:
- Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.
- Pihak wanitanya menerima kondisi ini.
5. MENIKAH HUKUMNYA MUBAH ATAU JAIZ ATAU BOLEH
Maksudnya, jika kondisi seseorang biasa-biasa saja, tidak ada kondisi yang mewajibkan atau mensunnatkan, dan tidak ada pula kondisi yang mengharamkan atau memakruhkan.
Nah...sekarang udah tahu-kan, bahwa dalam fiqih Islam, hukum pernikahan ada yang wajib, sunnah, makruh, haram, dan mubah. Ini sesuai dengan keadaan yang bersangkutan lho, artinya tiap orang bisa beda-beda kan.
Sekarang coba merenung deh, atau berdiri depan cermin, kira-kira yang di cermin itu pada posisi mana ya. Hmm...mikir-mikir!
Kalau udah mikir, lalu kesimpulannya bahwa posisi sekarang adalah posisi kedua, maka menurut Ustadz Musyaffa A. Rahim, Lc ada 1 lagi pertimbangan yang harus dilakukan. Wuah...ribet banget sih mau nikah aja! Gak kok, menurut beliau pertimbangan apabila antum pada posisi kedua, yaitu apakah dengan menikah nanti, kuliah akan terganggu atau terhenti?
Kalau menikah akan mengganggu kuliah, dalam artian gangguan serius seperti cuti, apalagi sampai terhenti, maka menikah saat sekarang ini tidaklah masuk kategori sunnat (kedua), namun sebaliknya, yaitu makruh (keempat). Karena menurut beliau lagi, menuntut ilmu hukumnya wajib, sementara menikah pada kondisi seperti diatas 'hanyalah' sunnat.
Gimana kalau dalam perhitungan, menikah gak akan menjadi gangguan serius terhadap perkuliahan, bahkan akan menjadi faktor kesuksesan, maka menikah pada kondisi ini paling tidak hukumnya adalah sunnat, bahkan bisa menjadi wajib lho, wallahu a'lam.
Termasuk dalam hal ini, jika udah mikir-mikir sebenarnya sih ada pada posisi makruh (keempat), namun ada akhwat yang mengajak menikah, ehm...ehm...bahkan akhwat itu ngasih jaminan untuk tidak mengganggu perkuliahan, malah mau bantu-bantu, iih...ureshii (senang banget), maka kondisi makruh bisa jadi sunnat. Sebab faktor yang memakruhkannya telah hilang dengan adanya jaminan itu.
Namun lagi-lagi Ustadz Musyaffa menyarankan kepada para ikhwan untuk berpegang pada sifat rujulah (kejantanan), jadi bukan mengandalkan atau menyandarkan diri pada jaminan pihak akhwat. Bukan gak percaya pada jaminan akhwat lho, namun demi menjaga sifat rujulah tersebut. Iya dong, ikhwan itu kan calon 'qowwam'-nya akhwat dan jundi-jundinya di keluarga! Jadi tunjukkan tuh sifat rujulah!
Kalau udah pada posisi sunnat, maka segera diskusikan dengan orang tua, agar ada tafahum dalam hal ini, jadi kamu puas orangtua pun qana'ah dengan keputusan menikah.
Jadi buruan merenung, mikir...mikir...kalau udah pada posisi emang harus menikah, jangan 'mbulet' lho, pake' alasan sana-sini. Karena kalau sebenarnya udah dalam posisi sehat dan mampu, dan belum menikah maka kata Rasulullah SAW, "Ia adalah termasuk teman setan, atau mungkin termasuk golongan pendeta Nasrani, karena sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang." [HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah]
Syeeerem kan! Makanya jangan pake 'mbulet-mbuletan!'
Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasulullah SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena ada tiga golongan yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka; orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]
Tuh...subhanallah ya, nunggu apa lagi! Kalau udah siap lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah!
Selamat berjuang akhi, jangan takut mengambil keputusan kalau udah siap (walaupun antum masih kuliah), karena akhwat lebih memilih para ikhwan yang berani mengajaknya menikah untuk bersama mengharapkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta'ala, daripada yang suka 'mbulet-mbuletan!'
Doa ana dan istri untuk kemudahan antum...
Wallahu a'lam bi showab.
*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,
----------------------
Penulis/Sumber : Abu Aufa
Pengirim : Ferry Hadary
Email : ferryhadary@yahoo.com
January 25, 2006
Aktifitas di hari sabtu ^_^
Bismillahirohmanirohim.
hari ini jadwal ane kuliah pagi..tepatnya tgl 28 jan 06 jam 8.50 ane berangkat dari kantor..
memang sudah dari kemarin dan beberapa hari belakangan sudah hujan trus.. memang musim hujan ^_^...
dari rumah sudah pake jaket. yang seperti biasanya ane gak pernah pake jaket kali ini pake jaket.. dan bawa jas hujan...
teringat dahulu masa-masa SMA... klo sekolah pagi hujan...
balik lagi neh mengingat ABG ^_^
bedanya skrg kuliah gitu lohhh... heuhuehue...
dulu SMA gak pake motor.. skrg pake motor...
Alhamdulilah memiliki kendaraann.....jadwal ane setiap sabtu saja menggunakan motor. karena ane melakukan 2 aktifitas yaitu kerja dan kuliah juga..
dalam hati ini.. terharu dan semangat.... walaupun hujan dan dingin banget. udah pake jaketpun maseh dingin.j jjaket dan jas hujan tetap mengigil..... serta helem cakil ane kan gak seperti mobil yang ada wippernye =)) :)) jadi tangan deh yang jadi wipper . hahaha huehuehue hihihih... kebetulan helem cakil gak keseluruhan jadi tetap dagu kena air hujan... dan ane hanya senyum doank :P dari pada cembetut.. jadi sambil kedinginan dan mengigil.. naik motor menggambarkan senyumm.. semuanya terasa ringan dan bahagia dalam hati ini. hidup memang butuh perjuangan terutama perjuangan dijalan Alloh SWT.
hmm kecepatan motor pun dikurangi pada saat keadaan hujan.. dalam hati.. hmm sabar yah jangan ngebut2... tapi gak kuat merasakan dingin dan mengigilnya itu....
teringat kk ane.. subhanalloh Alloh Akbar!!!... dikeadaan seperti ini.. kk ane yang kerjanya hanya sebagai collector salah satu perusahan yang bergerak dibidang farmasi.. ane jadi berfikir kasihan sekali... beliau menghadapi cuaca yang panas dan dingin.. hmm memang sudah resiko dan tangung jawab kk saya dalam mencari nafkah.. semua itu ibadah dan Demi Anak Istri.. ^_^.beliau sudah berusaha untuk melamar2 kerjaan lain yang lebih baik. tidak dilapangan karena beliau akhirnya berfikir .. makin bertambahnya usia makin berkurangnya tenaga.. dimasa tua ingin menikmati masa tua yang tenang....
akhirnya saya berfikir kediri sendiri..
ya Allohhhhhhh nikmat mana lagi yang aku dustakan...
Alhamdulillah wa syukurillah ane kerja diruangan..
maseh banyak yang berkerja dibawah ane yang kesusahnya dibawah ane...
ikhwahfillah mari kita banyak bersyukur...
dimana ada kesulitan disitu ada kemudahan..
selalu ingat pesan seseorang teman disms. bila ane mengeluh..
hayoo semangat dv dalam menghadapi kehidupan. bekal buat diakherat juga koq.
hidup koq mengeluh trus dalam hati ^_^...
seharusnya kk saya yang kuliah knp saya...
ya Alloh semua itu sudah Engkau skenario.... tapi tidak semudah sutradra membuat sinetron..yang sudah diatur sedemikian rupa agar berjalan endingnya seperti apa :((..
Wa`allahuallam
sekiann dan terima kasih
wassalamuallaikum wr wb
January 19, 2006
Nikah ? Siapa takut...?
Bismillahirohmanirohim
Saya takut sekali ketika membaca sebuah hadits, bahwa setiap bagian dari tubuh anak adam ini, bisa terjerumus pada dosa 'zina'. Dimana 'zina' nya mata adalah memandang yang bukan mahrom. sedang 'zina' nya lidah adalah membicarakan hal yang mesum, sedang 'zina'nya tangan adalah meraba tubuh wanita yang bukan mahrom. Dan ini yang lebih sulit, bahwa hati pun bisa ber'zina', dan 'zina' nya hati adalah membayangkan yang belum boleh dilaku kan sebelum pernikahan. Baik ini dibuktikan dengan "x" atau tidak. Alhamdulillah, saya mengenal seorang gadis, yang saya anggap istiqomah dalam beragama, maka semata mata niat ibadah, dan menyelamatkan diri dari dosa, saya tanya dia "Maukah engaku bicara soal masa depan dengan saya ?" Saya fikir pertanyaan ini adalah kaliamat yang paling simpel. dimana kalau dia mau, yaa Alhamdulillah, rencana bisa diteruskan. Bila tidak ya tidak mengapa, tokh ibadah nikah, tidak harus selalu dengan dia. Dengan siapapun tetap dapat pahala, asal ikhlas sama ikhlas. Daripada lama ter katug katung, antara rindu dan ketidak pastian, khan lebih baik segera ditanyakan. Oke atau tidak, selesai :) Ternyata dia mau, dan 6 bulan setelah itu, kami menikah... |
Nah, mengapa anda tidak seperti saya saja. Tanya dia langsung Nah shahabat jadilah berani. Kita terkadang takut mengutarakannya, karena khawatir jawabannya :) Apa anda sudah mengutarakannya, tapi dia ragu menjawabnya. Barangkali ajakan anda kurang jelas, terlalu samar, tidak tegas tegas mengajaknya menjadi isteri anda. Katakan saja : Bersediakah engkau menjadi isteri saya, kalau "iya" Alhamdulillah, tetapi jikapun tidak, tentu saya tidak bisa menunggu engkau, untuk saya melangkah ke masa depan. Terus anda Kalau ia mau, maka nikmatilah kebahagiaan baru anda :), jika tidak, ulangi pertanyaan ini secara tulus pada muslimah lain. Kesiapan ditolak, kesiapan menghadapi kenyataan kalaupun bukan dia yang menjadi isteri anda, adalah awal dari hilangnya kegundahan itu,akhirnya kita bimbang, ragu bertanya lebih jelas dan akhirnya terkatung katung yakinilah bahwa yang akan menjadi isteri anda hanyalah yang di taqdirkanNya untuk menjadi isteri anda. Walaupun seseorang telah memakai gaunpengantin, telah duduk dua saksi dan bertatap wajah dengan penghulu, kalauia bukan jodoh kita dalam catatan taqdir, maka kita tidak akan pernah bisa kita raih sebagai isteri. Sebaliknya kalau memang seseorang itu memang jodoh kita dalam kehendakNya, maka sekalipun sekarang masih berada di ujung kutub utara, maka Alloh akan hantarkan ia kepada anda, atau anda yang dihantarkanNya untuk menemui dia. Sampai saat ini anda belum tahu yang mana yang ditaqdirkan jadi jodoh anda,tinggal sekarang beranikah anda mengintip taqdir itu dan membukanya terus menjemputnya..?Tanya dia, maukah jadi isteri saya ? jika mau, Alhamdulillah barangkali memang dialah itu. Jika dia tidak mau, jangan gelisah, memang taqdir tidak bisa dipaksa koq. Kalau dia tidak mau, yang lain pasti mau ! Siapa yang lain itu ?? Ya kita cari lagi dan tanyakan lagi seperti tadi. Sepanjang kita siap menerima siapapun yang ditaqdirkanNya buat kita, maka Insya Alloh hidup ini akan terasa mudah dan indah. |
Note: Above just a small encouragement for any ikhwan that having a marriage minded thought.. good luck.. and keep trying..! :)
(Taken from Aa Yoga's website)
dikutip dari:
http://www.islamdotnet.com/modules.php?name=News&file=article&sid=88
January 16, 2006
Doa Yang kupanjatkan ( By : Ratih Sang )
Bismillahirohmanirohim.
oleh: Ratih Sanggarwati
Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis
"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh.
Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."
Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah
"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah,
agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati
dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus."
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir
"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka
di sekolah Islami yang baik meskipun mahal,
beri aku rizki untuk itu ya Allah...."
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah mulai sekolah
"Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral
Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda."
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah beranjak remaja
"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yang
mengkhawatirkanku. Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena
dia ibarat buah yang sedang ranum."
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku menjadi dewasa
"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang
bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami."
Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah "Ya Allah jangan kau putuskan
tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan
dia karena dia akan ikut suaminya."
Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan
"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat.
Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan
teritoria wibawaku sebagi ibu dari ibunya
cucuku."
Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum dan
berkata......
"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh
sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah?
Engkau ingin suamimu jadi imam,
akankah engkau jadi makmum yang baik?"
"Engkau ingin anak yang sholehah,
sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu.
Jangan egois begitu......
masak engkau ingin anak yang sholehah
hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu....
tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku,
karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku."
"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam,
karena apa?...... prestige? ...... atau....
engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya?
Engkau juga harus belajar,
Engkau juga harus bermoral Islami,
Engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya."
"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan
mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan
umat-Ku."
"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu,
seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku.
Percayalah kalau anakmu dari bibit, bebet, bobot yang baik
maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan."
"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu.
Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya.
Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku,
bahkan ketika dia melupakan-Ku.
Aku tetap mencintainya."
"Anakmu adalah amanahmu,
cucumu adalah amanah dari anakmu,
berilah kebebasan
untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya."
Lantas...... aku malu...... dengan imajinasiku sendiri....
aku malu......
aku malu akan tuntutanku.......
Maafkan aku ya Allah......
SuMber : MAilingList: As-Syifa
January 14, 2006
1Cth Perbuatan Yg Lbh Baik Berpengaruh Dr 1000 Kata Yg Terucap
Bismillahirohmanirohim.
"Satu contoh Perbuatan Yang Lebih Baik Berpengaruh Dari Seribu Kata Yg Terucap"
1. Sebarkan salam kepada siapa saja
2. Berikan senyuman
3. Sapa dengan penuh rasa senang dan semangat
4. Sebutkan nama anda dan tanyakan namanya
5. Ingat namanya baik2 jangan sampai lupa
6. Panggilah dengan nama yang paling disukainya
7.katakan senang dengan pembicaraannya
8. buatlah seakan anda sangat menyukainya
9. jangan terlalu banyak bicara & perbanyaklah mendengar
10. buatlah seakan anda sangat tertarik dengan apa yang diungkapkannya
11. Jjangan menyelak pembicaraannya dan bersabarlah
12. Ajukan pertanyaan yang dapat merangsang semangat pembicaraannya
13. Jaga sopan santun & ucapkan terima kasih
14. Anggap semua yang anda temui adalah penting
15. Persering bersilahturahmi & berikan hadiah semampu anda
16. Doa'kan lah kapan saja anda berdo'a
17. Berikan hadiah sekecil apapun yang anda mampu
18. Berikan perhatian yang baik terhadapnya
19. Puji prestasinya dan hasil pekerjaannya dengan segala ketulusan
20. jangan memalingkan wajah atau badan ketika berbicara
21. Jangan bersikap seperti majikan/negosiasi
22. Terimalah dia apa adanya
23. Jangan paksakan untuk menjadi orang lain
24. Jangan paksa orang lain jadi sempurna sebelum anda mencintai dan berkorban untuknya dengan semaksimal
25. Jangan segan meminta kritik dan saran
26. Mulailah sesuatu dengan apa yang disepakati
27. Jangan mempermasalahkan perbedaan sepele
28. Jangan banyak berdebat dan jangan suka ngotot
29. Ungkapkan persetujuan kepadanya dengan jelas
30. Hargailah sekecil apapun pekerjaan dan kebaikkannya
31. Ucapkanlah terima kasih setulus-tulusnya
32. Do'alkanlah agar dia lebih bersemangat
33. Mintalah do'a kepadanya
"Materi Kiat Mudah membuat Orang lain Jatuh Cinta"
Dalam Dauroh Quantum Murobi
Wassalamu`allaikum wr wb
Salam ukhuwah DV ^_^
January 13, 2006
Dilema Muslimah Antara Karir&Kerjaan
Bismillahirohmanirohim.
Menjadi seorang istri merupakan Konsekuansi yang musti kita lewati. menjadi seorang istri adalah sebuah hal yang indah. Bagai melihat mawar kita ingin menciumnya tetapi tidak ingin terkena durinya nah inilah yang patut kita lakukan adalah: nikah, itu perlu pengorbanan tapi perlu diiringi oleh keikhlasan..
komunikasi harus dipahami oleh masing-masing pasangan.
Ibu rumah tangga yang harus dipikirkan paling utama yaitu:
1. Anak-anak:
dari jam 7 malam sampai jam 7 pagi kita memanage waktu.
perisiapan spiritual kita : ruqiyah
memerlukan ekpresi untuk menghilangkan kelelahan.
2. Persiapan Intelektual Kita
3. Pengetahuan Keislaman
4. Skill, Intra insonal
5. Penyiapan Fisik:
- Jalan-jalan pagi
- Menjaga kebersihan Pribadi
yang terakhir. tawadud
Senyum adalah komunikasi dengan orang lain yang paling mudah dan baik.
Sekian dan terima kasih
Wassalamu`allaikum wr wb
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
* kajian di BKPM : Jln. Gatot Subroto. Ahad Tgl 11 Desember 05* Kopdar Kamu= kajian muslimah ( divisi kewanitaan IMB)*
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Komitmen Seorang Muslim
Dalam Bahasa sehari-hari dikenal dengan Tangung Jawab ada didalam Al-Quran. Ayat:
[29:23] "Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang"
Ujian bisa diberi oleh Alloh melalui kebahagiaan tidak dengan kesedihan. orang beriman akan yakin akan diuji oleh Alloh SWT.
Komitmen:
1. Loyal dalam artian : Setia kepada ikatan Alloh. Aturan Alloh SWT
2. Disiplin dalam melaksanakan terhadap ketentuan-ketentuan Alloh SWT . terdapat dalam Ayat :
[ 33:36]"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata"
3. Menjalin Ukhuwah Islamiyah.
4. Mau berkerja sama dalam Kebaikan. terdapat di dalam Ayat :
[61:4]"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."
5. Saling Nasehat- Menasehati terdapat didalam Ayat :
[103:3] "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."
Terdiri dari 5 Komitmen seorang Mukmin.
Jazakhumullah khoioron katsrian.
Afwanminkum bila ada kehilafan dan pengetikan.
Wassalamuallaikum wr wb
*Tarbiyah tiap pekan*
January 11, 2006
" Air Mata "
Bismilahirohmanirohim.
Sebuah kata yang sederhana namun mengandung makna yang sangat dalam.
Jika mengalami kekecewaan yang sangat dalam menangislah.!!
Biarkan air mata menetes di pipi. Jangan biarkan air mata menetes
dihati.
Air mata yang menetes di dalam hati jauh lebih berbahaya dari pada
air mata yang menetes di pipi.
Air mata yang menetes di wajah masih dapat di hapus tetapi air
Mata yang menetes dan terus mengalir di dalam hati, tidak akan dapat
dihapus dan akan terus menggenangi hati sehingga hati akan terus
terendam didalam nya.
Jangan biarkan hal ini sampai terjadi sebab hati akan menjadi
terluka dan beku.
Luka itu akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat.
Seiring dengan berjalannya waktu mungkin luka itu masih dapat sembuh.
Tetapi bekas dari luka itu akan meninggalkan noda dan tidak akan
pernah hilang.
Sama hal nya seperti ketika kita memasang paku pada sebuah papan.
Paku itu masih bisa dicabut karena letaknya yng kurang tepat.,tetapi
bekas lubang dari paku itu tidak akan bisa hilang dan akan tetap
meninggalkan noda.
Maka jangan pernah sekalipun mengecewakan perasaan orang lain,apalagi
orang yang kita sayangi.
Walaupun anda berusaha merubah sikap dan perilaku anda di depan semua
orang, seolah-olah tidak pernah menyakiti hatinya, tapi semua itu
akan sia-sia, karena suatu saat penyesalan akan datang jua
menghampiri.
Dan jika saat itu tiba akan sangat terlambat karena hati yang pernah
digenangi oleh air mata kekecewaan tidak dapat kembali seperti semula.
Maka jangan pernah mencoba sekalipun mengecewakan perasaan orang
yang kita sayangi dan kita cintai.
Berikan dan tunjukkanlah kesetiaan dan kepercayaan untuk orang yang kita sayangi.
Yathie
(hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan.
Mari kita kembali kepada niat yang baik InsyaAlloh
akan mendapatkan yang baik pula.....Amien)
===========================================
Semua artikel pada milis ini bisa dilihat di http://prayoga.net/
situs-nya artikel dan cerpen (pra) pernikahan
===========================================
Visit your group "tentang-pernikahan" on the web.
Jangan hanya dibuka, dibaca dong
Bismillahirohmanirohim.
Bila Cinta Tak Berbalas
"Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi
rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan
semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya.
Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para
ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang
pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi
perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba
ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah
tangan.
Ya drama kehidupan menuju mahligai pelaminan memang beragam. Ada yang
menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh
onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya
tak bertaut dalam maghligai pernikahan.
Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa
mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena
posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar.
Sehingga getirnya kegagalan cinta -seandainya memang terasa getir-
langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman
tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan.
Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang
lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.
Mengambil sikap
Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala
keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah
bagian dari gharizatul baqa (naluri mempertahankan diri) yang Allah
ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia, bukan
onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak
tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa
bergembira tapi juga bisa kecewa.
Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa
hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan
meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka
akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu
lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa
ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita
ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah manusia seutuhnya.
Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari
segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah
pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu
saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan
akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang
bisa diambil:
Percayai qadla
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua
keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu
bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya
tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita
renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai
seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku
bangsa, dan sebagainya. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang
berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa
menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.
"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan
penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi
alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan
diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: tulislah
amalnya, rizkinya dan ajalnya. (HR.Bukhari).
Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada
kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah
penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan
dalam diri kita Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya
Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita
kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya.
Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah. Akankah kita
menerima qadla-Nya atau merutuknya?
Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan
InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada
kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan
kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.
Bersiap untuk cinta dan bahagia
"Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan
membahagiakan ukhti," demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap
akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan
kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita
begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama
seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak
orang.
Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa
kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak
percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang berani menolak
pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan,
"berani-beraninya..." atau "apa yang kurang dari saya....."
Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita
dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah
semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai
dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi
senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi buffer penyangga
mental kita, apapun yang terjadi kelak.
Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang
akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih bunga yang lain,
hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan
sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada
kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan
menjadi kenyataan.
"Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya
urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang
kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka
hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka
hal itu lebih baik baginya." (HR. Muslim).
Bukan Aib
Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran
sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah
bentuk perjuangan menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu
apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah
mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan
cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang senasib dan
sependeritaan.
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa
terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa
yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.
Kita mungkin takkan Bahagia
Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan
pada ikhwan/akhwat yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang
muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang
untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak
untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan
agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam
kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh
Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.
Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada
kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar perceraian. Jawabannya
adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun
rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan (al hanaah)
dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah
tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu
aflam bi ash shawab.
"Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh
rujuk lagi dengan cara yang mafruf atau menceraikan dengan cara yang
baik." (QS. Al-Baqarah [2] : 229).
Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita
memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang
baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita
idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk
sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha
Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang
memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin
lebih dari yang kita harapkan.
Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah
menikah dengan orang lain -bukan dengan si dia yang antum idamkan-
niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah
banyak orang yang telah merasakan hal demikian.
Saya tak mungkin berbahagia tanpanya
Ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus
menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk
mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus
menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius
dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka
sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.
Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain
yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain
membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya
sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla
Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.
Cinta membutuhkan waktu
"Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban
ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!" Masya Allah, cinta bukanlah martabak
telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi
berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang
harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga
ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.
Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu
menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar -contoh extrim pada
kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia
berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi
cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota
tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah
Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna
"Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab
pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta
pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan." Itu mungkin
suami dambaan anda duhai Ukhti. tapi jangan marah bila saya katakan
bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar,
maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab
pembinaan.
Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang
bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang
rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat
dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dan sebagainya.
Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi
calon suami/istri kita, tapi realistislah, setiap menusia punya
kekurangan sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang
yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang
sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar
kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan.
Maka doa kita kepada Allah bukanlah, "berikanlah
padaku pasangan yang sempurna" tetapi "ya Allah, karuniakanlah padaku
pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku."
Kekuatan Ruhiyah
Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah
kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum
diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan
datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada
seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta
dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan
karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena
akhi seorang hamalatud dafwah lalu setiap akhwat mendambakannya.
Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut
persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut
kita "luar biasa" berjodoh dengan yang biasa-biasa saja. Seperti
seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi
kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa
terukur dengan ukuran-ukuran manusia.
Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap
tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang
ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua
hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain.
Intinya saya bermaksud mengatakan jangan ke-ge-er-an dengan segala
title dan atribut yang melekat pada diri kita.
Beri cinta kesempatan (lagi)
"... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang
kafir." (QS. Yusuf [12] : 87).
Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar
adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga.
Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita.
Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak
bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita
dengan orang yang kita cintai, Insya Allah ia akan datang esok atau
lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari
kekuasaanNya.
Cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa
datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita
harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula
yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata
terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri
kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. glove
is knocking outside the doorh. Tidak pernah ada kata menyerah untuk
meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau
akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang
dirihoi agamanya.
"Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho
agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak
melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang
nyata." (HR. Turmudzi).
"Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi
karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena
agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya
selamat dirimu." (HR. Ahmad)
--
--Selalu Tampil Beda !!!
" Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya
seperti orang yang melakukannya. (HR Bukhari) "
December 30, 2005
Last 2005
Bismillahirohmanirohim.
InsyaAlloh Bila Alloh SWT berkehendak dan mengizinkan rencana hambannya ini.
saya berniat untuk Mabit di BI.. skrg ini saya banyak beraktifitas di cirebon.
kota saya.... dan dikota cirebon. sepengetahuan jarang ada mengadakan mabit.
jadi saya biasa dijkt... ingin merasakan aktifitas dijkt.. apalagi kegiatan agama disana
lebih banyak dibanding dicirebon.
diPengujung akhir bulan desember 05.. saya melihat keluarga saya sangat lucu.
karena saya melihat ibu pergi juga nanti mlm ke yogyakarta.. saya diajak sama ibu.
tetapi saya tidak bisa ikut. krn sabtu ada seorang teman sekntr yang kuliah...
kami satu kuliah beda jurusan. jadi komitment hari sabtu tidak bisa ada yang bolos
kecuali urgent banget kyk sakit or ada masalah keluarga yg sangat penting.
saya memutuskan untuk pergi Mabit di BI tgl 31.Des 05 seperti biasa.
saya mencari teman dan janjian disana. akhirnya dapat teman2 yg ada dilist YM saya
karena saya sering online menggunakan YM jadi komunikasi saya banyak di YM.
balik ke cerita ibu yg keyogyakarta... hmmm memang ibu dan saya banyak perbedaan
walaupun saya anaknya tetapi beda banget... saya lebih suka pergi2 keacara Mabit
sedangkan ibu lebih suka mengantar shoping teman or tetangga rumah ibu.
eheheh dipikir2 gpp deh asal ibu merasa senang... tapi ibu udah lansia...
saya khawatir akan kesehatan ibu..... tapi melihat beliau rasanya penuh dengan semangat
gak dirumah dan gak diluar rumah. saya melihat ibu merasakan kelelahan disaat beliau tertidur
saya selalu melihat muka ibu yg sangat suci dan murni begitu polos muka seorang wanita
yang telah membesarkan saya... dengan penuh perjuangan dan kasih sayang.....
sedangkan saya melihat bapak... penuh dengan kesabaran dan ketabahan serta Perjuangan
yang Sangat Besar kepada keluarga. disaat muda beliau mencari nafkah demi anak2nya.
rencana sabtu 31 des 05 bpk diajak sama adiknya ibu yg dari lampung kebetulan di crb
mau pergi ke indramayu mau main kerumah sdr kami yg kebetulan ada disana.
tadinya bila bapak gak ada acara saya ingin ajak beliau Mabit.. tapi beliau tidak mau...
lebih memilih pergi sama adiknya ibu... tapi mlm thn baru bapak sendirian donk... kasihan
sedih klo ingat itu.. tapi bagaimana bapak ingin seperti itu
mungkin kk dan kk ipar saya yang akan menemani...
hmmm dalam hati... andaikan bapak ikut Mabit dan Ibu jg Ya Alloh betapa senangnya hati ini...
tapi sudahlah....mungkin ortu saya hanya mengikuti ajaran yg diturunkan nenek dan kakeknya..
saya hanya berharap dan memohon kepada Alloh SWT. agar dibukakan pintu hati ortu
lebih mengenal syariat islam Dll.... saya hanya berusaha, bertawakal, berikhtiar.. dan harapan terakhir saya hanya berdoa Kepada Alloh SWT. semua permasalahan akan selesai dengan berdoa .. itu cara akhir dan jitu. serta membutuhkan kesabaran dalam menunggu doa kita tercapai...
sekian dan terima kasih telah membaca artikel saya
wassalamuallaikum wr wb
December 26, 2005
Jadwal Puasa 2006
------------------------------------------------------------
1. Puasa pada hari Senin dan Kamis.
2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan - tanggal 13.14.15 - penanggalan Islam -bulan purnama.
- 14, 15 Januari 2006/ Dzulhijjah 1426 H. Tanggal 13 Januari 2006 bertepatan dengan hari tasyriq - 13 Dzulhijjah 1426 H. Hari tidak diperkenankan berpuasa.
- 12, 13, 14 Februari 2006/ Muharram 1427 H
- 13, 14, 15 Maret 2006/ Shafar 1427 H
- 12, 13, 14 April 2006/ Rabi'ul Awwal 1427 H
- 11, 12, 13 Mei 2006/ Rabi'ul Akhir 1427 H
- 10, 11, 12 Juni 2006/ Jumadil Awwal 1427 H
- 9, 10, 11 Juli 2006/ Jumadil Akhir 1427 H
- 7, 8, 9 Agustus 2006/ Rajab 1427 H
- 6, 7, 8 September 2006/ Sya'ban 1427 H
Puasa Ramadhan 1427 H : 24 September 2006 - 23 Oktober 2006.
- 5, 6, 7 November 2006/ Syawwal 1427 H
- 4, 5, 6 Desember 2006/ Dzulqa'idah 1427 H
3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 1 Januari 2006 - 30 Januari 2006 /Dzulhijjah 1426 H
Antara 22 Desember 2006 - [sekitar 20 Januari 2007] /Dzulhijjah 1427 H Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Yakni : 9 Januari 2006/Dzulhijjah 1426 H & 30 Desember 2006/ Dzulhijjah 1427 H.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah/ 10 Januari 2006 & 31 Desember 2006 Hari tasyriq - 11,12,13 Dzulhijjah/ 11, 12, 13 Januari 2006
4. Puasa bulan Muharram - 'Asyura' selama 3 (tiga) hari -tanggal 9,10,11 Muharram.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu'a dan 'Asyura )
Yakni : 8, 9, dan 10 Februari 2006.
5. Puasa pada sebagian bulan Sya'ban.
Antara 25 Agustus - 23 September 2006.
6. Puasa pada bulan Syawwal - 6 hari.
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal
Antara 25 Oktober - 21 November 2006.
7. Puasa Daud - berpuasa selang-seling.
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.
Ringkasan - Referensi :
Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani
Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Kalender terbitan Gema Insani.
December 22, 2005
Hari Ibu
Bismillahirohmanirohim
Pada hari ini tepatnya tgl 22 Desember05 adalah memperingati hari Ibu.. diseluruh dunia...
bagi ku hari ibu adalah setiap hari.. karena dirumah saya selalu bersama ibu.. melakukan kegiatan dipagi hari maupun di malam hari.. hanya siang sampai sore saja saya tidak melakukan kegiatan bersama ibu.. sebab saya kerja.. :) inginnya bersama beliau selalu dirumah.. apalagi beliau sudah lansia.. memerlukan istirahat yang banyak.. tetapi ibu selalu berfikir tidak ingin menyusahkan anak-anaknya... ibu hanya memiliki 2 anak..
seorang putra dan seorang putri.
ibu selalu bilang 2 anak cukup :)) Kb banget yah :P
ibu sudah bersyukur memiliki anak laki2 dan anak perempuan.
hmmm (menghela nafas dalam2 pikiran ini sambil pikiran melayang.....)
Tadi pagi.. setelah selesai menyetrika..... jam 6.30 saya melihat acara sentuhan qolbu...
setiap pagi saya sempatkan untuk melihat acara tersebut... Tepatnya hari ibu...
jadi acara tersebut bertemakan Spesial Hari ibu....
ibu sudah mengerti jadwal acara tontonan pagi hari saya yah hanya sentuhan qolbu or berita2 pagi dichanel2 TV.. bila acara sentuhan qolbunya iklan ...:)
Bari kali ini saya melihat Ibu lihat acara TV nangis :(( hiks jadi ikut terharu.. karena ibu dan saya mendengar pengorbanan seorang Ibu Menjadi buru Kuli diTanjung Priyok Jkt :(....
ya Alloh itu perkerjaan yg sudah bukan untuk seorang wanita ....:(( hati ini benar2 sedih dikala ibu itu bercerita di TV... dan saya langsung berucap syukur Ya Alloh terima kasih untuk keadaan kami.. karena Ibuku membesarkan diriku ini tidak sampai mengalami Hal2 yg sangat berat... tetapi saya teringat kembali.....
Setiap Ujian yg diberikan Alloh SWT kepada kita pastinya itu suatu tanda dari Alloh...
bahwa Alloh Sayang sama hambaNya.. dan Menguji keimanan kita....
memang kemiskinan itu dekat dengan kekufuran... teringat Murobiyah= guru pembimbing ngaji ... saya
Setiap Ibu selalu Ingin memberikan Terbaik buat anak2nya sampai2 anaknya itu tidak tahu ibunya sampai berkorban demi anaknya... kalimat itu yg saya tanggkap dari ucapan ibu sri namanya yang diacara sentuhan qolbu....
Acara itu kemudian membuka menerima telp dari luarrr....
saya sangat tertegun ketika ada seorang gadis menelphone diacara tersebut...
gadis itu bertanya... Pak ustadz saya seorang gadis. ingin menikah. tetapi saya bingung.. bagaimana saya mengurus ibu saya. sedangkan tidak ada lagi selain saya yang mengurus... ibu dirumah......
Ya Alloh hati saya mengucap namaMu... kejadian itu hampir mirip sama seperti saya.. bedanya saya gak nikah... dalam artian tidak mendekati pernikahan.... tapi bila namanya jodoh yg sudah dikehendaki oleh Alloh SWT saya nanti kelak Nikah.. * gubrak dot com* posisinya sama donk yah :)... akhirnya sama jg yah permasalahanya :D
hmm akhirnya saya menyimak jwban dari ustadz....
December 12, 2005
Sebuah Pelajaran Diperjalanan
Assalamu`allaikum wr wb
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`du
Semoga Allah SWT. selalu melindungi kita dalam kebaikan dan ketaatan dan tetap menjadikan kita orang2 yg istiqomah dijalan Nya Amin Ya Robal Allamin .Sholawat dan salam kita sampaikan kpd nabi kita Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya.
Dalam Perjalanan pulang dari Acara Halal Bihalal Kamus= Kajian Muslimah yang diadakan diMasjid Al-Ihsan Gedung BKPM .. Jl Gatot Subroto. Kamus termasuk bagian dari IMB= Indonesia Muslim Blog.. termasuk divisi Kegiatan Kewanitaan IMB. http://muslimblog.blogdrive.com/
Alhamdulillah saya mendapat banyak Ibroh di kajian tersebut... dari segi rohani kita diisi..
seorang ustadzah yg bernama Ustdz. Miriani Kamaliah dengan bertema "Dilema Muslimah" :Antara Karir & Keluarga.
Setelah acara selesai.. acara tersebut akhir acara ada ta`aruf sesama anggota... disesi acara tersebut saya tidak sampai selesai mengikutinya.. karena ada janji dengan tante saya.. didepok. sebelum duhur datang kami semua break terlebih dahulu kemudian dilanjutkan sesudah duhur..
saya pamit ke moderator pembawa acara untuk tidak mengikuti acara sampai selesai..
lucu juga seh proses ta`aruf nya.. karena selama ini kami2 akhwat taunya hanya id Yahoo Messager masing2 tetapi tidak tahu wajah2nya satu persatu ... :D kemudian saya berfikir saya pulang yang jam brp yah naik KA Cireknya.. udah pesan yang jam 14.00 tetapi sayang sekali yah jalan2nya belum puas.. kebetulan saya mendapat telp dari tante saya untuk ketemuan di depok... menenggok rukonya... yang mungil di ITC Depok... saya berfikir iya deh Gpp Sekalian main dan jalan2 kedepok karena sama sekali gak tau depok jadi penasaran ke depok....sekalianya jalan2 yang jauh hueheu menurut saya....sambil tersenyum kecil dan tertawa didalam hati :)).....dan saya bersama adik sepupu yang mengantar jemput saya, segera meluncur ke depok.. memutuskan tidak jadi naik KA CIREK yang jam 14.00.. dan saya meminta tolong kepada kk sepupu saya untuk memesan tiket yang jam 18.15..
Tanpa terasa waktu cepat berlalu...setelah makan siang dengan adik sepupu dan membawa beberapa bungkus makanan cemilan kentang goreng dari A&W.... karena alhamdulillah saya dapat rezeki dari seorang teman :) akhirnya saya balik lagi keruko...untuk jaga ruko tante. karena tante saya mengirim pesanan barang dan karyawanya sedang istirahat sholat bergantian jadwalnya. melihat jam 16.10 wihhh tak terasa yah waktu begitu cepat berlalu... dan balik ke cerita diatas saya berniat untuk naik CIREK yang jam 18.15 tetapi seperti biasa kita boleh berencana tetapi Alloh SWT yang berkehendak. rencana jam 16.10 dari ITC Depok pergi menuju jatinegara batal lagi.. karena hujan besar didepok.... Memutuskan tidak jadi berangkat ke jatinegara dan tempat duduk yang dipesan kk sepupu saya jadinya dibatalkan lagi... bukan rezeki saya naik CIREK... setelah hujan reda jam 16.15 adik sepupu kebetulan dapat telp dari temanya ditunggu buat ngeband.. hihihiihi saya berfikir maseh ABG jadi maklum deh dan akhirnya adik sepupu memutuskan untuk pulang setelah hujan reda....... tante bilang ke saya...
udah deh Dv pulangnya besok pagi saja... telat berangkat kekantor sekali2 kan gpp...:) bilang ajah abis dari jkt.. tatapi hati ini koq gak mau yah :D.. karena ingat pesan bapak.. sewaktu pagi2 mengantar saya di stasiun...
beliau berkata.. sebisa mungkin PP jgn menginap. karena sudah berjanji dan bilang iyah akhirnya saya tetap berusaha pulang ikut dengan adik sepupu.. yang tadinya niat pulang bareng bersama tante dan oom saya.... kebekasi, dibatalkan....
Diperjalanan menuju jatinagara adik saya berusaha untuk mengebut mengendarai motornya ....tetapi dia takut juga karena kondisi hujan dan jalan becek dan licin ...ada dibeberapa jalan yang air menggenang... seingat saya didaerah cawang.... :) adik sepupu melihat jam.. dan bilang kesaya.. ceu masih keburu neh klo naik KA cirek jam 18.30 kan udah balik lagi ke jatinegara..... saya menjawab iyah udah klo keburu it`s ok klo gak keburu yah udah ikut saran mamahmu yah wen,.... diperjalanan Hp saya berbunyi dan membaca SMS sebentar dari kk sepupu " Ada dimana? Maseh DiDepok... jadi gak naik CIREK klo jadi neh nomer tempat duduknya K2 No.6 C D...klo gak yah udah nginap saja dikosan ceu.....
Diperjalanan saya bilang ke adik sepupu.. ok Wen dicoba deh ke jatinagara semoga CIREKnya lom Berangkat.... memang bukan rezeki saya naik CIREK saya mengeluarkan Kartu Bukti Diri untuk naik KA... dan begitu masuk pintu jatinagara melihat CIREK berangkat.. tepat dihadapan mata KA itu berjalan sedikit demi sedikit dan akhirnya berlaluu... hanya terucap,... di mulut ini.. Yahhhhh Ketinggalan KA... Yahhh udah berangkat.. dan dalam hati sambil tersenyum mengucapkan " Bye Bye KA" karena gak bisa diberhentikan seperti BUS or Metro Mini.... atau Taksi... :D.... ada salah satu orang yang sering mengangkat barang2 penumpang bilang ke saya... naik KA Saunggaling aja mbak... nanti jam 19.10.... saya hanya mengucapkan o0o iyah pak.. makasih yah pak informasinya tapi saya tetap berfikir kk sepupu udah ke kostan yg diBuaran......kemudian saya keluar lagi dari stasiun menemui adik sepupu saya.......yah wen udah berangkat CIREK nya .. ceu telat... adik sepupu bilang.. skrg gimana ceu?.... yah udah nginep di kostan ceu lia ajah yang dibuaran daerah jatinegara baru.... dan saya kembali naik Motor bersama adik sepupu saya... dalam perjalanan saya berfikir kk sepupu udah balik lom yah ke kostanya... ..saya langsung cepat mengambil Hp dan menelphone ... mail box trus.. hati ini sudah cemas... tapi tetap mengucap.. ya Alloh mudahkan lah perjalananku....saya tetap berusaha menelphone kk sepupu dan alhamdulilah tidak mail box.. krn beliau meminjam Hp temannya... dan saya bertanya kebeliau ...ceu ada dimana? maseh dijatinegara... wah hampir saja saya mau ke buaran ke kostan ceu2.. yah udah balik lagi saja.... kata ceu2 dan ... saya bilang ke adik sepupu yang sedang mengendarai motor dengan kecepatan lumayan ngebut.. dalam hati berdoa yah Alloh berilah Keselamatan Hambamu Ini dalam perjalanan... ... setelah melewati cipinang adik saya mencari tanda untuk bisa memutar balik... ada jalur bisa belok .. Alhamdulillah ... tidak terlalu jauh mutarnya.... dan Alhamdulillah sampe lagi didepan stasiun .. kemudian saya buru2 masuk kembali...... mencari2 kk sepupu di ruang informasi PPKA dan Di KS = Kepala Stasiun... koq gak ada juga yah.. kemana neh kk sepupu.. udah malam sendirian lagi saya.... tapi berusaha tetap tenang dalam hati * Don`t Panic* Alloh SWT selalu menemani Hamba-Hambanya...... kemudian kk sepupu saya menelphone... menggunakan HP temanya... menanyakan keberadaan saya... ada dimana?... saya menjawab... ada di depan Ruangan KS = Kepala Stasiun.... yah udah ceu yang kesana..... Iya... ditunggu disini saya menjawab.....
Sambil menunggu KA Saunggaling saya membeli AQUA... krn stock Air yg saya bawa sudah habis..... Alhamdulillah yang saya tunggu2 datang juga tuh KA Saunggaling .. KA Jawa Jurusan Kutuarjo....
kk sepupu banyak menasehati saya sebelum saya masuk KA... dengan nasehatnya sebagai berikut:
1. Jangan buka tas didalam KA......dekatkan barang2 yang mau diambil didekat seleting bukaan
2. Jangan ketiduran di KA karena nanti bisa kelabasan sampai Kutuarjo....
hihih kk sepupu saya sangat sayang dan perhatian kepada adiknya.. pdhal adiknya ini udah gede... saya sangat terharu, dan hanya bisa menjawab Iya ceu iyah Siap Siap sambil tersenyum.....dalam hati InsyaAlloh dalam Lindungan Alloh SWT.. dan hanya berdoa.... " Laillahaila anta subhanaka innikuntum minadzolimin"
dan kk sepupu saya tidak bisa mengantar saya sampai mencari tempat duduk krn klo KA jawa pasti padat.. ternyata memang.. masukpun kita musti sumpel2an dengan orang.. hihi hihi Alhamdulillahnya udah biasa... karena sering memakai KRL jurusan bekasi... :D sewaktu SMA dulu...
Didalam KA... saya mencari tempat duduk bernomer 9 C.. kebetulan ada seorang wanita sudah lanjut usia... membawa barangnya.. saya bertanya: " maaf ibu nomer brp yah? sambil tersenyumm.... ibu itu menjawab.. oh ini nomer mbak yah.... iyah tapi gpp klo ibu mau menempatinya.. gak mbak silahkan mbak saja.. saya menjawab terima kasih, yah sudah saya yang nomer 9 C ibu yg nomer 9 D nya gimana..? sambil tersenyum kembali... ibu itu menolak .. gak mbak saya disebelah depan saja... itu kosong... saya menjawab hmm baik silahkan ibu.. mohon maaf yah ibu sebelumnya... memang rezekinya ibu tersebut... Alloh SWT memberikan yg terbaik buat ibu yg sudah berlansia itu... Alhamdulillahnya kursi itu kosong dan ibu itu bisa tiduran Selonjoran.... saya melihat ibu itu menyewa bantal... dan sebelum KA berangkat.... ada 2 orang wanita... yg satu sudah lansia yg satu maseh 1/2 baya... menanyakan kesaya mbak ... tempat duduknya kosong * tanya seorang wanita 1/2 baya itu* iyah.. ibu kosong saya menjawab.... terima kasih mbak.. ini buat ibu saya ... o0o iyah silahkan ibuuu.......
akhirnya KA pun berangkat... dan diperjalanan ibu2 itu menawarkan saya makanan.... saya tersenyum dan menjawab... tidak ibu terima kasih banyak... saya maseh kenyang ..... hihihihi jadi ingat.. klo saya bawa makanan dari halal bihalal kyk pastelll.. itu saja maseh lom dimkn. dikasih sama mbak hanum 2 bungkus makanan saya kasihkan ke karyawan tante saya yang ada di Mall ITC Depok... saya makan pastel yang satu itu didalam tas saya....kemudian saya minum air putih serta Obat ( karena ingat hari itu mkn gak teratur dan bisa gaswat klo gak minum obat rutin racikan itu :D).....dan teringat juga saya bawa tanggo dan biskuat sampe mau pulangnya lagi belum dimakan.. subhanalloh... lupa... dan gak mood makan bila dalam perjalanan.... tetap gak kemakan sampai saya mengembalikan ke warung ibu saya lagi hihihi... sewaktu pagi sebelum saya berangkat.....saya mengambilnya......
Didalam KA saya terkantuk2 tetapi saya ingat pesan kk sepupu.. ingat jgn ketiduran nanti kelabasan... melihat ibu lansia itu sudah terlelap... saya maseh menahan kantuk... lumayan letih juga seharian bermotor2an dengan adik sepupu..... saya mengambil HP di tas dan mengeset alaram... di bikin 21.00 selanjutnya saya gak tdr dehhh... tetapi tetap saja tidurnya hanya seliyap2.. dan tidur ayam :D...
Saya mendapatkan Sebuah Ibrah diKA itu... dari sebuah kehidupan... tepatnya KA Itu berhenti di Stasiun Pegaden... saya tersentak kaget....ada seorang ibu2 yang memberi tahukan tentang berita duka...
Ibu itu memberi pengumuman bahwa ada saudara kita yang terkena Musibah, telah Meninggal dunia di Gerbong1 Laki2 umur 27 thn Asal kebumen dan saya meminta keikhlasan rekan2 saudara/ri sekalian menyumbang apa adanya dengan ikhlas... karena keluarga Almr kehabisan biaya.. dan jenazah akan diturunkan diStasiun Cirebon... sekian dan terima kasih..... Serentak saya kaget dan mengucapkan ...
Inna Lillaahi wa innaa ilaahi raaji`uun, wa innaailaa rabbinaa Lamunqalibuuun, Allaaahummaktubhu `Indaka fil muhsiniina waj`al kitaabahuu fii `illiyyiina, wakhlufhu fii ahlihi fil ghaabiriina wa laa tahrimna ajrahu wa laa taftinnaa ba`dahu.
"Sesungguhnya kami kepunyaan Allah, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Wahai Allah, tulislah ia disisi-MU dalam golongan orang-orang yang baik-baik, dan jadikanlah buku catatanya dalam illiyin dan berilah ganti keluarganya pada golongan orang-orang yang akan datang dan janganlah Engkau menghalangi pahalanya, dan janganlah Engkau menjdikan fitnah kepada kami sesudahnya." (H.R.Ibnu Sunni)
Langsung merogo tas mengambil dompet... teringat kk sepupu yg menasehati.. ingat di KA jgn buka2 tas dan jgn buka Dompet... tetapi nasehat itu saya langgar juga hihiih demi kebaikan :D .. setelah ibu2 yang memberitahukan berita duka tersebut melewati gerbong kami... yang meninggal digerbong 1 dan saya digerbong 2 beda 2 gerbong sama saya.... disaat itu saya langsung termenung... dan hampir saja saya menangis... karena tersentuh dengan kejadian itu, karena saya secara tidak langsung mendapatkan Ibroh dan hikmah. benar2 yang sangat bernilai maknanya.... karena kita tidak tahu... kematian itu datangnya kapan dan dimana :)...... disatu sisi Alloh SWT mengambil nyawa seorang laki2 diusia 27 thn.. dan disisi lain Alloh SWT menambahkan, menggenapkan, memperpanjang usia seseorang.... kejadian ini mungkin terjadi bukan di KA saja, mungkin dinegara atau dibagian lain ada yang mengalaminya.. hanya saja kita tidak mengetahuinya... karena itu kekuasaann Alloh SWT dan diluar kemampuan kita...dengan berputarnya kejadian membuat saya berfikir... tentang nikmat Alloh SWT dan tentang Ilmu yang kita dapat hari ini atau esok hari bila Alloh SWT memberi umur kita panjang... berbuat baik jgnlah ditunda2 benar kata lagu Bimbo.... Alhamdulillah saya hari itu mendapat rezeki dari seorang teman ... besar kecilnya.... rezeki tersebut patut kita syukuri dan amalkan....dengan ketulusan hati.... dan InysaAlloh kebaikan itu akan dibalas dengan kebaikan lagi.. Alloh SWT yg mengatur semua itu...
Kematian datangnya tidak tahu dan tidak bisa dikira2... maka bersiap2lah kita untuk menghadapinya.. dengan berbuat kebaikan dan dengan Beramal ibadah.. InsyaAlloh diberi kemudahan dalam menghadapi syakaratul Maut... dan semoga Kita diberi kemudahan dalam melafazkan
La ilaha illa Allah Muhammadun Rasulu Allah,... dalam menghadapi kematian..
sekian dan terima kasih ikhwahfillah telah membaca cerita saya yang panjang ini...
Ditulis didalam perjalanan menuju pulang.... agar tidak ketiduran :P . saya menulis dibuku kecil seperti nota memo.....
11-12-05 >> 21:30:52
Salam Ukhuwah
^_^ Devi ^_^