Assalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
kemarin ada cerita lucu dan kocak dalam diri sendiri... ingin senyum-senyum sendiri deh ( tapi bukan senyum yg gak wajar loh ... heheh :)
tepatnya tgl 25 hari itu saya wkt itu udah ada rencana beserta Wa (kknya ibu) saya, ke dokter gigi antar anaknya, setelah selesai dari dokter gigi sampainya dirumah, ada anaknya Wa saya yg pertama ceulia namanya, minta antar saya ke salon dulu saya pernah potong rambut, akhirnya saya mengantar ke salon tersebut tadinya mau saya antar ke salon khusus akhwat yang bernama wardah salah satu di kota saya ada, tapi gak deh soalnya takut gak cocok, dalam hati berbicaraa, kk sepupu saya itu belum dihijab, tapi demi mendekatkan dia agar terenyuh hatinya untuk berhijab sebaiknya saya antar dia kesalon akhwat itu yah, tapi udah tutup jam segitu, akhirnya ke salon yang dulu saya potong rambut sewaktu saya belum dihijab, disitu saya berfikir dulu saya yang selalu bangga atas mahkota perempuan yang berupa rambut, skrg mahkota itu lebih indah lagi ditutup seperti mutiara didalam kerang, dan disalon itu saya membayangkan akhwat-akhwat yang belum di hijab rambutnya sangat indah tetapi lebih indah lagi bila dihijab, saya melihat akhwat yang lain sibuk berkaca dan menyisir rambutnya dengan penuh kasih sayang, saya juga gak kalah action deh :D, ikut merapihkan kerudung saya barang kali miring atau kurang rapih sambil senyam senyum sendiri disalon itu (tanpa sadar kk sepupu melihat saya dan senyum kembali), dan kebetulan sekali disitu hanya saya yang pake kerudung, subhanallah saya baru sadar tapi gpp santai ajah( PD kadar 100 % gitu loh :D) gubrak dot com deh dv sadar donk dalam senyum2 dikaca heheh... setelah itu dalam perjalanan pulang bercerita dengan kk sepupu, tentang banyak hal tentang kehidupan saya yang berubah dari mendapat hidayah yang saya sendiri tidak pernah menyangka dan InysaAllah hidayah itu bisa saya pertahankan hingga akhir hayat dan semoga allah swt selalu menambahkan hidayah kepada saya Aminn Ya`Robal Allamin [-o<.
InysaAllah dalam kehidupan kita ada jiwa dakwah sesama keluarga yang terdekat dahulu yang belum mengetahui tentang islam yang sebenarnya, islam turunan dapatnya hanya dari ortu tetapi InysaAllah bila seorang Individu itu sendiri bisa mengali trus tentang islam rasanya selalu kurang, Ya Allah sunggung indah ilmu dariMU Alluhmma aminn Ya Rabb.
saya kasih kutipan tentang hijab semoga bermannfaat :
Hai Nabi, katakanIah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu .....''(Al Ahzab: 59 )
sekian cerita dari devi... InysaAllah bila ada wkt lagi akan ada cerita selanjutnya
jazakhumullah ikhwahfillah telah membaca blog dv yang jarang diupdate ini.
Wassalamuallaikum wr wb
Assalamu`alaikum wr wb.Bumi adalah tempat tinggal kita sebagai manusia dan Akhirat adalah kehidupan kita setelah kematian di Dunia
Home
May 26, 2005
Tentang Salon
Label:
Curahan Hati
May 20, 2005
Rasanya Lama Banget
Assalamu`alaikum wr wb
gimana kabar ikhwahfillah semuanya, semoga dalam lindungan Allah swt. aminnn
dari mana dulu yah ane bercerita, kyknya udah lama banget deh gak menulis diblog, udah punya blog dan fasilitas lain disia2kan seh sayang sekali yah :) klo lihat org yg keadaanya dibwah kita, yang ingin belajar internet atau ngeblog gak bisa karena keadaan ekonomi sedih deh melihatnya, tetapi knp yah kita2 klo sibuk dengan kerjaan dan lain sebagainya kayaknya dakwah via blog agak terbengkalai,(afwanminkum bukan bermaksud menyindir yg punya blog jarang diupdate neh... ane jg sambil menyindir diri sendiri neh, subanallah menyindir diri sendiri sama dengan intropreksi diri kali yah... heheeh :
tadinya **mode on binngung deh di blog mau ditulis soal apa, bikin dari dulu tapi didelet dan didelet lagi karena mudeng dan mentog mau menulis apa.. alhamdulilahnya, Allah swt memberikan petunjuk kepada ane diketemukan dengan komunitas( muslim blog indonesia) IMB, ketemu teman2 yan baik hati dan dakwahnya benar2 semangat dari blog, jadi terharu mau nangis :(, sekian dulu cerita dari ane nanti InysaAllah disambung lagi yah ikhwahfillah
wassalamu`alaikum wr wb
gimana kabar ikhwahfillah semuanya, semoga dalam lindungan Allah swt. aminnn
dari mana dulu yah ane bercerita, kyknya udah lama banget deh gak menulis diblog, udah punya blog dan fasilitas lain disia2kan seh sayang sekali yah :) klo lihat org yg keadaanya dibwah kita, yang ingin belajar internet atau ngeblog gak bisa karena keadaan ekonomi sedih deh melihatnya, tetapi knp yah kita2 klo sibuk dengan kerjaan dan lain sebagainya kayaknya dakwah via blog agak terbengkalai,(afwanminkum bukan bermaksud menyindir yg punya blog jarang diupdate neh... ane jg sambil menyindir diri sendiri neh, subanallah menyindir diri sendiri sama dengan intropreksi diri kali yah... heheeh :
tadinya **mode on binngung deh di blog mau ditulis soal apa, bikin dari dulu tapi didelet dan didelet lagi karena mudeng dan mentog mau menulis apa.. alhamdulilahnya, Allah swt memberikan petunjuk kepada ane diketemukan dengan komunitas( muslim blog indonesia) IMB, ketemu teman2 yan baik hati dan dakwahnya benar2 semangat dari blog, jadi terharu mau nangis :(, sekian dulu cerita dari ane nanti InysaAllah disambung lagi yah ikhwahfillah
wassalamu`alaikum wr wb
Label:
Curahan Hati
April 17, 2005
Perjalanan
Assalamu`alaikum wr wb
Bismillahirohmanirohim.
tepat tgl 17 april 2004 ada seorang teman diluar kota yang menikah dan ketika itu bertepatan dengan longmarch masjid al-aqsho. baru pertama kali ana mengikuti longmarch itu. subhanalloh sangat menyentuh hati. menuju perjalanan dari kota kami ke luar kota tersebut alhamdulillah diberi kemudahan.
Keesokan harinya setelah sholat subuh kami berangkat dari kota B ke kota J. disitu kami diberi ujian waktu dan perjalanan. dengan sabar dan menunggu wkt kedatangan transportasi yang membawa kami ke longmarch al-aqsho. akhirnya kami bertemu dengan teman2 akhwatifillah.
dan mengikuti longmarch tersebut.
kemudian kami pergi ke pernikahan teman di kota J. subhanalloh baru tau neh dari ujung kota ke ujung kota perjalanan itu sangat membawa hikmah dan hidayah.
kami buru2 mengejar waktu tetapi kami pasrah karena yang memiliki waktu itu juga 4JJL bukan kami jadi kami hanya berdoa dan berusaha agar bisa dapat naik transportasi yang menghantar kita pulang ke kota asli kita.
dan disitulah kekuasan 4JJL memberi izin dan kehendaknya. pas kebetulan transportasi yang kita gunakan itu datangnya telat. alhamdulillah kita bisa pulang dengan selamat atas ridho dan kehendaknya. sehingga kami dapat melakukan aktifitas kami hari senin seperti biasa.
sekian cerita dari kami. insy4JJL disambung kembali.
Wassalamu`alaikum wr wb
Bismillahirohmanirohim.
tepat tgl 17 april 2004 ada seorang teman diluar kota yang menikah dan ketika itu bertepatan dengan longmarch masjid al-aqsho. baru pertama kali ana mengikuti longmarch itu. subhanalloh sangat menyentuh hati. menuju perjalanan dari kota kami ke luar kota tersebut alhamdulillah diberi kemudahan.
Keesokan harinya setelah sholat subuh kami berangkat dari kota B ke kota J. disitu kami diberi ujian waktu dan perjalanan. dengan sabar dan menunggu wkt kedatangan transportasi yang membawa kami ke longmarch al-aqsho. akhirnya kami bertemu dengan teman2 akhwatifillah.
dan mengikuti longmarch tersebut.
kemudian kami pergi ke pernikahan teman di kota J. subhanalloh baru tau neh dari ujung kota ke ujung kota perjalanan itu sangat membawa hikmah dan hidayah.
kami buru2 mengejar waktu tetapi kami pasrah karena yang memiliki waktu itu juga 4JJL bukan kami jadi kami hanya berdoa dan berusaha agar bisa dapat naik transportasi yang menghantar kita pulang ke kota asli kita.
dan disitulah kekuasan 4JJL memberi izin dan kehendaknya. pas kebetulan transportasi yang kita gunakan itu datangnya telat. alhamdulillah kita bisa pulang dengan selamat atas ridho dan kehendaknya. sehingga kami dapat melakukan aktifitas kami hari senin seperti biasa.
sekian cerita dari kami. insy4JJL disambung kembali.
Wassalamu`alaikum wr wb
Label:
Curahan Hati
March 24, 2005
Sepengal Cerita Mu`alaf
Assalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
berawal dari Waktu gw masih kerja di Sat......,gw punya temen yangtadinya Kristen terus masuk Islam,dan waktu itu gue ngerasa gue musti ngembaliin dia ke jalan yang benar(Kristen),jadi gw debat ama dia tentang konsepKetuhanan kebetulan waktu itu gw punya buku "IsaAlmasih dalam Quran dan Hadits" (belakangan setelah gwmasuk Islam gw baru tahu bahwa ayat2 Al-Quran danHadits yang ada di buku itu sengaja tidak dikutipdengan lengkap / sepotong - potong untuk mendukungDoktrin Trinitas,tapi terkesan maksain banget)Waktu temen gw nanya tentang Trinitas,gw gak bisangejawab,karena gw sendiri susah buatngejawabnya,tidak ada kata2 rasional yang bisa gueungkapkan waktu itu,finally dia berkata "tidak mungkinAllah mewahyukan sesuatu yang tidak bisa dipahamisecara rasional oleh umat-Nya".karena perkataan tadi,gw jadi sering kepikiran,sampe2gw sering baca buku terjemahan Al-Quran terbitanDepag,dan setiap kali gw buka secara acak,gw selalumenemukan ayat bagaimana Quran (Allah) memandang IsaAlmasih,gw baca juga ayat2 tentang azab Allah bagiorang2 yang menyekutukan-Nya,gue ngerasa laen bangetbaca Quran dibandingkan Alkitab,gue ngerasa Quranbener2 udah dijamin ama Allah,setiap suratnya pastidiawali dengan Bismillahhirrahmanirrahim ..,gw ngerasa Allah berbicara ama gw,dan gw gak bisangeremehin hal ini.Gw mempelajari Quran dan segala sesuatu tentang Islamselama +- 3 bulan,dibantu ama temen2 gw di Sat......(tanpa mereka bermaksud memaksa gw untuk masuk Islam),selama itu gw jadi jarang ke Gereja,lagian gw ngerasaada banyak banget ayat2 yang kontroversi dalamAlkitab,bagaimana bisa Allah mencla - mencle,pada sekali waktubersabda ini dan lain waktu bersabda itu,dan gwngerasa banyak hal yang gak logis dalam Alkitab danibadah2 dalam Katholik.Gw gak bisa terus2an kayak gini,bimbang dengan agama gw yang lama (Katholik),sementara gw sendiri gak/belum bisa menjalani ibadahsecara Islam,finally pada hari ke 9 Ramadhan tahun 2001,gwmemutuskan untuk jadi moslem,dibaiat oleh seorangUztad di masjid deket rumah gw,setelah Kuliah Subuh.Tantanganya lumayan berat,ngomong2 soal tantangan ntar gw ceritain aja lain kalito be continue for next story...... ;)
berawal dari Waktu gw masih kerja di Sat......,gw punya temen yangtadinya Kristen terus masuk Islam,dan waktu itu gue ngerasa gue musti ngembaliin dia ke jalan yang benar(Kristen),jadi gw debat ama dia tentang konsepKetuhanan kebetulan waktu itu gw punya buku "IsaAlmasih dalam Quran dan Hadits" (belakangan setelah gwmasuk Islam gw baru tahu bahwa ayat2 Al-Quran danHadits yang ada di buku itu sengaja tidak dikutipdengan lengkap / sepotong - potong untuk mendukungDoktrin Trinitas,tapi terkesan maksain banget)Waktu temen gw nanya tentang Trinitas,gw gak bisangejawab,karena gw sendiri susah buatngejawabnya,tidak ada kata2 rasional yang bisa gueungkapkan waktu itu,finally dia berkata "tidak mungkinAllah mewahyukan sesuatu yang tidak bisa dipahamisecara rasional oleh umat-Nya".karena perkataan tadi,gw jadi sering kepikiran,sampe2gw sering baca buku terjemahan Al-Quran terbitanDepag,dan setiap kali gw buka secara acak,gw selalumenemukan ayat bagaimana Quran (Allah) memandang IsaAlmasih,gw baca juga ayat2 tentang azab Allah bagiorang2 yang menyekutukan-Nya,gue ngerasa laen bangetbaca Quran dibandingkan Alkitab,gue ngerasa Quranbener2 udah dijamin ama Allah,setiap suratnya pastidiawali dengan Bismillahhirrahmanirrahim ..,gw ngerasa Allah berbicara ama gw,dan gw gak bisangeremehin hal ini.Gw mempelajari Quran dan segala sesuatu tentang Islamselama +- 3 bulan,dibantu ama temen2 gw di Sat......(tanpa mereka bermaksud memaksa gw untuk masuk Islam),selama itu gw jadi jarang ke Gereja,lagian gw ngerasaada banyak banget ayat2 yang kontroversi dalamAlkitab,bagaimana bisa Allah mencla - mencle,pada sekali waktubersabda ini dan lain waktu bersabda itu,dan gwngerasa banyak hal yang gak logis dalam Alkitab danibadah2 dalam Katholik.Gw gak bisa terus2an kayak gini,bimbang dengan agama gw yang lama (Katholik),sementara gw sendiri gak/belum bisa menjalani ibadahsecara Islam,finally pada hari ke 9 Ramadhan tahun 2001,gwmemutuskan untuk jadi moslem,dibaiat oleh seorangUztad di masjid deket rumah gw,setelah Kuliah Subuh.Tantanganya lumayan berat,ngomong2 soal tantangan ntar gw ceritain aja lain kalito be continue for next story...... ;)
Label:
Artikel Islam
March 08, 2005
TERDAPAT MATERI (BENDA) DI LUAR KITA, TAPI KITA TIDAK DAPAT MENGGAPAINYA
TERDAPAT MATERI (BENDA) DI LUAR KITA, TAPI KITA TIDAK DAPAT MENGGAPAINYA
… [M]engatakan bahwa materi adalah sebuah ilusi (bayangan) bukan berarti bahwa materi tidak ada. Justru sebaliknya: apakah kita merasakannya atau tidak, dunia fisik benar-benar ada. Akan tetapi kita menyaksikannya sebagai sebuah salinan di dalam otak kita, dengan kata lain, sebagai sebuah penafsiran dari indra kita. Karenanya, bagi kita, dunia fisik dari materi adalah sebuah ilusi (bayangan).
Materi di luar terlihat tak hanya oleh kita, tapi oleh makhluk lain pula. Para malaikat Allah yang ditugaskan sebagai pengawas menyaksikan dunia ini juga:
(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaaf, 50: 17-18)
Yang terpenting, Allah menyaksikan segala sesuatu. Dia menciptakan dunia ini dengan seluruh rinciannya dan melihatnya dalam berbagai wujudnya. Sebagaimana Dia beritahukan kepada kita dalam Al Qur'an:
…Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Baqarah, 2: 233)
Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya". (QS Al Israa', 17: 96)
Tidak boleh dilupakan bahwa Allah menyimpan catatan segala sesuatu dalam kitab yang disebut Lauh Mahfuzh (Kitab Yang Terpelihara). Sekalipun jika kita tidak melihat segala sesuatu, semua itu ada dalam Lauh Mahfuzh. Allah mewahyukan bahwa Dia menyimpan catatan segala sesuatu dalam "Induk Al Kitab" yang dinamakan Lauh Mahfuzh dalam ayat-ayat berikut:
Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. (QS. Az Zukhruf, 43: 4)
… dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat). (QS. Qaaf, 50: 4)
Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. An Naml, 27: 75)
Fakta ini dipaparkan dalam buku Idealism, The Philosophy of the Matrix, and the True Nature of Matter (Idealisme, Filsafat Matriks, dan Sifat-Dasar Materi yang Sebenarnya)
… [M]engatakan bahwa materi adalah sebuah ilusi (bayangan) bukan berarti bahwa materi tidak ada. Justru sebaliknya: apakah kita merasakannya atau tidak, dunia fisik benar-benar ada. Akan tetapi kita menyaksikannya sebagai sebuah salinan di dalam otak kita, dengan kata lain, sebagai sebuah penafsiran dari indra kita. Karenanya, bagi kita, dunia fisik dari materi adalah sebuah ilusi (bayangan).
Materi di luar terlihat tak hanya oleh kita, tapi oleh makhluk lain pula. Para malaikat Allah yang ditugaskan sebagai pengawas menyaksikan dunia ini juga:
(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaaf, 50: 17-18)
Yang terpenting, Allah menyaksikan segala sesuatu. Dia menciptakan dunia ini dengan seluruh rinciannya dan melihatnya dalam berbagai wujudnya. Sebagaimana Dia beritahukan kepada kita dalam Al Qur'an:
…Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Baqarah, 2: 233)
Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya". (QS Al Israa', 17: 96)
Tidak boleh dilupakan bahwa Allah menyimpan catatan segala sesuatu dalam kitab yang disebut Lauh Mahfuzh (Kitab Yang Terpelihara). Sekalipun jika kita tidak melihat segala sesuatu, semua itu ada dalam Lauh Mahfuzh. Allah mewahyukan bahwa Dia menyimpan catatan segala sesuatu dalam "Induk Al Kitab" yang dinamakan Lauh Mahfuzh dalam ayat-ayat berikut:
Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. (QS. Az Zukhruf, 43: 4)
… dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat). (QS. Qaaf, 50: 4)
Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. An Naml, 27: 75)
Fakta ini dipaparkan dalam buku Idealism, The Philosophy of the Matrix, and the True Nature of Matter (Idealisme, Filsafat Matriks, dan Sifat-Dasar Materi yang Sebenarnya)
Label:
Artikel Islam
February 14, 2005
Bagaimana Agar Dipilih Menjadi Istri
Istri yang shalih adalah perhiasan terindah bagi suaminya. Peran istri dalam kehidupan suami sangatlah besar. Istri yang shalih dapat membina rumah tangga sakinah dan penuh berkah. Istri seperti inilah yang menjadi dambaan setiap lelaki muslim.
“berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits-Hadits Rasulullah SAW” yang shahih. Insya Allah dengan memahaminya lelaki muslim dapat memilih istri yang shalih. Bagi wanita muslim, bisa menjadikan artikel artikel terurai sebagai pedoman untuk menjadi istri shalih
Taat Beragama Rasulullah SAW bersabda :
"Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat."
(H.R. Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut memberikan gambaran mengenai kriteria-kriteria yang menjadi bahan pertimbangan seorang lelaki dalam memilih seorang perempuan sebagai istrinya. Kriteria-kriteria tersebut adalah kecantikan, keturunan, kekayaan, dan agamanya. Orang yang mengutamakan kriteria agama, dijamin oleh Allah SWT akan memperoleh kebahagiaan dalam berkeluarga.
Agama atau diin ialah keyakinan yang disertai peribadatam sesuai dengan ketentuan syari'at Islam. Bila keyakinan dan peribadatan yang dilakukan seseorang menyimpang dari ketentuan syari'at Islam, orang yang melakukannya telah sesat.
Untuk mengetahui ketaatan seseorang beragama, kita harus berpedoman pada ketentuan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. dalam beragama seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam Hadits di atas. Tanda utama seseorang dikatakan taat beragama yaitu bila ia dapat menjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islam dengan benar
Orang yang beriman kepada Allah hanya meyakini ketentuan-Nya. Ia tidak akan mempercayai ramalan ahli nujum dan peramal misalnya, sebab orang yang mempercayai ramalannya berarti tidak sepenuhnya beriman kepada Allah SWT. Perbuatan seperti itu disebut SYIRIK karena berlawanan dengan keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang tahu segala yang ghaib. Orang yang berbuat syirik telah sesat.
Islam dengan tekun dan benar. Ibadah pokok dalam Islam dan tidak dapat ditinggalkan adalah shalat.
Siapa pun yang telah memeluk Islam harus melaksanakannya. Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa shalat adalah hal yang pokok dalam Islam. Hal ini disebutkan dalam Hadits berikut: Dari Abu Hurairah Ra, ujarnya: Rasulullah SAW bersabda:
"Perbuatan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik, dia akan beruntung dan selamat. Akan tetapi, bila shalatnya tidak benar, dia akan gagal dan merugi. Jika ada yang kurang sedikit dari kewajiban yang dilakukannya, kelak Tuhu yang Maha Gagah dan Maha Mulia akan
septina_h: shalat wajib, kemudian semua amalnya akan dihisab dengan cara seperti ini.'"
(H.R. Tirmidzi, Hadits hasan)
Agar kita dapat membentuk rumah tangga yang diridlai oleh Allah dan memperoleh kebahagiaan sepanjang hayat sebelum mengambil seorang perempuan menjadi istri kita perlu mengetahui ketaatannya dalam beragama. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:
1. Mengamati caranya berpakaian, berias dan bergaul apakah sesuai dengan ketentuan Islam atau tidak. Misalnya, mengamati apakah ia memakai muslimah atau tidak, bersolek atau tidak, berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki bukan mahram atau tidak.
2. Menanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga dekat, atau teman-teman dekat tentang ketaatannya
3. Datang sendiri kepada keluarga perempuan untuk melakukan penelitian dan pengamatan secara langsung. Dalam pertemuan ini, perempuan yang diinginkan harus disertai dengan anggota laki-laki keluarganya, sehingga tidak terjadi khalwat (berduaan). Pada saat inilah kita bisa meneliti berbagai hal yang ingin diketahui dari perempuan tersebut agar kita memperoleh gambaran yang jelas.
Cara-cara semacam inilah yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyediliki calon istrinya. Kita tak boleh melakukan cara-cara di luar Islam, seperti berpacaran atau berkenalan di tengah jalan. Cara semacam ini sama sekali tidak dibenarkan.Dari Lingkungan yang Baik
Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa: Rasulullah SAW bersabda:
"Jauhilah olehmu khadraauddiman!" Rasulullah ditanya: "Wahai Rasulullah, apakah khadraauddiman itu?" Sabdanya: "Wanita cantik di lingkungan yang buruk."
(H.R. Daraquthni, Hadits lemah)
Penjelasan:
1. Hadits tersbut derajatnya lemah karena ada rawi bernama Al-Waqidi yang dinilai sebagai rawi yang sangat lemah oleh ahli hadits.
2. Hadits tersebut memperingatkan kepada laki-laki muslim bahwa perempuan yang tinggal di lingkungan yang tidak baik hendaknya dijauhi. Perempuan semacam itu kemungkinan besar akhlaqnya terpengaruh lingkungannya yang tidak islami. H.Muslim
3. Hal ini sering dibuktikan oleh pengalaman dalam kehidupan di tengah masyarakat selama ini. Wanita sering lebih mudah tergoda oleh hal-hal yang sepintas menyenangkan dan tampak glamor, tanpa memikirkan akibat buruk yang akan terjadi. Wanita lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik.
Lingkungan yang tidak baik ialah lingkungan yang dipenuhi kebiasaan, tradisi, dan perilaku yang bertentangan dengan syari'at Islam. Lingkungan masyarakat yang mempunyai tradisi berjudi, membuka praktek pelacuran, gemar minum minuman keras, dan melakukan maksiat-maksiat lainnya merupakan contoh lingkungan yang tidak baik.
Untuk mengetahui kualitas lingkungan tempat tinggal calon istri, kita dapat mengamati hal-hal yang berhubungan dengan:
4. Tempat tinggalnya, yaitu apakah yang bersangkutan tinggal di lingkungan yang islami atau tidak. Kalau lingkungannya biasa digunakan sebagai tempat berjudi atau bermabuk-mabukan atau menyabung ayam dan maksiat lainnya, kecil kemungkinan orang yang tinggal di tempat semacam ini taat beragama. Sebaliknya, apabila ia tinggal di lingkungan yang rajin mengadakan pengajian, masjidnya ramai dengan shalat jama'ah, warga yang perempuan berpakaian muslimah, tidak terjadi pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang bersangkutan taat
keluarga yang tidak peduli dengan agama, misalnyatidak taat shalat, tidak taat puasa, tidak peduli akan halal dan haram dalam mencari nafkah, anggota keluarga yang perempuan tidak berpakaian muslimah di luar rumah, atau tidak baik hubungannya dengan tetangga atau kerabat dekatnya, kita harus berhati-hati agar kita selamat dari kemungkinan-kemungkinan tidak baik saat membina rumah tangga kelak.
Lingkungan pendidikannya, yaitu lingkungan di mana dia memperoleh pendidikan islami atau tidak. Ringkasnya, kaum laki-laki dalam memilih calon istri sebaiknya memperhat ikan aspek lingkungannya. Mereka sebaiknya lebih mengutamakan perempuan yang tinggal dilingkungan
Perawan
Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa: Rasulullah SAW bersabda kepada Jabir ketika beliau kembali dari perang Dzatur Riqa':
"Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?" Saya menjawab: "Ya, wahai Rasulullah." Sabdanya: "Dengan janda atau perawan?" Saya menjawab: "Janda." Sabdanya: "Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?" Saya menjawab: "Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang 'mumpuni', ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.
Penyabar
Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11:
"Allah menjadikan istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: 'Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim'".
Untuk mengetahui apakah calon istri penyabar atau tidak, dapat dilakukan penyelidikan dengan cara-cara antara lain:
1. Menanyakan hal tersebut kepada teman atau tetangga dekatnya yang jujur dan adil bagaimana sikap yang bersangkutan dalam menghadapi kesulitan, rintangan dan kepahitan. Misalnya, dengan mengamati sikapnya apabila ada teman yang berbuat salah kepadanya, apakah dia cepat memarahi ataukah menerimanya dengan tenang. Apabila ternyata dia bersikap tenang tanpa menunjukkan sikap jengkel atau marah berarti ia orang yang sabar.
2. Mengamati dan mengujinya dengan beberapa hal berikut: reaksinya ketika disuruh menunggu reaksi orang sakit, orang lanjut usia, dan lain-lain.
“berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits-Hadits Rasulullah SAW” yang shahih. Insya Allah dengan memahaminya lelaki muslim dapat memilih istri yang shalih. Bagi wanita muslim, bisa menjadikan artikel artikel terurai sebagai pedoman untuk menjadi istri shalih
Taat Beragama Rasulullah SAW bersabda :
"Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat."
(H.R. Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut memberikan gambaran mengenai kriteria-kriteria yang menjadi bahan pertimbangan seorang lelaki dalam memilih seorang perempuan sebagai istrinya. Kriteria-kriteria tersebut adalah kecantikan, keturunan, kekayaan, dan agamanya. Orang yang mengutamakan kriteria agama, dijamin oleh Allah SWT akan memperoleh kebahagiaan dalam berkeluarga.
Agama atau diin ialah keyakinan yang disertai peribadatam sesuai dengan ketentuan syari'at Islam. Bila keyakinan dan peribadatan yang dilakukan seseorang menyimpang dari ketentuan syari'at Islam, orang yang melakukannya telah sesat.
Untuk mengetahui ketaatan seseorang beragama, kita harus berpedoman pada ketentuan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. dalam beragama seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam Hadits di atas. Tanda utama seseorang dikatakan taat beragama yaitu bila ia dapat menjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islam dengan benar
Orang yang beriman kepada Allah hanya meyakini ketentuan-Nya. Ia tidak akan mempercayai ramalan ahli nujum dan peramal misalnya, sebab orang yang mempercayai ramalannya berarti tidak sepenuhnya beriman kepada Allah SWT. Perbuatan seperti itu disebut SYIRIK karena berlawanan dengan keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang tahu segala yang ghaib. Orang yang berbuat syirik telah sesat.
Islam dengan tekun dan benar. Ibadah pokok dalam Islam dan tidak dapat ditinggalkan adalah shalat.
Siapa pun yang telah memeluk Islam harus melaksanakannya. Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa shalat adalah hal yang pokok dalam Islam. Hal ini disebutkan dalam Hadits berikut: Dari Abu Hurairah Ra, ujarnya: Rasulullah SAW bersabda:
"Perbuatan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik, dia akan beruntung dan selamat. Akan tetapi, bila shalatnya tidak benar, dia akan gagal dan merugi. Jika ada yang kurang sedikit dari kewajiban yang dilakukannya, kelak Tuhu yang Maha Gagah dan Maha Mulia akan
septina_h: shalat wajib, kemudian semua amalnya akan dihisab dengan cara seperti ini.'"
(H.R. Tirmidzi, Hadits hasan)
Agar kita dapat membentuk rumah tangga yang diridlai oleh Allah dan memperoleh kebahagiaan sepanjang hayat sebelum mengambil seorang perempuan menjadi istri kita perlu mengetahui ketaatannya dalam beragama. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:
1. Mengamati caranya berpakaian, berias dan bergaul apakah sesuai dengan ketentuan Islam atau tidak. Misalnya, mengamati apakah ia memakai muslimah atau tidak, bersolek atau tidak, berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki bukan mahram atau tidak.
2. Menanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga dekat, atau teman-teman dekat tentang ketaatannya
3. Datang sendiri kepada keluarga perempuan untuk melakukan penelitian dan pengamatan secara langsung. Dalam pertemuan ini, perempuan yang diinginkan harus disertai dengan anggota laki-laki keluarganya, sehingga tidak terjadi khalwat (berduaan). Pada saat inilah kita bisa meneliti berbagai hal yang ingin diketahui dari perempuan tersebut agar kita memperoleh gambaran yang jelas.
Cara-cara semacam inilah yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyediliki calon istrinya. Kita tak boleh melakukan cara-cara di luar Islam, seperti berpacaran atau berkenalan di tengah jalan. Cara semacam ini sama sekali tidak dibenarkan.Dari Lingkungan yang Baik
Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa: Rasulullah SAW bersabda:
"Jauhilah olehmu khadraauddiman!" Rasulullah ditanya: "Wahai Rasulullah, apakah khadraauddiman itu?" Sabdanya: "Wanita cantik di lingkungan yang buruk."
(H.R. Daraquthni, Hadits lemah)
Penjelasan:
1. Hadits tersbut derajatnya lemah karena ada rawi bernama Al-Waqidi yang dinilai sebagai rawi yang sangat lemah oleh ahli hadits.
2. Hadits tersebut memperingatkan kepada laki-laki muslim bahwa perempuan yang tinggal di lingkungan yang tidak baik hendaknya dijauhi. Perempuan semacam itu kemungkinan besar akhlaqnya terpengaruh lingkungannya yang tidak islami. H.Muslim
3. Hal ini sering dibuktikan oleh pengalaman dalam kehidupan di tengah masyarakat selama ini. Wanita sering lebih mudah tergoda oleh hal-hal yang sepintas menyenangkan dan tampak glamor, tanpa memikirkan akibat buruk yang akan terjadi. Wanita lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik.
Lingkungan yang tidak baik ialah lingkungan yang dipenuhi kebiasaan, tradisi, dan perilaku yang bertentangan dengan syari'at Islam. Lingkungan masyarakat yang mempunyai tradisi berjudi, membuka praktek pelacuran, gemar minum minuman keras, dan melakukan maksiat-maksiat lainnya merupakan contoh lingkungan yang tidak baik.
Untuk mengetahui kualitas lingkungan tempat tinggal calon istri, kita dapat mengamati hal-hal yang berhubungan dengan:
4. Tempat tinggalnya, yaitu apakah yang bersangkutan tinggal di lingkungan yang islami atau tidak. Kalau lingkungannya biasa digunakan sebagai tempat berjudi atau bermabuk-mabukan atau menyabung ayam dan maksiat lainnya, kecil kemungkinan orang yang tinggal di tempat semacam ini taat beragama. Sebaliknya, apabila ia tinggal di lingkungan yang rajin mengadakan pengajian, masjidnya ramai dengan shalat jama'ah, warga yang perempuan berpakaian muslimah, tidak terjadi pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang bersangkutan taat
keluarga yang tidak peduli dengan agama, misalnyatidak taat shalat, tidak taat puasa, tidak peduli akan halal dan haram dalam mencari nafkah, anggota keluarga yang perempuan tidak berpakaian muslimah di luar rumah, atau tidak baik hubungannya dengan tetangga atau kerabat dekatnya, kita harus berhati-hati agar kita selamat dari kemungkinan-kemungkinan tidak baik saat membina rumah tangga kelak.
Lingkungan pendidikannya, yaitu lingkungan di mana dia memperoleh pendidikan islami atau tidak. Ringkasnya, kaum laki-laki dalam memilih calon istri sebaiknya memperhat ikan aspek lingkungannya. Mereka sebaiknya lebih mengutamakan perempuan yang tinggal dilingkungan
Perawan
Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa: Rasulullah SAW bersabda kepada Jabir ketika beliau kembali dari perang Dzatur Riqa':
"Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?" Saya menjawab: "Ya, wahai Rasulullah." Sabdanya: "Dengan janda atau perawan?" Saya menjawab: "Janda." Sabdanya: "Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?" Saya menjawab: "Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang 'mumpuni', ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.
Penyabar
Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11:
"Allah menjadikan istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: 'Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim'".
Untuk mengetahui apakah calon istri penyabar atau tidak, dapat dilakukan penyelidikan dengan cara-cara antara lain:
1. Menanyakan hal tersebut kepada teman atau tetangga dekatnya yang jujur dan adil bagaimana sikap yang bersangkutan dalam menghadapi kesulitan, rintangan dan kepahitan. Misalnya, dengan mengamati sikapnya apabila ada teman yang berbuat salah kepadanya, apakah dia cepat memarahi ataukah menerimanya dengan tenang. Apabila ternyata dia bersikap tenang tanpa menunjukkan sikap jengkel atau marah berarti ia orang yang sabar.
2. Mengamati dan mengujinya dengan beberapa hal berikut: reaksinya ketika disuruh menunggu reaksi orang sakit, orang lanjut usia, dan lain-lain.
Label:
Artikel Islam
January 20, 2005
Puasa Sunah 2005
1. Puasa pada hari Senin dan Kamis
2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan - Tanggal 13,14,15.kalender Islam
- 25,26 Januari 2005/Dzulhijjah 1425 H. Tanggal 24 Januari 2005 bertepatan
dengan hari tasyriq -13 Dzulhijjah 1425 H. Hari tidak diperkenankan puasa.
- 22,23,24 Februari 2005/Muharram 1426 H
- 23,24,25 Maret 2005/Shafar 1426 H
- 22,23,24 April 2005/Rabi'ul Awwal 1426 H
- 22,23,24 Mei 2005/Rabi'ul Akhir 1426 H
- 20,21,22 Juni 2005/Jumadil Awwal 1426 H
- 20,21,22 Juli 2005/ Jumadil Akhir 1426 H
- 18,19,20 Agustus 2005/Rajab 1426 H
- 17,18,19 September 2005/Sya'ban 1426 H
Puasa Ramadhan 1426 H - 5 Oktober - 2 November 2005
- 15,16,17 November 2005/Syawwal 1426 H
- 15,16,17 Desember 2005/Dzulqa'idah 1426 H
3. Puasa Sepertiga Bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 12 Januari - 9 Februari 2005
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang
melaksanakan haji.
Tanggal 20 Januari 2005.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha -10 Dzulhijjah/ 21 Januari 2005.
Hari tasyriq 11,12,13 Dzulhijjah/22,23,24 Januari 2005.
4. Puasa Bulan Muharram - 'Asyura' selama 3 hari - 9,10,11.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu'a dan 'Asyura)
18,19,20 Februari 2005.
5. Puasa pada sebagian bulan Sya'ban
Antara 5 September - 4 Oktober 2005.
6. Puasa pada bulan Syawwal - 6 hari
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal
Antara 4 November - 2 Desember 2005.
7. Puasa Daud - berpuasa selang seling
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.
Ringkasan - Referensi :
Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani.
Al-Islam -Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan - Tanggal 13,14,15.kalender Islam
- 25,26 Januari 2005/Dzulhijjah 1425 H. Tanggal 24 Januari 2005 bertepatan
dengan hari tasyriq -13 Dzulhijjah 1425 H. Hari tidak diperkenankan puasa.
- 22,23,24 Februari 2005/Muharram 1426 H
- 23,24,25 Maret 2005/Shafar 1426 H
- 22,23,24 April 2005/Rabi'ul Awwal 1426 H
- 22,23,24 Mei 2005/Rabi'ul Akhir 1426 H
- 20,21,22 Juni 2005/Jumadil Awwal 1426 H
- 20,21,22 Juli 2005/ Jumadil Akhir 1426 H
- 18,19,20 Agustus 2005/Rajab 1426 H
- 17,18,19 September 2005/Sya'ban 1426 H
Puasa Ramadhan 1426 H - 5 Oktober - 2 November 2005
- 15,16,17 November 2005/Syawwal 1426 H
- 15,16,17 Desember 2005/Dzulqa'idah 1426 H
3. Puasa Sepertiga Bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 12 Januari - 9 Februari 2005
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang
melaksanakan haji.
Tanggal 20 Januari 2005.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha -10 Dzulhijjah/ 21 Januari 2005.
Hari tasyriq 11,12,13 Dzulhijjah/22,23,24 Januari 2005.
4. Puasa Bulan Muharram - 'Asyura' selama 3 hari - 9,10,11.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu'a dan 'Asyura)
18,19,20 Februari 2005.
5. Puasa pada sebagian bulan Sya'ban
Antara 5 September - 4 Oktober 2005.
6. Puasa pada bulan Syawwal - 6 hari
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal
Antara 4 November - 2 Desember 2005.
7. Puasa Daud - berpuasa selang seling
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.
Ringkasan - Referensi :
Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani.
Al-Islam -Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Label:
Artikel Islam
November 03, 2004
Tangis untuk adikku
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Yang mencintaiku lebih daripada aku mencintainya. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima ribu rupiah dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu kalian berdua layak dipukul !"
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan napas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas provinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik,hasil yang begitu baik" Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.
Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.
Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga.
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!" Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu." Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya.
Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar --ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku." Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.
Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya." Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
dikutip oleh:
ManajemenQolbu.com Komunitas Bening Hati
betapa senangnya memiliki adik dan kk seperti itu. ingin saya menjadi adik yg seperti cerita diatas semoga ALLAH Meridhoi.
semoga hubungan kk dan adik akan selalu begitu setiap masa dan zamanya
ya ALLAH hanya ALLAH lah yg berkehendak, amien.
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan napas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas provinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik,hasil yang begitu baik" Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.
Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.
Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga.
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!" Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu." Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya.
Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar --ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku." Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.
Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya." Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
dikutip oleh:
ManajemenQolbu.com Komunitas Bening Hati
betapa senangnya memiliki adik dan kk seperti itu. ingin saya menjadi adik yg seperti cerita diatas semoga ALLAH Meridhoi.
semoga hubungan kk dan adik akan selalu begitu setiap masa dan zamanya
ya ALLAH hanya ALLAH lah yg berkehendak, amien.
Label:
Artikel Islam
August 18, 2004
H.B.Y
“Barang siapa yang menjadikan selain Ku sebagai sekutu, Aku telahmengizinkan agar ia diperangi, tidaklah seorang hamba mendekatkan dirikepadaKu dengan sesuatu yang lebih dari yang Aku wajibkan, dan hambaku ituselalu mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Akumencintainya, apabila Aku telah mencintainya, Akulah pendengaranya yang iagunakan untuk m endengar dan pengelihatannya yang ia gunakan untuk melihatdan tangannya yang ia gerakan dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan,apabila ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dan apabila ia memintaperlindungan niscaya Aku lindungi (Hr Bukhary)
Label:
Artikel Islam
August 10, 2004
Ketika saya meminta
Ketika saya meminta
Saya minta kekuatan,
Tuhan memberi saya rintangan untuk membuat saya kuat.
Saya minta kebijaksanaan,
Tuhan memberi saya masalah untuk saya pecahkan.
Saya minta kekayaan,
Tuhan memberi saya akal untuk bekerja.
Saya minta keberanian,
Tuhan memberi saya bahaya-bahaya untuk saya atasi.
Saya minta Cinta,
Tuhan memberi saya seorang pasangan yang selalu mengasihiku
Saya minta kasih,
Tuhan memberi saya anak-anak terlantar untuk saya bantu.
Saya minta karunia,
Tuhan memberi saya kesempatan.
Dalam semua hal itu, saya tidak menerima apa yang saya inginkan,
Tetapi saya menerima apa yang saya butuhkan.
Ternyata doa saya dikabulkan.
Amin.....
Label:
Artikel Islam
July 31, 2004
"Puisi"
Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu
Puisi
Allah, tiada Tuhan melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus mahlukNya
Tidak mengantuk dan tidak pula tidur
KepunyaanNya yang di langit dan di bumi Yaa Allah Kami telah berusaha
untuk selalu beriman kepadaMu
untuk selalu beriman kepadaMu
Ampunilah kami dan berilah rahmat kepada kami
Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik
Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik
Yaa Allah Jauhkanlah adzab jahannam dari kami
Karena sesungguhnya adzabnya adalah kebinasaan yang kekal
Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman Yaa Allah
Janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang-orang dzalim
Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman Yaa Allah
Janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang-orang dzalim
KepadaMu lah kami bertawakkal
Yaa Allah Janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang dzalim
Dan selamatkanlah kami dengan rahmatMu dari tipu daya orang-orang kafir
Yaa Allah Ampunilah kedua orang tua kami
Kasihilah keduanya sebagaiman kasih mereka mendidikku waktu kecil
Kasih mereka tak dapat dapat terbalaskan oleh kami
Betapa banyak dosa kami terhadap mereka
Kata-kata yang menyakiti mereka
Perbuatan yang membuat mereka menangis
Tangisan yang dapat berbalas adzab darimu Yaa Allah
Ampunilah kami sebagaimana Engkau mengampuni orang-orang sebelum kami
Kami takut akan adzabMu Aku takut dengan nerakaMu
Yaa Allah Ketika api menyentuh telapak kakiku Betapa panas sehingga ubun-ubunku mendidih
Dan kami tak dapat menyesali lagi
Dan tak dapat mengulangi tuk memperbaikinya Maka ampunilah kami
Yaa Allah Yaa Allah Berilah kemuliaan kepada kaum muslimin
Persatukan hati-hati kami dalam menegakkan kalimatMu yaa Allah Ridlailah
perjuangan kami Luruskan hati kami
Persatukan hati-hati kami dalam menegakkan kalimatMu yaa Allah Ridlailah
perjuangan kami Luruskan hati kami
Jauhkan dari sifat riya yang berbalas nerakaMu
Jagalah hati kami Istiqamahkanlah kami dikala lapang atau sempit Yaa
Allah Berilah pertolonganMu segera Untuk mengembalikan kemuliaan ummat dengan
namaMu Ampunilah para penguasa kami Berilah mereka taufik dan hidayahMu Ampuni
pula orang-orang yang dzalim kepada kami Berilah mereka petunjuk sebagaimana
Engkau memberi petunjuk kepada Umar Jadikanlah mereka kembali kepada jalanMu Dan
jadikanlah mereka pejuang di jalan Mu Amin yaa Allah Engkaulah yang Maha
mengabulkan doa kami Maka, kabulkanlah doa kami
Allah Berilah pertolonganMu segera Untuk mengembalikan kemuliaan ummat dengan
namaMu Ampunilah para penguasa kami Berilah mereka taufik dan hidayahMu Ampuni
pula orang-orang yang dzalim kepada kami Berilah mereka petunjuk sebagaimana
Engkau memberi petunjuk kepada Umar Jadikanlah mereka kembali kepada jalanMu Dan
jadikanlah mereka pejuang di jalan Mu Amin yaa Allah Engkaulah yang Maha
mengabulkan doa kami Maka, kabulkanlah doa kami
Label:
Puisi
July 12, 2004
Ketabahan, Ketegaran, kesabaran
Genap usia duapuluhan usianya... dan tetap seperti kehidupan orang kita selalu melalui waktu-waktu tanpa terasa kita sudah makin bertambah usia kita, tetapi umur, rezeki, jodoh, pati tidak ada yang mengetahuinya itu adalah misteri dari ALLAH....
dia berfikir sangat jauh dengan dia menyandang umur duapuluhan... berfikir sangat keras dalam menjalankan kehidupan, dan motto dia bila dia ditimpa musibah atau ujian dari ALLAH . dia tidak pernah berfikir yg buruk dia selalu mencari lagi masalah org yang ia tahu lebih buruk dari masalah dia.. krn dengan begitu dia akan merasa kuat Insyallah didalam hati dan batin dia akan lebih bersyukur dengan cara seperti itu. dia yang ingin membahagiakan orang didekatnya tidak mau tahu dia memiliki masalah apa dan kesusahan didirinya hanya dia lah yang ingin dia ketahu sendiri... dan berusaha untuk tidak ada yang mengetahui keadaan dia yang sangat begitu rapuhnya.. bila dilihat dari luar dia selalu kuat. tetapi didalam kekuatanya itu ada kerapuhan. setiap mahluk ciptaan ALLAH memiliki kerapuhan sendiri2 tergantung kadar kerapuhan org itu sendiri memiliki dan merasakannya seperti apa.
adakah orang dalam kehidupanya berjalan seperti yang saya ingin ceritakan ini.
ada seorang gadis dan dia selalu berusaha untuk membantu keluarganya... setiap pagi dia selalu bangun dikala adzan subuh belum berkumandang. dia sudah bangun untuk mempersiapkan diri beribadah kepada ALLAH dan berfikir ini awal kehidupan baru saya dan hari ini saya hidup kembali dan harus lebih baik dari hari kemarin tetapi dia tidak mengharapkan lebih lagi untuk hari yang akan datang tetapi dia selalu berdoa dan berusaha pada hari itu, untuk hari esok yang entah dia akan bertemu kembali apa tidak. setelah ia siap diri dia untuk beribadah dia berangkat dari rumah menuju masjid yang tinggal ia beranjak pergi dari rumah yang jarak dapat ditempuh dengan kaki dia beberapa puluh langkah, dan melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah. setelah selesai sholat dia kembali ke rumah dan membantu pekerjaan rumah sebelum dia berangkat menuju tempat kerjanya... dia bekerja dirumah seperti biasa layaknya pekerjaan perempuan dan bisa dibilang pekerjaan ibu rumah tangga. perekeonomian dikeluarganya lumayan cukup lah. tetapi dia tidak ingin merepotkan keluarganya.. dengan berkerja dia mencoba membantu keluarganya sekuat tenaga..
bahkan dia berkerja ditempat yg berbeda dalam 1 hari, dia berkerja hingga larut malam dan dia sangat rajin tidak pernah meninggalkan ibadah sholat. keesokan harinya begitu dan begitu trus... dia selalu berdoa meminta kepada ALLAH agar diberi kesehatan... karena dia merasa sehat itu sangat berarti dalam kehidupanya. karena dia tahu bahwa dirinya memiliki entah penyakit apa yang ada didalam otaknya.. dan didalam dadanya. dia tidak ingin memeriksakan diri. krn untuk berobat dia memerlukan biaya yang tidak sedikit memerlukan dana yang besar dan dana itu dia pakai buat bantu ortu dan buat biaya sekolah-sekolah adik2nya dan dirinya sendiri.
wahai teman dia mengetahui dirinya yang rapuh dan lemah tetapi dia dalam menjalankan kehidupan dia dengan rutinitas yang lumayan berat, dia maseh tabah, tegar, kuat dan sabar. walau ia tahu akibatnya fatal bila dia tetap melakukan pekerjaan atau rutinitas seperti itu tapi MasaALLAH dia kuat menghadapinya sendiri tanpa menceritakan kepada orang lain dan mukanya yang selalu ceria yang selalu membuat org didekatnya ikut ceria dan selalu membawa suasana ramai dan damai.dia tidak berfikir akan kah ada yang kelak memperhatikan dia dan menyayangi dirinya seperti ibu dan bapaknya. yang ada dia selalu memberi perhatian dan menyayangi org yg dekat dengan dia dan org yang selalu dia ingat. dia sudah berusaha untuk kuat melawan kerasnya kehidupan ini dengan keadaan dia yang memiliki penyakit rapuh dan tipis harapan untuk yang akan datang tetapi ALLAH MAHA ADIL, selalu membari kekuatan kedia setiap hari untuk membantu keluarganya..
benar dia memiliki hati yang luas.
"semoga dia diberi kekuatan yang lebih oleh allah. kita sebagai teman yang membaca artikel ini dapat membantu dengan doa"
dia berfikir sangat jauh dengan dia menyandang umur duapuluhan... berfikir sangat keras dalam menjalankan kehidupan, dan motto dia bila dia ditimpa musibah atau ujian dari ALLAH . dia tidak pernah berfikir yg buruk dia selalu mencari lagi masalah org yang ia tahu lebih buruk dari masalah dia.. krn dengan begitu dia akan merasa kuat Insyallah didalam hati dan batin dia akan lebih bersyukur dengan cara seperti itu. dia yang ingin membahagiakan orang didekatnya tidak mau tahu dia memiliki masalah apa dan kesusahan didirinya hanya dia lah yang ingin dia ketahu sendiri... dan berusaha untuk tidak ada yang mengetahui keadaan dia yang sangat begitu rapuhnya.. bila dilihat dari luar dia selalu kuat. tetapi didalam kekuatanya itu ada kerapuhan. setiap mahluk ciptaan ALLAH memiliki kerapuhan sendiri2 tergantung kadar kerapuhan org itu sendiri memiliki dan merasakannya seperti apa.
adakah orang dalam kehidupanya berjalan seperti yang saya ingin ceritakan ini.
ada seorang gadis dan dia selalu berusaha untuk membantu keluarganya... setiap pagi dia selalu bangun dikala adzan subuh belum berkumandang. dia sudah bangun untuk mempersiapkan diri beribadah kepada ALLAH dan berfikir ini awal kehidupan baru saya dan hari ini saya hidup kembali dan harus lebih baik dari hari kemarin tetapi dia tidak mengharapkan lebih lagi untuk hari yang akan datang tetapi dia selalu berdoa dan berusaha pada hari itu, untuk hari esok yang entah dia akan bertemu kembali apa tidak. setelah ia siap diri dia untuk beribadah dia berangkat dari rumah menuju masjid yang tinggal ia beranjak pergi dari rumah yang jarak dapat ditempuh dengan kaki dia beberapa puluh langkah, dan melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah. setelah selesai sholat dia kembali ke rumah dan membantu pekerjaan rumah sebelum dia berangkat menuju tempat kerjanya... dia bekerja dirumah seperti biasa layaknya pekerjaan perempuan dan bisa dibilang pekerjaan ibu rumah tangga. perekeonomian dikeluarganya lumayan cukup lah. tetapi dia tidak ingin merepotkan keluarganya.. dengan berkerja dia mencoba membantu keluarganya sekuat tenaga..
bahkan dia berkerja ditempat yg berbeda dalam 1 hari, dia berkerja hingga larut malam dan dia sangat rajin tidak pernah meninggalkan ibadah sholat. keesokan harinya begitu dan begitu trus... dia selalu berdoa meminta kepada ALLAH agar diberi kesehatan... karena dia merasa sehat itu sangat berarti dalam kehidupanya. karena dia tahu bahwa dirinya memiliki entah penyakit apa yang ada didalam otaknya.. dan didalam dadanya. dia tidak ingin memeriksakan diri. krn untuk berobat dia memerlukan biaya yang tidak sedikit memerlukan dana yang besar dan dana itu dia pakai buat bantu ortu dan buat biaya sekolah-sekolah adik2nya dan dirinya sendiri.
wahai teman dia mengetahui dirinya yang rapuh dan lemah tetapi dia dalam menjalankan kehidupan dia dengan rutinitas yang lumayan berat, dia maseh tabah, tegar, kuat dan sabar. walau ia tahu akibatnya fatal bila dia tetap melakukan pekerjaan atau rutinitas seperti itu tapi MasaALLAH dia kuat menghadapinya sendiri tanpa menceritakan kepada orang lain dan mukanya yang selalu ceria yang selalu membuat org didekatnya ikut ceria dan selalu membawa suasana ramai dan damai.dia tidak berfikir akan kah ada yang kelak memperhatikan dia dan menyayangi dirinya seperti ibu dan bapaknya. yang ada dia selalu memberi perhatian dan menyayangi org yg dekat dengan dia dan org yang selalu dia ingat. dia sudah berusaha untuk kuat melawan kerasnya kehidupan ini dengan keadaan dia yang memiliki penyakit rapuh dan tipis harapan untuk yang akan datang tetapi ALLAH MAHA ADIL, selalu membari kekuatan kedia setiap hari untuk membantu keluarganya..
benar dia memiliki hati yang luas.
"semoga dia diberi kekuatan yang lebih oleh allah. kita sebagai teman yang membaca artikel ini dapat membantu dengan doa"
Label:
Curahan Hati
July 06, 2004
PADA SAAT TUHAN MENCIPTAKAN PARA IBU
Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: "Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?"
Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan? Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.
Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya. Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan enam pasang tangan!!
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya, "Enam pasang tangan....? tsk tsk tsk". "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan.
Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu "Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya:
"Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. "Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh.
Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun. "Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah !", "Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai".
Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi.... Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
"Terlalu lunak", katanya memberi komentar. "Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat. "Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita. "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi. "Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. "Eh, ada kebocoran disini", "Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata...., airmata...."
NB:
1. JIKA KAMU MENCINTAI IBUMU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENGHORMATI, MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA.
2. Tulisan ini merupakan karya temanku, yang demikian menghormati dan telah kehilangan IBU-nya.
SALAM.
Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan? Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.
Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya. Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan enam pasang tangan!!
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya, "Enam pasang tangan....? tsk tsk tsk". "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan.
Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu "Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya:
"Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. "Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh.
Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun. "Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah !", "Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai".
Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi.... Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
"Terlalu lunak", katanya memberi komentar. "Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat. "Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita. "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi. "Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. "Eh, ada kebocoran disini", "Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata...., airmata...."
NB:
1. JIKA KAMU MENCINTAI IBUMU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI DAPAT MENGHORMATI, MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA.
2. Tulisan ini merupakan karya temanku, yang demikian menghormati dan telah kehilangan IBU-nya.
SALAM.
Label:
Artikel Islam
Renungan
Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung, penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap,kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia,belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada,memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku, sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.
Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari,bila dia berhasil menahan diri/bersabar.
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada,ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya,ke pagar dan berkata: "anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat
betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti,semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu,selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau dipunggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang
langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu."
Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.
Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimnya kepadamu. Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.
Untuk mengakhiri: "Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia." (Alessandro Manzoni).
Beberapa baris untuk direnungkan...
Jika kau menerima pesan ini, ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu dan bahwa dari dirimu ada juga orang yang kau kasihi. Jika kau terlalu
sibuk untuk menyisihkan beberapa menit untuk meneruskan ini kepada orang lain dan berpikir: "Saya akan melakukannya beberapa hari yang akan datang", lupakan saja, karena mungkin kau tidak akan pernah melakukannya. Tantra ini datang dari bagian Utara India.
Entah kau percaya tahyul atau tidak..... sisihkanlah beberapa menit untuk membaca ini.
Ada beberapa pesan yang baik untuk jiwa kita. *
Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan secara bijaksana.
* Yakinlah pada dirimu ketika berkata: "Aku mencintaimu."
* Jika kau berkata: "Aku menyesal," tataplah mata lawan bicaramu.
* Jangan permainkan harapan orang lain. Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi
itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidupmu.
* Jangan adili orang lain, tetapi adili dirimu secara kritis.
* Bicaralah pelan, tetapi cepat dalam berpikir.
* Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah, dan tanya:
"Mengapa kamu mau tahu"
* Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar mengandung
banyak risiko.
* Jika kau kalah, jangan lupakan pelajaran dibalik kekalahan itu.
* Hargai dirimu. Hargai orang lain. Bertanggung jawablah atas tindakanmu.
* Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan.
* Tersenyumlah ketika menjawab telpon, orang yang mentelpone akan mendengarnya dari suaramu.
Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia,belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada,memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku, sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.
Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari,bila dia berhasil menahan diri/bersabar.
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada,ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya,ke pagar dan berkata: "anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat
betapa banyak lubang yang ada di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti,semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu,selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau dipunggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang
langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu."
Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.
Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimnya kepadamu. Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman.
Untuk mengakhiri: "Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia." (Alessandro Manzoni).
Beberapa baris untuk direnungkan...
Jika kau menerima pesan ini, ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu dan bahwa dari dirimu ada juga orang yang kau kasihi. Jika kau terlalu
sibuk untuk menyisihkan beberapa menit untuk meneruskan ini kepada orang lain dan berpikir: "Saya akan melakukannya beberapa hari yang akan datang", lupakan saja, karena mungkin kau tidak akan pernah melakukannya. Tantra ini datang dari bagian Utara India.
Entah kau percaya tahyul atau tidak..... sisihkanlah beberapa menit untuk membaca ini.
Ada beberapa pesan yang baik untuk jiwa kita. *
Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan secara bijaksana.
* Yakinlah pada dirimu ketika berkata: "Aku mencintaimu."
* Jika kau berkata: "Aku menyesal," tataplah mata lawan bicaramu.
* Jangan permainkan harapan orang lain. Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi
itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidupmu.
* Jangan adili orang lain, tetapi adili dirimu secara kritis.
* Bicaralah pelan, tetapi cepat dalam berpikir.
* Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah, dan tanya:
"Mengapa kamu mau tahu"
* Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar mengandung
banyak risiko.
* Jika kau kalah, jangan lupakan pelajaran dibalik kekalahan itu.
* Hargai dirimu. Hargai orang lain. Bertanggung jawablah atas tindakanmu.
* Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan.
* Tersenyumlah ketika menjawab telpon, orang yang mentelpone akan mendengarnya dari suaramu.
Label:
Artikel Islam
Apakah Pekerjaan Lebih Penting Dari Keluarga??
KATA-KATA KASAR
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. "Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata,"Maafkan saya juga, saya tidak melihat Anda."
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.
Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya.
Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. "Minggir," kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku:
"Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lih! at ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu."
"Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu."
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, "Bangun, nak, bangun," kataku.
"Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia tersenyum, "Aku menemukannya jatuh dari pohon."
"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru." Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi."
Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu." Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-! bunga ini, apalagi yang biru."
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. "Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya. Ia berkata,"Maafkan saya juga, saya tidak melihat Anda."
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.
Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya.
Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. "Minggir," kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku:
"Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lih! at ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu."
"Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu."
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, "Bangun, nak, bangun," kataku.
"Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?" Ia tersenyum, "Aku menemukannya jatuh dari pohon."
"Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru." Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi."
Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu." Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-! bunga ini, apalagi yang biru."
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU
Label:
Artikel Islam
July 03, 2004
Entah
ass wrwb
Dari tahun ketahun dari bulan kebulan....
dari hari kehari dari waktu kewaktu.....
dari menit kemenit dari detik kedetik....
entah siapa yang akan tau, apa yang akan terjadi
semua sudah ada yang mengatur Yaitu ALLAH....
dan sudah ada yang berkehendak Yaitu ALLAH....
Ada yang datang meninggalkan kita dengan umur berapa ...
kita akan ditinggalkan dia atau kita dengan umur berapa...
akan meninggalkan...dari tahun ketahun dari bulan kebulan
dari hari kehari dari waktu kewaktu dari menit kemenit
dari detik kedetik... semua itu rahasia ALLAH
Dibelahan Bumi ini banyak kehidupan yang kita tidak tau...
berbeda jam berbeda keadaan berbeda suasana setiap mahluk
entah manusia entah semua mahluk ciptaanNYA....
semua itu menjalankan kehidupan... ada yang menjalankan dengan, mudah ada yang menjalankan dengan susah perih. keringat bercucuran didalam badannya ada yang hanya duduk tanpa keringat tetapi menguras keringat yg lain...
Ada kejadian seorang perempuan mengalami proses melahirkan jihad dijalan ALLAH. ada kejadian malaikat mengambil seseorang dari muka bumi ini. itu semua kejadian yang kita tidak tahu akan terjadi kapan dan entah kapan akan kita alami juga....
wahai kawan ingatlah selalu kepada ALLAH dalam kehidupan kita.
maseh banyak rahasia dimuka bumi ini yang kita tidak tau.
dengan menjalankan kehidupan yang kita, sudah berusaha untuk hidup entah dengan kemudahan hati atau dengan kesusahan hati ini. tetap kita harus berusaha kuat.... insyallah akan mudah untuk kita menjalankan kehidupan kita bila dengan keikhlasan dan berfikir dibalik kesusahan ada kemudahan yang diberikan oleh ALLAH.amin
ini hanyalah tulisan seorang kawan yang entah... keberadaanya ingin dimana.....
~By Friends~
Dari tahun ketahun dari bulan kebulan....
dari hari kehari dari waktu kewaktu.....
dari menit kemenit dari detik kedetik....
entah siapa yang akan tau, apa yang akan terjadi
semua sudah ada yang mengatur Yaitu ALLAH....
dan sudah ada yang berkehendak Yaitu ALLAH....
Ada yang datang meninggalkan kita dengan umur berapa ...
kita akan ditinggalkan dia atau kita dengan umur berapa...
akan meninggalkan...dari tahun ketahun dari bulan kebulan
dari hari kehari dari waktu kewaktu dari menit kemenit
dari detik kedetik... semua itu rahasia ALLAH
Dibelahan Bumi ini banyak kehidupan yang kita tidak tau...
berbeda jam berbeda keadaan berbeda suasana setiap mahluk
entah manusia entah semua mahluk ciptaanNYA....
semua itu menjalankan kehidupan... ada yang menjalankan dengan, mudah ada yang menjalankan dengan susah perih. keringat bercucuran didalam badannya ada yang hanya duduk tanpa keringat tetapi menguras keringat yg lain...
Ada kejadian seorang perempuan mengalami proses melahirkan jihad dijalan ALLAH. ada kejadian malaikat mengambil seseorang dari muka bumi ini. itu semua kejadian yang kita tidak tahu akan terjadi kapan dan entah kapan akan kita alami juga....
wahai kawan ingatlah selalu kepada ALLAH dalam kehidupan kita.
maseh banyak rahasia dimuka bumi ini yang kita tidak tau.
dengan menjalankan kehidupan yang kita, sudah berusaha untuk hidup entah dengan kemudahan hati atau dengan kesusahan hati ini. tetap kita harus berusaha kuat.... insyallah akan mudah untuk kita menjalankan kehidupan kita bila dengan keikhlasan dan berfikir dibalik kesusahan ada kemudahan yang diberikan oleh ALLAH.amin
ini hanyalah tulisan seorang kawan yang entah... keberadaanya ingin dimana.....
~By Friends~
Label:
Puisi
July 02, 2004
Kumpulan arti
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid ;22-23)
“…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)
""..& .Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar, Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan (yang dikehendaki-Nya). Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. Aththalaaq : 2-3).
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan nartanya di jalan Alloh , adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Baqoroh : 261).
“…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)
""..& .Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar, Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan (yang dikehendaki-Nya). Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. Aththalaaq : 2-3).
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan nartanya di jalan Alloh , adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Baqoroh : 261).
Label:
Artikel Islam
Seteguh Gunung Uhud
Di antara ciri orang mukmin adalah berpendirian teguh, pantang menyerah, tidak kenal mundur, dan punya keinginan yang kuat. Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu. (QS Al-Hujuraat: 15).
Sedangkan ciri orang munafik adalah: Karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguan. (QS At-Taubah: 45). Keputusan yang mereka buatpun tidak lurus. Ketika keputusan itu ada di belakang mereka maka merekapun mengingkarinya, dan ketika mereka berjanji maka mereka akan melanggarnya.
Wahai hamba Allah, ketika kilat kebenaran itu menyala terang, zhann yang ada dibenakmu itu lebih kuat, dan manfaat-manfaat yang bisa diraih jelas maka lakukanlah dengan tanpa mempertimbangkan ini itu lagi dan jangan ditangguhkan. Buanglah kata "seandainya", "kelak akan", dan "bisa jadi", melajulah seperti pedang di tangan seorang pahlawan.
Ada seorang suami yang selalu ragu untuk menceraikan isterinya yang telah membuatnya merasa tua dan miskin. Suami itu pun mengadukan permasalahannya kepada hakim. Hakim bertanya, "Berapa tahun engkau hidup bersama isterimu ini?" Jawab sang suami, "Empat tahun." Hakim itu bertanya keheranan, "Selama empat tahun, dan engkau mampu menelan pil kehidupan?"
Memang benar ada yang disebut kesabaran, ketabahan, dan penantian. Tapi, sampai kapan? Hanya orang yang peka yang tahu apakah sesuatu itu sempurna atau tidak, baik atau tidak, bisa dilanjutkan atau tidak? Saat itulah dia akan segera mengambil keputusan.
Seorang penyair berkata: Obat penawar bagi yang tidak disukai adalah segera melepaskannya.
Dari cerita-cerita tentang perjalanan hidup orang bisa ditarik garis besar bahwa keraguan dan kebingungan itu menyerang umat manusia kapan saja. Namun umumnya umat manusia itu mudah sekali ragu dan bingung.
Pertama, pada saat menentukan tempat belajar dan spesialisasi yang akan diambil. Rata-rata calon mahasiswa ketika harus masuk pendidikan tinggi, tidak tahu harus mengambil jurusan apa, dan itu makan waktu lama untuk menimbang dan memilih. Banyak mahasiswa yang membuang-buang waktunya hingga bertahun-tahun karena ragu jurusan apa yang harus dipilih dan fakultas mana yang harus dimasuki. Ada sebagian yang ragu sebelum mendaftar, sampai akhirnya waktu pendaftaran habis. Dan, ada juga masuk jurusan apa saja, dan hanya betah setahun dua tahun. Pertamanya, masuk fakultas syariah, kemudian berpaling ke fakultas ekonomi, dan setelah beberapa semester pindah ke kedokteran. Usianya pun habis terbuang untuk berpindah-pindah jurusan.
Seandainya dari awal mau mempelajari kemampuan dirinya, bermusyawarah, dan sering melakukan istikharah, kemudian tidak menoleh kanan kiri, niscaya akan bisa menghemat umurnya dan akan memperoleh apap yang dia inginkan dari spesialisasi yang diambilnya.
Kedua, pada saat memilih pekerjaan yang sesuai. Sebagian orang ada yang tidak tahu apa profesi yang cocok untuk dirinya. Saat sudah menjadi pegawai, ia masuk ke perusahaan. Tak berapa kemudian ia keluar dari perusahaan itu untuk merintis usaha dagang. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya dalam dagang maka ia pun bangkrut, dan jatuhlah miskin. Dan, terakhir, malah luntang lantung tak punya pekerjaan.
Saya tegaskan di sini, siapa dibukakan pintu rezki, maka hendaklah ia menekuninya. Itu berarti, rezkinya memang ada di pintu itu. Karena siapa pun menekuni satu bidang kerja niscaya akan datang kepadanya kemudahan, pertolongan dan hikmah.
Ketiga, pada saat menentukan untuk menikah. Banyak pemuda yang maju mundur dalam menentukan isteri. Terkadang pendapat orang lain masuk mempengaruhi penentuan pilihan. Menurut bapak, ada seorang wanita yang cocok untuk anaknya, namun itu bukan pilihan anak yang bersangkutan dan tidak disetujui ibunya. Mungkin saja si anak (terpaksa) setuju dengan pilihan bapaknya, tapi akhirnya rumah tangga anaknya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan dikehendaki.
Nasehat yang bisa saya sumbangkan adalah bahwa Anda jangan maju, khususnya, dalam masalah pernikahan kecuali dari sisi agama, kecantikan, dan kepribadian sudah bisa diterima. Sebab masalah pernikahan adalah masalah kelangsungan hidup si wanita, dan bukan sesuatu yang ketika tidak lagi berharga, lalu dengan bebas dicampakkan begitu saja.
Keempat, pada saat hendak menjatuhkan talak. Sehari berikutnya sudah bulat keinginannya untuk berpisah, sehari kemudian ingin hidup bersama lagi, dan sehari berikutnya berkeinginan untuk mengakhiri kebersamaannya, dan hari berikutnya berkeinginan untuk memutuskan tali hubungannya. Dengan terlalu sering berubah pikiran seperti itu, maka diapun dilanda keletihan, dirundung panas jiwa, dan rusak cara berpikirnya. Semua itu, hanya Allah yang tahu.
Kesempitan jiwa ini harus diakhiri dengan keputusan yang pasti. Manusia itu hidup hanya sekali, hari-hari yang telah dilaluinya tidak akan berulang, jam-jam yang sudah lewat tidak akan kembali lagi. Karenanya, ia harus berusaha menikmati waktu-waktu yang tidak akan kembali itu dan agar waktu-waktu itu menghantarkan kita kepada kebahagiaan dengan cara menetapkan keputusan.
Ketika orang muslim itu telah menetapkan keinginannya, membulatkan tekad, dan bertawakal kepada Allah setelah sebelumnya beristikharah dan meminta rekomendasi dari sana-sini, maka ia sebagaimana dikatakan di muka, jika mau maka ia akan meletakkan matanya di antara dua keinginannya, dan mau tahu apa akibat yang mungkin terjadi.
Ia melaju bagaikan aliran air, meluncur ke depan bagaikan sabetan pedang, kokoh bagaikan jaringan waktu, dan memancar bagaikan pancaran fajar.
Sebagaimana terbayang dalam ketegasan Nuh a.s. menghadapi kaumnya yang benci, ...karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (QS Yunus: 71).
~eramuslim.com~
Sedangkan ciri orang munafik adalah: Karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguan. (QS At-Taubah: 45). Keputusan yang mereka buatpun tidak lurus. Ketika keputusan itu ada di belakang mereka maka merekapun mengingkarinya, dan ketika mereka berjanji maka mereka akan melanggarnya.
Wahai hamba Allah, ketika kilat kebenaran itu menyala terang, zhann yang ada dibenakmu itu lebih kuat, dan manfaat-manfaat yang bisa diraih jelas maka lakukanlah dengan tanpa mempertimbangkan ini itu lagi dan jangan ditangguhkan. Buanglah kata "seandainya", "kelak akan", dan "bisa jadi", melajulah seperti pedang di tangan seorang pahlawan.
Ada seorang suami yang selalu ragu untuk menceraikan isterinya yang telah membuatnya merasa tua dan miskin. Suami itu pun mengadukan permasalahannya kepada hakim. Hakim bertanya, "Berapa tahun engkau hidup bersama isterimu ini?" Jawab sang suami, "Empat tahun." Hakim itu bertanya keheranan, "Selama empat tahun, dan engkau mampu menelan pil kehidupan?"
Memang benar ada yang disebut kesabaran, ketabahan, dan penantian. Tapi, sampai kapan? Hanya orang yang peka yang tahu apakah sesuatu itu sempurna atau tidak, baik atau tidak, bisa dilanjutkan atau tidak? Saat itulah dia akan segera mengambil keputusan.
Seorang penyair berkata: Obat penawar bagi yang tidak disukai adalah segera melepaskannya.
Dari cerita-cerita tentang perjalanan hidup orang bisa ditarik garis besar bahwa keraguan dan kebingungan itu menyerang umat manusia kapan saja. Namun umumnya umat manusia itu mudah sekali ragu dan bingung.
Pertama, pada saat menentukan tempat belajar dan spesialisasi yang akan diambil. Rata-rata calon mahasiswa ketika harus masuk pendidikan tinggi, tidak tahu harus mengambil jurusan apa, dan itu makan waktu lama untuk menimbang dan memilih. Banyak mahasiswa yang membuang-buang waktunya hingga bertahun-tahun karena ragu jurusan apa yang harus dipilih dan fakultas mana yang harus dimasuki. Ada sebagian yang ragu sebelum mendaftar, sampai akhirnya waktu pendaftaran habis. Dan, ada juga masuk jurusan apa saja, dan hanya betah setahun dua tahun. Pertamanya, masuk fakultas syariah, kemudian berpaling ke fakultas ekonomi, dan setelah beberapa semester pindah ke kedokteran. Usianya pun habis terbuang untuk berpindah-pindah jurusan.
Seandainya dari awal mau mempelajari kemampuan dirinya, bermusyawarah, dan sering melakukan istikharah, kemudian tidak menoleh kanan kiri, niscaya akan bisa menghemat umurnya dan akan memperoleh apap yang dia inginkan dari spesialisasi yang diambilnya.
Kedua, pada saat memilih pekerjaan yang sesuai. Sebagian orang ada yang tidak tahu apa profesi yang cocok untuk dirinya. Saat sudah menjadi pegawai, ia masuk ke perusahaan. Tak berapa kemudian ia keluar dari perusahaan itu untuk merintis usaha dagang. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya dalam dagang maka ia pun bangkrut, dan jatuhlah miskin. Dan, terakhir, malah luntang lantung tak punya pekerjaan.
Saya tegaskan di sini, siapa dibukakan pintu rezki, maka hendaklah ia menekuninya. Itu berarti, rezkinya memang ada di pintu itu. Karena siapa pun menekuni satu bidang kerja niscaya akan datang kepadanya kemudahan, pertolongan dan hikmah.
Ketiga, pada saat menentukan untuk menikah. Banyak pemuda yang maju mundur dalam menentukan isteri. Terkadang pendapat orang lain masuk mempengaruhi penentuan pilihan. Menurut bapak, ada seorang wanita yang cocok untuk anaknya, namun itu bukan pilihan anak yang bersangkutan dan tidak disetujui ibunya. Mungkin saja si anak (terpaksa) setuju dengan pilihan bapaknya, tapi akhirnya rumah tangga anaknya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan dikehendaki.
Nasehat yang bisa saya sumbangkan adalah bahwa Anda jangan maju, khususnya, dalam masalah pernikahan kecuali dari sisi agama, kecantikan, dan kepribadian sudah bisa diterima. Sebab masalah pernikahan adalah masalah kelangsungan hidup si wanita, dan bukan sesuatu yang ketika tidak lagi berharga, lalu dengan bebas dicampakkan begitu saja.
Keempat, pada saat hendak menjatuhkan talak. Sehari berikutnya sudah bulat keinginannya untuk berpisah, sehari kemudian ingin hidup bersama lagi, dan sehari berikutnya berkeinginan untuk mengakhiri kebersamaannya, dan hari berikutnya berkeinginan untuk memutuskan tali hubungannya. Dengan terlalu sering berubah pikiran seperti itu, maka diapun dilanda keletihan, dirundung panas jiwa, dan rusak cara berpikirnya. Semua itu, hanya Allah yang tahu.
Kesempitan jiwa ini harus diakhiri dengan keputusan yang pasti. Manusia itu hidup hanya sekali, hari-hari yang telah dilaluinya tidak akan berulang, jam-jam yang sudah lewat tidak akan kembali lagi. Karenanya, ia harus berusaha menikmati waktu-waktu yang tidak akan kembali itu dan agar waktu-waktu itu menghantarkan kita kepada kebahagiaan dengan cara menetapkan keputusan.
Ketika orang muslim itu telah menetapkan keinginannya, membulatkan tekad, dan bertawakal kepada Allah setelah sebelumnya beristikharah dan meminta rekomendasi dari sana-sini, maka ia sebagaimana dikatakan di muka, jika mau maka ia akan meletakkan matanya di antara dua keinginannya, dan mau tahu apa akibat yang mungkin terjadi.
Ia melaju bagaikan aliran air, meluncur ke depan bagaikan sabetan pedang, kokoh bagaikan jaringan waktu, dan memancar bagaikan pancaran fajar.
Sebagaimana terbayang dalam ketegasan Nuh a.s. menghadapi kaumnya yang benci, ...karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (QS Yunus: 71).
~eramuslim.com~
Label:
Artikel Islam
June 27, 2004
Hakekat Cinta
Hakekat Cinta
Mencintai....
Berarti BELAJAR untuk.....
Saling menyayangi....
Saling mengasihi...
Saling memahami....
Saling melindungi...
Saling Percaya...
Saling menghargai..
Saling memberi dan menerima...
Cinta menyatukan 2 kehidupan yang berbeda
Bukan untuk menjadi kehidupan yang selalu berbeda
Tapi untuk menjadi 1 kehidupan
Biarkan perbedaan yang ada
Menjadi pesona sebuah pelangi yang indah
Yang memberikan warna bagi istana cinta
Jalani cinta dengan ketabahan dan kesabaran
Karena siap bermain dengan api cinta
Berarti siap tercabik-cabik,....terbakar...terluka
Dalam perjalanan cinta...menuju kesempurnaan
Bangunlah keabadian cinta
Saling menghormati kedudukan masing-masing
Saling memahami keterbatasan yanga ada
Saling membahu menciptakan sakinah, mawaddah, warrahmah
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRIMU SENDIRI DAHULU KEPADA-NYA. Taatkan diri dengan Allah, niscaya taatlah segala-galanya dibawah pimpinan kita.
JANGAN MENGHARAP ISTRI SEPERTI SITI FATIMAH, KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI
"Demi masa, sesungguhnya manusia berada dlm kerugian, kecuali yg beriman & beramal shalih & saling menasihati dlm kebenaran & saling menasihati dlm kesabaran." (QS. Al Ashr)
Mencintai....
Berarti BELAJAR untuk.....
Saling menyayangi....
Saling mengasihi...
Saling memahami....
Saling melindungi...
Saling Percaya...
Saling menghargai..
Saling memberi dan menerima...
Cinta menyatukan 2 kehidupan yang berbeda
Bukan untuk menjadi kehidupan yang selalu berbeda
Tapi untuk menjadi 1 kehidupan
Biarkan perbedaan yang ada
Menjadi pesona sebuah pelangi yang indah
Yang memberikan warna bagi istana cinta
Jalani cinta dengan ketabahan dan kesabaran
Karena siap bermain dengan api cinta
Berarti siap tercabik-cabik,....terbakar...terluka
Dalam perjalanan cinta...menuju kesempurnaan
Bangunlah keabadian cinta
Saling menghormati kedudukan masing-masing
Saling memahami keterbatasan yanga ada
Saling membahu menciptakan sakinah, mawaddah, warrahmah
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRIMU SENDIRI DAHULU KEPADA-NYA. Taatkan diri dengan Allah, niscaya taatlah segala-galanya dibawah pimpinan kita.
JANGAN MENGHARAP ISTRI SEPERTI SITI FATIMAH, KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI
"Demi masa, sesungguhnya manusia berada dlm kerugian, kecuali yg beriman & beramal shalih & saling menasihati dlm kebenaran & saling menasihati dlm kesabaran." (QS. Al Ashr)
Label:
Artikel Islam
Cinta
Cinta
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda
abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya.
Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut
tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai
perahu.
Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.
Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.
"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.
"Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "Perahuku telah penuh dengan harta
bendaku.
Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam.
Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."
Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.
Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan
perahunya.
"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta.
Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia
tak mendengar teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin
panik.
Tak lama lewatlah Kecantikan.
"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.
"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor.
Aku tak bisa membawamu ikut.
Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.
Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata
Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang
sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus
mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik
ke perahuku!"
Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya.
Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.
Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui
siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.
Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu.
"Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu." kata orang itu.
"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman yang mengenalkupun enggan menolongku" tanya Cinta
heran.
"Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai
sesungguhnya dari Cinta itu ."
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda
abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya.
Mereka hidup berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut
tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai
perahu.
Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.
Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.
"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.
"Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "Perahuku telah penuh dengan harta
bendaku.
Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam.
Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."
Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.
Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan
perahunya.
"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta.
Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia
tak mendengar teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin
panik.
Tak lama lewatlah Kecantikan.
"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.
"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor.
Aku tak bisa membawamu ikut.
Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.
Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata
Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang
sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus
mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik
ke perahuku!"
Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya.
Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.
Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui
siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.
Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa
sebenarnya orang tua itu.
"Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu." kata orang itu.
"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman yang mengenalkupun enggan menolongku" tanya Cinta
heran.
"Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai
sesungguhnya dari Cinta itu ."
Label:
Artikel Islam
Subscribe to:
Posts (Atom)